
"menurut mu bagus yang mana ini atau ini?" tanya Reni dengan menunjukan dua pasang cincin pada gania.
Setibanya di mall mereka mengunjungi tempat penjual emas termahal di tempat itu.
" ini nona" gania menyentuh cincin berlian dengan permata kecil di tengahnya terlihat cantik tapi elegan. tapi berbeda dengan reni yang tidak menyukai saran gania menurutnya itu biasa saja.
"ini terlalu biasa, bagusan yang ini sangat mewah dan menarik, ini keren sekali" Reni memilih cincin berwarna keemasan dengan permata yang besar di tengahnya.
Ketika Reni sedang berbincang dengan pegawai toko, gania melihat lihat cincin di tempat itu pandangan matanya menatap kearah cincin berlian yang sederhana tapi sangat lucu dengan permata berbentuk love kecil di tengahnya di balik kaca.
Gama yang berdiri tidak jauh dari sana melihat wanitanya sedang memperhatikan sebuah cincin berjalan menghampirinya.
"kau ingin membelinya" bisik gama berdiri di belakang gania, gania langsung terkaget dan menoleh kearah gama.
"tidak, uang ku mana cukup untuk membelinya, lagi pula harganya pasti sangat mahal, sudahlah aku kesana dulu" balas gania meninggalkan gama tanpa memperdulikan gama yang sedang bertanya padanya.
"dasar gadis polos, mba di packing yang itu" seloroh gama, lalu berbicara dengan pegawai toko.
"kau dari mana Gania?" tanya Reni meraih paper bag berisi cincin.
"berkeliling sebentar, apa nona sudah selesai memilih cincin nya?" balas gania dengan balik bertanya pada Reni, membuat Reni dengan sombongnya menunjukan paper bag kearah gania.
"kalian tunggu di sofa aku akan membayar nya" ujar gama dengan suara datar berdiri di antara mereka berdua.
"oke sayang, ayo gania kita tunggu disana" ajak Reni melangkahkan kakinya menuju sofa, gania pun mengikuti nya ke sofa.
"Boleh aku pinjam ponsel mu sebentar, ponsel aku tertinggal di rumah" ucap reni dengan wajah memelas, gania memicing kan matanya.
" emm, boleh ini" gania memberikan ponselnya pada reni, seketika memiliki firasat aneh di hatinya.
__ADS_1
"makasih gania" ujar reni dengan mengambil ponsel dari tangan gania dan beranjak dari sofa sedikit menjauh dari sana.
"kau sendirian baby, kemana si reni " ucap gama duduk di sebelah gania.
Usai membayar gama melihat wanitanya tengah sendirian di sofa menghampirinya dengan segera. dan berbalas pesan di ponselnya, andre mengundang dirinya untuk datang ke pesta perusahaan milik Andre di hotel.
"Sedang menghubungi seseorang katanya" jawab gania dengan raut wajah gelisah.
Gama mengamati wajah wanita di sampingnya yang terlihat pucat.
" kau kenapa baby, kau sedang sakit" tanya gama dengan menyentuh kening wanitanya memastikan apakah panas atau tidak.
Gania menepis tangan gama dari kening nya, dengan melihat kepanikan di wajah gama tengah mengkhawatirkan dirinya.
"Aku baik baik saja kak" gania mengulum senyum menatap pria di hadapannya dengan perasaan bahagia ternyata gama sangat perhatian dengan nya.
" ini ponselmu makasih ya" ucap reni menatap tak suka kearah gama yang duduk berdekatan dengan gania.
"kau dari mana?" tanya gama tengah mengalihkan kecurigaan reni.
"Eh, iya sama-sama nona" jawab gania dengan wajah gugup takut jika reni menuduhnya macam-macam.
" pfff, kalian kenapa aku tidak apa-apa, aku habis telvon teman kebetulan ponselku ketinggalan jadi minjam ponsel nya gania, iya kan " seloroh reni menahan tawa nya, tidak ingin gama mencurigainya dengan bersikap tenang dan ramah di hadapan mereka.
Gania hanya tersenyum tipis menanggapinya, sedangkan gama menautkan kedua alisnya mendengar penuturan reni, gama memiliki firasat jika wanita di depanya itu sedang menutupi sesuatu darinya.
" Seorang reni ponselnya tertinggal aku tidak salah dengar kan" ujar gama dengan santai tapi penuh penekanan untuk reni, seketika reni salah tingkah mendengar ucapan dari mulut gama.
Reni menghela nafas berusaha bersikap tenang mencari cara untuk tidak terprovokasi oleh pria di hadapannya itu.
__ADS_1
"kau jahat sekali sayang, menuduhku berbohong" ucap Reni dengan wajah sedihnya terisak mengusap sudut matanya yang berair.
"Cih, sok lugu" umpat gama dalam hatinya. "sudahlah jangan menangis apa kau tidak malu di lihat banyak orang" ujar gama dengan menatap malas kearah reni.
"nona anda tidak apa-apa, kau itu sangat keterlaluan tuan dia ini calon tunangan anda, dasar tidak peka" ucap gania dengan wajah iba nya merasa kasihan melihat reni tengah terisak.
"aku tidak apa-apa gania" balas reni.
"Maaf reni, Lebih baik kau pulang dulu di antar Vicky. aku tidak bisa mengantar mu karena aku masih ada pertemuan dengan clien bersama gania" ucap gama berpura-pura mengalah dan beralasan untuk menghindar dari tugasnya mengantarkan wanita itu pulang. tentu membuat Vicky mendengus kesal kearahnya.
Gania hanya menggeleng melihat sikap gama berbohong dan Vicky tengah kesal atas perintah dari atasan nya itu.
"CK, dasar licik" gerutu Vicky.
"aku tambah bonus mu, cepat kau bawa dia pergi dari sini" bisik gama yang sudah berdiri di sebelah Vicky, wajah Vicky langsung terlihat cerah seketika.
"kau tidak sedang beralasan kan tuan gama" tanya reni merasa curiga.
"Apa aku perlu menunjukkan padamu, aku rasa kau sudah melewati batas" tegas gama dengan wajah dinginnya membuat Reni langsung terdiam tidak berani berkata lagi hanya bisa menurutinya dan beranjak pergi dari tempat itu ketika Vicky mengajaknya keluar dari mall.
Setelah pengganggu pergi gama langsung menarik tubuh gania mendekat kearahnya.
"Astaga kau tidak waras ya kak, lepas" gania terkaget gama menarik pinggang nya dan memeluknya matanya membelalak lebar seketika kearah gama.
"pfff, kita pergi dari sini sekarang" ucap gama menarik pinggang gania dengan mesra dan melangkah pergi dari tempat itu menuju ke sesuatu tempat lain.
"kita mau kemana, apa kau serius akan meeting dengan clien, kau bercanda kan, dan lepas kan tangan mu kak" balas gania dengan serentetan pertanyaan tangan nya mencoba melepaskan pelukan di pinggang nya.
Gama tersenyum menanggapi pertanyaan wanitanya, mengecup pipinya mesra dan mengacak-acak rambut gania gemas, membuat gania memasang wajah kesalnya kearah gama.
__ADS_1
...tinggal kan jejak kalian guys ππ₯°π₯°...