Cool But Love

Cool But Love
bab 32 hamidun


__ADS_3

Gania terdiam melihat pria di hadapan nya ternyata Andre pria yang sangat ia kenal. "aku ingin menghindar dari dia tapi justru bertemu dengan Andre itu sama saja.


Andre menampar pipinya memastikan apakah ia sedang bermimpi atau tidak, Gadis cantik di depan matanya itu Gania atau bukan.


"aw! " Andre meringis "ternyata bukan mimpi ini nyata" lirih Andre menatap intens Gania.


"ini memang nyata bukan mimpi ataupun khayalan bos! apa perlu saya bantu nampar lagi pipi Anda!" ucap Aldi membisik cari kesempatan untuk mengerjai bosnya yang playboy itu. ia heran melihat bosnya mencubit pipinya sendiri tentu saja rasanya sakit.


"Sekali lagi kau berucap, aku patahkan lidahmu!" balas Andre tersadar menatap bengis Aldi.


"sial seram amat bos " lirih Aldi bergidik ngeri melihat tatapan Andre.


Andre kembali menatap Gania lekat namun tak membuat Gania membuka suara ia terdiam membisu.


"Gania kau baik-baik saja!" seru Andre melihat Gania terdiam dengan pandangan mata yang kosong. Andre merasa bingung di tatapnya wanita cantik itu tetap tak bersuara.


"Gama merindukan mu Gania!!" Andre berbisik di telinga Gania. Andre sengaja menggunakan jurus jitu untuk menyadarkan Gania.


"Benarkah dia rindu padaku!!" seru Gania sangat keras reflek menatap lekat wajah Andre memastikan yang ia dengar benar tidak, namun itu berlaku lima detik, selanjutnya ia tersadar raut wajah nya berubah sendu tersenyum getir mengingat kejadian itu membuat ia sadar akan tujuan hidupnya tak mau lagi mengingat pria es itu. hal itu membuat Gania kepalanya pusing.


Awalnya Andre ingin tertawa namun ia tunda melihat raut wajah Gania yang berubah sendu Andre tak tega. " maaf, aku tidak bermaksud membuat mu sedih Gania kau sejak tadi melamun?" ucap Andre cepat, ketika menyadari Gania Hendak terhuyung Andre segera menuntun Gania untuk duduk di kursi."duduklah " imbuh nya.


Aldi sejak tadi hanya terdiam ia sedikit syok melihat bosnya dan wanita cantik itu, ternyata saling kenal ia pun tak mau ikut campur.


"apa yang kalian lakukan pada Gania, kau mengenal mereka sayang?" tanya lilia sambil mengelus pundak Gania, saat mendengar suara gaduh, lilia melihat kejadian di depan ia segera berlari menghampiri nya. lalu menatap penuh selidik kearah Andre.


"bibi mereka tidak melakukan apapun, sudah ayo" Gania tak mau rahasia nya di ketahui oleh lilia, ia mengalihkan topik pembicaraan mengajak bibinya masuk kedalam.


kenapa Gania tak jujur pada tantenya Andre membatin


" Tunggu Gania aku butuh penjelasan darimu, ku mohon!" cegah Andre kepada Gania yang hendak melangkah.


Di saat lilia bersama Gania beranjak dari sana, lilia dan Gania saling bertukar argumen soal Gania yang menyembunyikan sesuatu , lilia yang tak percaya jawaban Gania. Gania menoleh mendengar perkataan Andre.


"kak kumohon pergilah dari sini, jika masih ingin makan di sini maka lanjutkan, Maaf aku tidak punya alasan untuk di jelaskan!" ucap Gania tegar dan percaya diri, menatap tajam Andre, ia tak mau di lihat lemah oleh bibinya dan Andre. Gania berusaha menahan sakit di kepala, melihat pandangan di ruangan sekitar terasa berputar.

__ADS_1


lilia mengusap lengan Gania lembut mengisyaratkan apa yang sebenernya terjadi, namun hanya gelengan kepala Gania sebagai jawaban.


"katakan apa yang terjadi pada Gania dan siapa kau?" tanya lilia penuh emosi menatap tajam Andre, tentu Gania terkejut mendengar nya lalu menggenggam erat tangan lilia menahannya agar tak melakukan apapun.


"aku sahabat Gania di Jakarta, dan Gania adalah pa...?" belum sempat Andre berucap sudah di balas oleh Gania.


"Aku tidak mengenalnya bi, dia bohong percayalah padaku!" jawab Gania lantang sembari memegangi kepalanya yang semakin berdenyut pandangan sekitar mulai berputar cepat, ia tak kuat menahan sakit seakan ikut berputar tubuhnya terhuyung detik berikutnya Gania kehilangan kesadaran.


lilia terkejut syok tangan nya bertaut tiba-tiba terlepas Gania jatuh kelantai, namun dengan cepat lilia menahan kepala Gania di pangkuannya. " Gania bangun sayang kau pingsan lagi" ujar lilia menepuk lembut pipi Gania.


"ya tuhan Gania !!" pekiknya tertahan Andre terkejut segara mendekat dan mengambil alih Gania ia angkat tubuh mungil Gania, lalu di bawa ke dalam.


lilia pun berlari mengikuti Andre membiarkan pria itu mengambil alih perannya. Andre perlahan membaringkan tubuh Gania di kursi dengan kepala di pangkuan Andre.


"Ku mohon sadarlah gadis cantik, ada seseorang yang sedang menunggumu!" lirih Andre menepuk pelan pipi chubby itu, Andre menatap sendu Gania tak kunjung membuka mata.


"Ini ke empat kalinya Gania pingsan, dia selalu menolak di ajak ke bidan, sayang ayo bangun" seloroh lilia mengusap lembut lengan Gania. lilia tak bisa mencerna ucapan Andre pada gania ia masih syok dengan kondisi Gania. Ia mengatakan kejadian yang sering di alami Gania akhir ini.


"Tuan kita bawa ke rumah sakit saja" timpal Aldi ikut khawatir dengan keadaan sahabat Andre.


"tidak ada rumah sakit di sekitar sini, hanya puskemas saja tempat nya tidak terlalu jauh" imbuh lilia.


"Tidak masalah ayo kesana sekarang!" ujar andre segera mengangkat tubuh Gania ala bridal style membawa nya ke mobil.


Aldi membuka pintu mobil Andre pun secepatnya memasukan Gania ke dalam mobil beserta dirinya yang setia memangku Gania, di susul lilia duduk di kursi depan. setelah memastikan semua sudah di dalam Aldi melajukan mobilnya menuju puskesmas.


"Gania bertahan lah, astaga tubuhmu sangat dingin dan terlihat pucat" ucap Andre menyentuh dahi, lengan Gania terasa sangat dingin. "Lebih cepat Aldi! bisa menyetir tidak!"


bentak Andre pada Aldi penuh emosi.


"baik tuan" Aldi menganggukkan kepalanya menambah laju kemudinya.


"sebenarnya siapa pria muda ini semoga dia orang yang baik ya tuhan" lilia membatin merasa cemas melirik kearah Gania dan Andre.


"Sus tolong tangani gadis ini dulu" teriak Andre menggendong Gania melangkah cepat di ruangan puskesmas. di ikuti oleh lilia dan juga Aldi di belakang nya.

__ADS_1


" bukan kah itu ponakan lilia kan, tapi siapa pria kaya nan tampan itu?"


" pria itu sangat tampan dan juga romantis sekali dengan kekasihnya"


" oh ya ampun sangat hot sekali pria itu"


" kamu mengenal mereka"


" tentu saja dia tetangga di RT lima"


semua orang yang berada di sana saling berbisik tidak hanya pasien antri namun juga berapa bidan yang terpesona oleh ketampanan Andre yang playboy Tingkat kakap itu.


"Bawa kemari tuan silahkan masuk" ucap bidan puskesmas mengutamakan andre setelah Aldi berunding dengan bidan itu.


Andre perlahan membaringkan Gania di brankar pasien.


"boleh kalian keluar sebentar" ucap bidan tersebut menatap Andre beralih ke dua orang disana.


"Baiklah " jawab Andre lalu lilia pun ikut keluar.


setelah lima belas menit Gania di periksa oleh bidan kini Gania sudah sadar, bidan puskesmas menyarankan Gania untuk di rawat sementara.


Di dalam ruangan pasien Andre berdiri di samping Gania begitupun lilia.


"nona apa anda sering merasa mual dan muntah dan pusing?" tanya bidan tersebut pada Gania dengan senyuman.


"iya sus, tapi itu biasa hanya demam setelah minum obat sembuh kok sus" balas Gania pelan sembari melihat sekeliling nya dimana ada Andre dan bibinya.


"nona itu bukan demam!" timpal bidan puskesmas tersenyum lebar sembari membenarkan infusnya.


"Lalu" jawab Gania dan lilia serentak tidak untuk Andre hanya menatap bingung ketiga wanita di sana.


" hasil dari pemeriksaan saya nona sedang dalam trisemester pertama dan berjalan dua minggu! selamat ya tuan istri anda hamil !" jelas bidan puskesmas tersebut tersenyum lebar.


...... jangan lupa like komen favorit hadiah 😘😘tinggal kan jejak kalian semua 🥰 love you kalian......

__ADS_1


__ADS_2