
Setibanya di mansion . Gama langsung turun dari mobil, berjalan masuk ke dalam di ikuti oleh Vicky dari belakang. saat mereka berjalan menuju ruang keluarga. ayah nya sudah menunggu di ruang tengah, Wijaya melihat putranya datang berjalan kearahnya mengembangkan senyuman.
" Gama akhirnya kamu datang" ucap Wijaya menatap gama mendekati dirinya.
"Bagaimana kondisi ayah?" balas gama tanpa menjawab pertanyaan ayahnya.
"Ayah baik, karena ada orang baik yang menolong ayah! Vicky duduklah " jelas Wijaya pada gama lalu melihat Vicky yang hanya berdiri menyuruhnya ikut duduk di sofa.
"Baik tuan!" Vicky pun langsung duduk di sofa bersama gama.
" syukurlah! ayah tau bukan, aku cuma memiliki ayah, jadi saat bepergian bawa pengawal" sebenarnya gama sangat sayang dengan ayahnya. karena itu gama juga takut kehilangan ayahnya.
"ayah tau, maka dari itu kamu coba dulu dengan tawaran ayah" ucap Wijaya menatap gama penuh harap.
"Aku tidak janji karena aku sudah punya impian sendiri yah!" Gama menerima permintaan ayahnya, di lain sisi dia juga sudah memiliki Gania. suatu hari nanti Gania akan di kenalkan ke ayahnya, untuk saat ini masih ingin meyakinkan ayah dulu jika Gania pantas untuknya.
"Baiklah sekarang kita berangkat ke hotel, mereka sudah menunggu" ucap Wijaya dengan semangat saat putranya mau menuruti keinginan nya.
Gama hanya mengangguk lalu berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan keluar di ikuti oleh ayah nya dan Vicky. mereka bertiga berjalan bersama menuju mobil.
Tuan..! apa tidak sebaiknya saya mengantar anda? feri memanggil Wijaya saat hendak masuk ke mobil gama.
"Tidak perlu, kau di mansion saja aku ikut bersama putraku" ucap Wijaya lalu masuk ke mobil. feri pun hanya mengangguk patuh pada tuanya. Vicky langsung melajukan mobilnya pergi dari sana menuju hotel mewah di Jakarta.
****
Di restoran hotel
Di ruangan khusus yang sudah di pesan oleh pak Reza untuk pertemuan Makan malam bersama rekanya. pak Reza beserta istri dan anaknya sudah tiba lebih dulu di sana.
" Ayah kenapa mereka belum datang, aku sudah capek duduk diam dari tadi!" putrinya Reni marah marah kesal menunggu rekan bisnis ayahnya itu tak kunjung datang.
__ADS_1
"Sabar sedikit kenapa! mungkin lagi di perjalanan!" ucap Reza menatap ke arah pintu masuk belum terlihat rekannya datang.
"Iya sayang! " sahut Rani membujuk putrinya.
Ini tuan nyonya! seru weiter yang melayani mereka menyiapkan menu makan malam bersama tersebut. setelah semua hidangan tertata rapi para weiter keluar dari sana. tiba-tiba langkah sepatu terdengar memenuhi ruangan.
tak tak tak....! tiga kaki laki berjalan mendekati tempat pak Reza dan istrinya. Reni yang posisinya membelakangi tak bisa melihat siapa yang datang ke arahnya.
Reza!! maaf saya datang terlambat!! seru Wijaya sudah sampai di antara Reza. kemudian mereka bersalaman.
Reni menoleh betapa terkejutnya melihat seseorang yang bersama pria menyapa ayahnya, Reni sangat ingat sekali pria itu.ah itu pria tampan ku, aku akan bersemangat untuk mendapatkanya.
"Tidak masalah Wijaya, silahkan duduk perkenalkan ini istri ku Rani, dan ini putri ku Reni" balas Reza menyambut uluran tangan Wijaya lalu memperkenalkan keluarganya.
"Terimakasih, Oh ya ini putraku Gama Aditya Wijaya.!! ucap Wijaya memperkenalkan Gama, kemudian dirinya duduk di kursi.
Gama mematung tanpa ekspresi saat melihat wanita di depanya yang pernah menggodanya di club' waktu itu. cih... kenapa harus dia! dan itu pak Reza yang bergabung dengan perusahaan ku. ada maksud apa sebenarnya mereka?
Tuan..! bisik Vicky menyadarkan bosnya yang melamun, gama yang masih berdiri di samping ayahnya.
Gama...!! panggil Wijaya menatap tajam putranya, sejak tadi gama hanya diam mematung.
Iya..! saya gama..ad.? anda pak Reza kan!!" gama tak melanjutkan ucapannya saat menatap rekan bisnis ayahnya itu adalah clien nya.
"iya, anda tuan gama pemilik perusahaan WJ Crop, wah kebetulan sekali saya tidak mengira anda putra pak Wijaya?, silahkan duduk," Reza Ter cengang kaget tak menyangka pria yang akan di jodohkan adalah putra temanya sekaligus rekan bisnis nya.
"iya..!!" ucap Gama dingin, setelah tau wanita itu Reni, tak suka melihat tatapan Reni yang cari perhatian.
"Bukankah lebih baik jika kamu sudah kenal sama pak Reza gama" ucap Wijaya menatap gama lalu ke arah Reni anak pak Reza.
"saya juga sudah pernah bertemu dengan gama om!" sahut Reni tersenyum lebar, berbicara dengan sopan. agar pak Wijaya semakin menyukainya.
__ADS_1
Reza tersenyum melihat putrinya berusaha mengambil hati calon mertua nya dan gama. " benarkah sayang". sambung Reza. ini kesempatan bagus Reni kau harus bisa menaklukkan gama melirik ke arah Reni tajam.
"Wah itu sangat bagus iya kan Gama" sambung Wijaya melirik kearah Gama.
Gama tak peduli perbincangan antara ayahnya dan pak Reza dirinya lebih suka melihat video cctv di apartemen nya yang ia sambungkan ke aplikasi ponselnya, melihatkan kegiatan Gania di dalam apartemen nya. satu Vidio pemandangan yang membuat gama menegang dan ingin segera pulang.
" sudah aku katakan aku tidak janji yah, dan sepertinya dia bukan tipe ku!!" ucap gama menatap ayahnya lalu pak Reza. lalu melirik tajam asisten nya Vicky yang di sampingnya.
tuan!! aku akan menyelidikinya! bisik Vicky pada gama.
"kenapa tuan gama menolak perjodohan ini, saya janji putri ku tidak akan mengecewakan". ucap Reza berusah agar kesepakatan nya dengan Wijaya tak batal.
"Reza kau jangan kawatir aku akan membujuknya, secepatnya kita lakukan pertunangan!!". sambung Wijaya menatap tajam gama.
"Terimakasih om percaya sama saya, saya janji akan membuktikan saya yang terbaik!! sahut Reni dengan elegan dan sopan.aku tidak akan melepaskan mu.saat melihat kode dari ayahnya.
Gama diam membisu menatap tajam balik ayahnya. lalu melirik Reni dengan tatapan membunuhnya."Aku pulang dulu! dan kau jangan suka menggoda laki-laki di bar!" Gama beranjak dari tempat duduknya melangkah pergi dari sana tanpa menunggu Jawaban ayahnya. lalu menatap tajam Vicky agar segera mengikutinya
Wijaya menghela nafas berat, memejamkan mata nya sejenak memikirkan ucapan gama barusan."Maafkan putraku Reza, memang sikapnya seperti itu dengan siapapun". ucap Wijaya tak enak hati.
"Tidak papa pak Wijaya, kita maklumi mungkin sedang banyak masalah jadi seperti itu" sahut Rani dengan tersenyum tipis. Reza senang melihat istrinya cepat menangkap pikiran nya.
"Aku ikut bangga melihat putramu lincah dan sukses menjalankan perusahaan sama seperti mu Wijaya" Reza yang memang sangat butuh dukungan dana, senang bisa bekerja sama dengan gama saat ini, membuat perusahaan nya mulai maju. paras tampan gama membuat pak Reza tak mengenali bahwa gama putra temanya.
"Itu sudah seharusnya putraku mewarisi bakat ku dalam bidang bisnis, memang sangat sedikit yang tau jika putraku gama yang menggantikan ku di perusahaan!" ucap Wijaya.
Kapan kita lakukan pertunangan nya? tanya Reza berharap Wijaya yakin pada perjodohan itu.
Lebih cepat lebih baik bukan!! seru Wijaya menatap Reza dalam dalam apakah Reza itu tulus atau tidak.
"Aku percaya pada mu Wijaya! ayo kita lanjutkan makan malam ini" Reza berusaha terlihat meyakinkan Wijaya, lalu mengalihkan tatapan menyelidik Wijaya.
__ADS_1
" Baiklah" ucap Wijaya lalu mulai melahap hidangan di depanya. setelah mereka selesai feri pun datang menjemput Wijaya saat lalu di hubungi gama agar cepat menjemput ayahnya.
......jangan lupa like komen favorit hadiah ya kk π·ππ apalah arti nya aku tanpa kalian ......