
setelah dari hotel Reni pulang ke mansion Reni masuk kedalam dengan berjalan gontai, langkah kakinya terhenti ketika dirinya hendak menaiki anak tangga menuju kamarnya karena teguran seseorang dari ruang tengah.
"Dari mana saja, jam segini baru pulang !?" tanya Reza yang sedang duduk di sofa ruang tengah menatap putrinya memicing penuh selidik.
"aku lelah ayah, aku ingin istirahat" balas Reni enggan menoleh menatap ayahnya. dirinya sangat lelah dan ingin segera istirahat di kamarnya.
"jawab pertanyaan ayah! kamu tidak melupakan tugasmu kan lalu mana map itu?" tanya Reza dengan tegas merasa was was Putri nya tak melakukan tugas nya dengan baik.
"huh, Ayah tenang saja nanti pihak mereka akan mengirimnya ke sini!" ujar Reni ketus sedikit kesal pada ayah nya.
"Reni!!! map itu sangat penting dasar teledor " pekik Reza berteriak bisa bisa nya putrinya menganggap enteng perintahnya, padahal dalam map itu terselip data penting.
" jika sampai gama menyadari nya maka habislah kita Reni, kenapa kau sebodoh itu" imbuh Reza emosi.
" Mana aku tau ayah " Reni mengangkat bahu nya acuh tak perduli dengan amarah ayahnya.
Ting.. tong..
" Itu datang aku kekamar dulu" ucap Reni mendengar bel mansion berbunyi. langsung meninggalkan ayahnya yang mulai emosi padanya.
"dasar anak susah di atur!" gerutu Reza merasa geram dengan putrinya itu yang pergi begitu saja mengabaikan perintah nya. Reza memijit pelipisnya kepalanya berdenyut merasa pusing atas sikap putrinya. lalu ia berjalan membuka pintu mansion.
Ceklek.
"kau siapa?" tanya Reza menatap pria muda berpakaian jas hitam dan bertubuh tegap, yang bertamu di mansion nya.
"Maaf tuan mengganggu istirahat anda, saya di tugaskan mengantarkan berkas ini kesini!" ucap pria muda yang di tugaskan oleh bos nya mengembalikan berkas itu pada pemilikanya.
" Berkas? " ujar Reza menerima map tersebut lalu membuka sebentar selanjutnya bibir nya tersenyum. merasa senang bercampur bahagia dia berhasil mendapat Jack pot penuh.
"jika Anda sudah puas, saya permisi " sarkas anak buah gama menatap pria tua di hadapan nya itu merasa puas dengan berkas tersebut. sedetik berikutnya sudut bibinya terangkat tipis sekali tanpa ada yang menyadari jika tidak jeli melihat nya. kemudian ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
__ADS_1
" Tentu saya puas dengan hasil nya, ucap kan terimakasih pada tuan anda saya sangat senang dengan kerja sama ini" ujar Reza menjabat tangan pria muda tersebut lalu tersenyum lebar. dirinya merasa lega ternyata gama tidak menyadari data itu.
"pasti saya sampaikan tuan, kalau begitu saya permisi" balas pria muda menganggukkan kepalanya menerima salam untuk tuanya gama. dia pun langsung meninggalkan mansion Reza.
"siapa yah ?" tanya Rani saat dirinya membawa secangkir kopi untuk suami nya ke ruang tengah. saat melihat suaminya seperti dari depan mansion.
"Itu tadi karyawan kantor gama yang mengembalikan berkas yang di bawa Reni" jawab Reza duduk di samping istrinya di sofa.
"Apa anak itu tidak curiga sama ayah, kita harus hati-hati yah.?" ujar Rani mencemaskan rencana suaminya. Takut jika gama tidak semudah yang mereka kira anggap enteng.
"Kau tenang saja sayang aku sudah melakukan nya sangat rapi" ucap Reza dengan keyakinan penuh.
"Oh good suamiku ternyata sangat cerdik ya" seloroh Rani dengan manja memeluk suaminya.
"Itu sudah pasti mah, suami siapa dulu!" ujar Reza dengan bangga menunjukkan percaya diri nya pada istrinya tercinta.
"kau itu yah Tidak berubah" seloroh Rani tersenyum mendengar ucapan suaminya. Reza pun mengajak istrinya masuk ke dalam kamar.
*****
Ting.. tong..
Vicky berulang kali memencet bel apartemen, namun tidak ada tanda bosnya keluar, ketika ia ingin memencetnya kembali tiba-tiba.
ceklek.
"Cepat masuk !" ucap Gama cepat setelah membuka pintu ia kembali ke dalam duduk di sofa.
"Ck, lama sekali tuan membuka pintu nya!" ujar Vicky kesal dengan bosnya membuat dirinya berdiri lama di depan pintu. ia pun segera masuk ke dalam lalu duduk di sofa.
"bukankah itu bagus sedikit olahraga agar tubuhmu sehat hahaha!" jawab gama dengan santay tertawa melihat asisten nya kesal padanya.
__ADS_1
"baiklah jika aku tidak di butuhkan, saya kembali saja!" Vicky sangat kesal dengan bosnya menertawakan dirinya, justru karena ulah gama kaki Vicky pegal berdiri sejak tadi.
"Kau marah, jelaskan sekarang!" balas gama serius tak mau membuat asisten nya cemberut lagi padanya, lalu mengambil minuman dingin di kulkas. "ini minumlah" gama menyodorkan Coca-Cola untuk Vicky.
"tuan menyogok saya, hahaha!" seru Vicky tertawa sembari menerima minumannya.
"Cepat katakan sekarang" ucap Gama menatap Vicky serius sembari meneguk minumnya.
"oke, jadi ini berkas yang tuan minta, aku sudah merevisi ulang dan tentunya pembaruan yang palsu saya kirim ke tuan reza, dan ini yang asli silahkan di cek dan semua data penggelapan tersembunyi sudah di retas oleh orang kita, semua di dalam berkas ini" terang Vicky menyerahkan map tersebut pada gama.
"Wow, kerja bagus boy ! kau dapat ku percaya" sarkas gama menerima map itu lalu membukanya dan mengeceknya ulang dengan detail teliti tidak ingin lengah sedikit pun, harus hati hati menghadapi musuhnya.
"Baiklah ini sempurna! lalu bagaimana dengan yang lain?" imbuh gama merasa tidak sabar menunggu informasi tentang melacak keberadaan Gania.
"Ck, saya kira tuan lupa, tentu saja kongrit " balas Vicky mengejek bosnya yang possesif itu.
"Cepat atau sama sekali tak dapat bonus" seloroh gama tersenyum miring menatap tajam Vicky.
" Ya ya ya sudah di temukan supir taksi itu dan nona Gania tinggal bersama bibinya, dia pergi dari anda karena ternyata mendapat kabar Paman nya yang pemabuk meninggal, kini Nona membantu bibi nya berjualan disana, itu menurut informasi validnya dan terdeteksi nya kartu anda melalukan prabayar sebesar lima ratus juta " Vicky menjelaskan panjang lebar kepada gama dengan detail.
" Oh ya ampun, kenapa dia tetap baik dengan pamannya itu, lalu dia gunakan untuk apa uang itu?" gama senang namun juga bingung kenapa gadis itu terlalu baik dengan semua orang demi mengorbankan dirinya sendiri.
"mana saya tau tuan! anda tanyakan sendiri padanya?" ujar Vicky dengan malas menjawab pertanyaan bosnya itu lalu meneguk minuman nya.
"Kau! sudahlah secepatnya kita kesana kau siapkan semuanya aku tidak mau menunda lebih lama" titah gama pada Vicky untuk menyiapkan penjemputan Gania yang sudah sangat ia rindukan.
"Akan saya siapkan tuan, bilang saja sudah kangen tidak mau menunda lama" balas Vicky mematuhi perintah tuan nya namun dengan sedikit mengejek pria cool itu.
"Sudah jangan banyak bicara, pulang sana aku mau istirahat!" usir gama sedikit kesal mengatakan dirinya rindu gadisnya. tapi memang benar ucapan asisten nya itu.
"CK, tidak tau terimakasih dasar bos dingin" ujar Vicky mengatai bosnya lalu dengan cepat berlari dari sana keluar apartemen.
__ADS_1
"kau..! akan ku pecat kau Vicky!!" teriak gama emosi dengan tingkah Vicky setelah mengatainya kabur begitu saja. selanjutnya gama tersenyum simpul membayangkan akan bertemu Gadis nya rasanya tak sabar ingin memeluk wanita.
......tinggalkan jejak kalian semua π₯°ππ· like komen favorit hadiah π love you teman teman......