Cool But Love

Cool But Love
bab 105


__ADS_3

" Sayang..." desah Gania saat merasakan ciumannya itu turun ke lehernya, lalu ciuman itu turun lagi kebawah sampai di kedua dadanya dan jangan lupakan seperti biasanya Gama menyesap miliknya dengan rakusnya. " Sadarlah Gania... kau tidak boleh tergoda oleh rayuan suami mesum mu ini, ingat! kau sedang menghukumnya," Wanita itu mencoba memperingati dirinya sendiri akan tujuan nya.


" Geli Sayang," Gania menjauhkan wajah Gama dari tubuhnya agar menghentikan kegiatannya.


" Kenapa Sayang?" Geram Gama dengan wajah bingung menatap intens wajah Gania sambil menahan gairah nya.


" Tunggu sampai dua hari lagi baru masa hukuman mu selesai, sayang," Ujar Gania kembali menaikan dress nya yang melorot.


" sial! Hukuman macam apa itu, tidak bisakah kau sudahi, ini sangat menyiksaku." umpat Gama mendesah sambil menatap tajam Gania yang tengah tertawa. Gama kesal istrinya itu memberikan hukuman padanya untuk tidak bercinta selama satu Minggu kedepan, sulit baginya menahan hasratnya tapi, demi istrinya tidak marah lagi ia mau menerima hukuman itu.


" Kau membuat ku frustasi sayang." Ucap Gama mengacak-acak rambutnya dengan perasaan frustasi.


Mendengar itu Gania tersenyum tipis, kemudian Gania menyentuh kedua pipi Gama lalu mencium bibir seksi milik suaminya dengan lembut." Kalau begitu aku tambah durasi waktu nya menjadi 5 hari lagi, Bagaimana?" Goda Gania, Jujur ia masih kesal dengan kejadian saat itu. dimana Gama berpura-pura selingkuh dan ia dibuat kesana-kemari dengan kondisinya sedang mengandung.


" What! " Pekik Gama terkejut ." No! Sayang, cukup 2 hari saja jangan di tambah lagi," Gama tak bisa membayangkan 2 hari saja serasa satu bulan ini mau di tambah 1 minggu, bisa hancur dunia perkasuranya.


Gania tertawa terbahak-bahak dengan sudut matanya berair, sudah tidak diragukan lagi tingkat mesum Gama yang terlalu tinggi. Sementara Gama menjadi kesal melihat istrinya tertawa bahagia di atas penderitaan nya.

__ADS_1


" Bersihkan tubuhmu, dan berhentilah minum, mulutmu bau alkohol nanti anak kita bisa mabuk karena terangsang bau mulut mu," Ia mengusap perutnya lalu Wanita itu turun dari pangkuan suaminya dengan tawa yang tersisa dibibir nya melihat wajah Gama yang sangat dingin dan frustasi.


Namun, tawa Gania langsung terhenti saat tiba-tiba Gama menekan tengkuknya dan ******* bibirnya dengan menuntut membuat nya kewalahan untuk menghindari nya.


" Dan kau melanggar janji maka aku tambah hukuman menjadi..." Setelah ciuman mereka terlepas Gania hendak memprotes namum tidak jadi, saat melihat raut wajah Gama yang berubah dingin dan datar menatap kearahnya.


" Berani kau mengancam ku?"Tanya Gama dengan tatapan mengintimidasi.


" A-aku tidak..." Gania mulai menangis sambil kepalanya menunduk tak berani menatap kearah suaminya yang sudah mengunci tubuhnya.


Namun, bukan jawaban yang di dengar justru Gania semakin menangis dengan kencang dan tersedu-sedu. Gama yang panik langsung membungkam mulut Gania dengan mencium dan mulutnya dengan lembut agar berhenti menangis,tapi tetap saja Gania tidak berhenti, Niatnya hanya ingin mengerjai Gania tapi malah Gania benar-benar menanggapinya dengan serius.


" Gania, hey..!" Gama menghapus sisa air mata di kedua mata Gania yang menutupi kecantikan mata indah istrinya itu.


" Aku hanya bercanda," Pria itu menyatukan kening mereka sambil mengecupi wajah wanitanya penuh kasih, karena merasa bersalah.


" Kau jahat Sayang, bercanda mu tidak lucu." Ucap Gania memukul dada bidang Gama dengan bertubi-tubi, apa suaminya itu tidak mengerti dia begitu ketakutan tadi saat melihat kemarahan di wajah suaminya.

__ADS_1


" Maaf bukan maksud ku begitu-"


" Sudahlah itu bukan salah mu, aku cabut hukuman itu, biar kau senang ," Gania memotong perkataan Gama, karena ia merasa sakit hati suaminya tega mempermainkan perasaan nya.


" Tunggu sayang, kau mau kemana?" Gama menahan langkah Gania yang hendak pergi keluar.


" Mau keluar cari angin, ya mau belanja keperluan bayi ku,"


" Kau masih marah ."


" Tidak ..."


Sebuah pelukan hangat Gania rasakan saat ini Gama memeluk tubuhnya dengan erat sambil mengelus rambutnya dengan lembut.


" Dia anak kita, maaf sudah membuat mu ketakutan, aku antar ya," Ucap Gama lembut.


Apa dia keterlaluan menyiksa kebutuhan batin suaminya tapi itu semata-mata ia lakukan untuk mengingatkan suaminya agar tidak lagi berbohong. Ia mendongak keatas menatap Gama dengan senyum.

__ADS_1


__ADS_2