
*Dua puluh tahun yang lalu*
Di Sebuah tempat taman bermain lebih tepatnya alun alun desa, di sekitar area itu telah di padati para pengunjung yang datang kesana ingin menikmati weekend bersama keluarga. Tampak terlihat sepasang suami istri beserta anak semata wayangnya itu terlihat sangat bahagia menikmati suasana pemandangan indah nan sejuk di taman tersebut.
Ya mereka adalah Wijaya bersama istri nya Hanum dan putranya gama Aditya Wijaya yang sangat tampan. Wijaya meluangkan waktu nya untuk membawa keluarga kecil nya berlibur ke sebuah desa asri. Padatnya jadwal pekerjaan Wijaya di kota membuat ia jarang mempunyai waktu berkumpul bersama anak istri nya. mereka pun mengunjungi sebuah taman yang letaknya tak jauh dari lokasi villa penginapan.
"ibu.. aku ingin berfoto di sana boleh ?" bocah sepuluh tahun itu turun dari kursi nya lalu mengalungkan kamera miliknya di leher mungilnya. menunjuk kearah spot taman yang indah untuk berfoto kepada ibunya.
Hanum tersenyum gemas dengan putranya itu, sikap nya yang sudah seperti anak remaja, periang dan mandiri walaupun baru berumur sepuluh tahun. " Boleh, tapi jangan jauh-jauh oke" Hanum mengacak ngacak rambut gama gemas.
"makasih ibu, dah.. ayah" bocah tampan itu pun mencium pipi Hanum tak lupa melambaikan tangan pada ayahnya dan segera berlari meninggalkan kedua orang tuanya.
"kau lihat mas putramu sudah tumbuh remaja" seloroh Hanum terkekeh kecil setelah kepergian gama.
"kau selalu memanjakan nya sayang, sampai kau lupa dengan suamimu yang tampan ini, karena putra kita sudah pergi sekarang saatnya giliran kita menikmati waktu berdua sayang" Wijaya duduk bersebelahan dengan istrinya itu pun langsung merangkul Hanum dengan mesra. mengecup kening Hanum dengan lembut. Wijaya mencurahkan semua kasih sayang nya kepada istri tercinta.
"kamu gak pernah berubah mas, makasih ya mas"
Hanum merasa sangat bahagia memiliki suami yang sangat mencintai nya. Hanum melepas pelukan suaminya, lalu ia membongkar bekal makanan yang sengaja hanum packing tadi di villa sebelum berangkat. untuk menemani weekend nya di taman. Wijaya merasa sangat bersyukur memiliki istri secantik Hanum. Baik hati penurut dan bisa segala nya. kini mereka pun menikmati weekend di temani makan romantis dan suana indah di taman. sampai melupakan putra semata wayangnya.
Gama yang sedang asyik berfoto menggunakan kamera miliknya, berjalan mengelilingi area taman mencari spot untuk memotret pun menghentikan langkahnya. gama memakai celana levis, shirt polos di balut kemeja panjang, dan shoes sneakers nya. membuat style gama di usia sepuluh tahun itu terlihat keren layaknya anak remaja.
Gama mengedarkan pandangannya di sekitar jalanan taman mencari asal suara tangisan seseorang. Seketika menoleh kesamping menangkap sosok gadis kecil berusia lima tahun itu duduk menunduk menangis tersedu-sedu, di samping tanaman bunga rimbun.
__ADS_1
" hey, cantik kenapa kau menangis". gama menghampiri gadis kecil itu berlutut lalu menyentuh bahu nya lembut menatap intens gadis kecil yang berkulit putih rambut panjang memakai gaun bergelombang, hairpin lucu menghiasi poninya. namun wajahnya tertutup oleh kedua tangan nya di lipat di lutut.
Gadis kecil itu mendongak menatap anak laki-laki tampan di depannya mengembangkan senyuman. " Aku tidak boleh belmain sama meleka kak hiks..hiks.." tangisnya tersedu-sedu, lalu mengelap ingus nya menggunakan ujung gaun miliknya. sontak hal tersebut membuat gama kecil semakin gemas melihat nya.
"Siapa bilang, Biar aku hajar mereka yang melarang mu bermain disini kau jangan takut ya" kedua tangan gama mengusap sisa air mata di pipi gembul itu dengan lembut, menyelipkan kebelakang anak rambut gadis imut itu supaya tak menutupi wajah gemas nya.
"lihat lah anak miskin itu pura pura menangis supaya banyak orang yang mengasihaninya"
"iya dasar anak miskin, anak miskin anak miskin!" suara sorakan anak-anak kecil di sana.
"hey kau jangan mau berteman dengan nya, dia itu pembawa sial dan miskin kau hanya di manfaatkan, sungguh rendahan sekali padahal kau orang kaya mau mendekati si miskin itu"
ketika gama berhasil menenangkan gadis kecil itu dan membawa duduk di kursi taman. Telinganya sangat panas dan geram mendengar suara hinaan di ucapan beberapa anak-anak lain yang berkerumun tak jauh dari mereka.
"Kak, aku tatut" tampak berkaca-kaca bulir bening mengumpul di ujung matanya.
"kakak hanya sebentar jangan takut ya". mengusap lembut rambut gadis kecil itu gama berjalan mendekati segerombolan bocah kecil di seberang jalan.
"hey kalian jika tidak bubar sekarang, akan ku patahkan kaki kalian semua, cepat pergi dari sini!" bentak gama dengan lantang penuh emosi melotot tajam horor kearah mereka, sontak membuat bocah bocah tersebut bergidik ngeri dan bubar kalang kabut melarikan diri.
"wah kakak hebat" dengan wajah gemasnya gadis kecil itu bersorak bertepuk tangan kecil melihat sikap berani kakak laki-laki barunya. usia lebih tua darinya ibarat kan jadi Kakaknya.
"kau merasa senang tidak?" tanya gama kecil duduk di sebelah gadis cantik itu.
__ADS_1
"cangat kak, kalena aku tidak punya kakak yang bica membelaku caat meleka mengganggu ku!" lirih nya menunduk sedih.
"Aku Gama dan mulai sekarang aku jadi kakak mu sekaligus?" menjabat tangan kecil itu.
"Aku Gania putli kak, benalkah kakak mau jadi kakak ku" menurut dan raut wajah berbinar tersenyum lebar kini Gania punya seorang kakak.
"Namamu cantik Gania, mulai sekarang kau adik kak gama, ayo kita berkeliling dan foto" gama dengan gemas mencubit pipi cuby gania mengacak ngacak rambut Gania lembut. sekilas mencium pipi imut itu. Entah kenapa gama sangat menyukai anak kecil ini dan ingin melindunginya.
"Tapi nanti beli eclim ya kak" Gania merasa sangat senang mempunyai teman baru yang sangat baik menurutnya, sebelum nya gania tidak pernah mempunyai teman yang mau berdekatan dengan nya apalagi sampai membela nya, ia sering menyendiri dan tak jarang dirinya di kucilkan.
"Tentu, kakak akan membeli sepuluh es krim untuk mu cantik, tapi kamu harus mau temani kakak jalan jalan dan berfoto ya"
gama menggandeng tangan kecil nan mungil itu untuk mengikuti langkah nya, Gania pun menurut mereka berjalan beriringan dengan ceria tersenyum lebar Gania menoleh melihat kakak baru itu yang sangat tampan. mereka keliling mengitari area taman tak lupa gama berfoto berdua dengan adik barunya. dan diam diam memotret Gania yang terlihat sangat cantik.
" kak ini lezat cekali" Gania memakan es krim dengan lahap dan belepotan di bibirnya.
Setelah berkeliling gama kecil mengajak Gania membeli es krim di pinggir jalan sekitar taman dan duduk di kursi taman. ia gemas melihat gadis kecilnya belepotan.
"pelan Pelan sayang makan eskrim nya, lihat pipimu belepotan" mengambil sapu tangan kecil di saku celananya lalu mengelap pipi cuby dan bibir kecil itu lembut tak lupa mengecup gemas pipi adik barunya.
"makacih ya kak, mau beliin eclim untuk Gania" memakan eskrim nya menoleh kearah kakak yang baik itu tersenyum lebar mengerjapkan matanya.
"iya Gania cantik, kamu merasa bahagia". balas gama kecil mengelus pucuk kepala gadis kecil itu gemas. Gania pun mengangguk dan tersenyum ceria.
__ADS_1
...jangan lupa like komen favorit hadiah ππ tinggal kan jejak kalian ya guys π jika banyak kekurangan di novel pemula seperti saya...