
Berkat kegigihan dan kerja keras gama selama ini melakukan penyelidikan dengan tekun dan hati-hati hasilnya pun berbuah manis. Gama akhirnya berhasil meringkus reza di bantu oleh para petugas Intel negara setempat membekuk reza di gedung perhotelan. tidak ingin mengotori tangannya dengan memberi hukuman kepada reza, gama memilih menyerahkan reza kepada pihak kepolisian dan anggota Intel yang berwenang menghukum reza dengan tindakan hukum yang berlaku.
Serapat-rapatnya menyembunyikan bangkai maka suatu saat pasti akan tercium baunya juga. karma selalu berpijak bagi orang yang kejam dan tak berhati nurani apapun itu alasannya.
Setidaknya setelah ini almarhum ibunya hanum bisa pergi dengan tenang di atas sana dan gama bisa melanjutkan hidupnya dimasa depan dengan keluarga kecilnya.
Apalagi keberadaan gania di sampingnya saat ini menjadi pelengkap kebahagiaan nya. Puji syukur gama panjatkan kepada sang pencipta ia masih di beri kesehatan dan bertahan hingga saat ini, di tambah kehadiran buah hati di tengah-tengah mereka yang akan menjadi penerus pewaris tunggal Wijaya Crop lengkap sudah kebahagiaan keluarga besar Wijaya.
" Ibu apa kau bahagia sekarang, semoga kau tenang di sana dan bahagia bu, aku sudah berhasil membalaskan rasa sakit ibu waktu itu, aku berhasil membuat mereka yang tega mengambil ibu dari kami merasakan sakit yang sama ibu rasakan, aku tidak membunuhnya bu, aku tidak mengotori tangan ku ini, semua itu berkat ibu, aku menyayangi mu ibu" gama bergumam ia segera menyeka air matanya sebelum ada yang melihat nya menangis.
Sepanjang perjalanan gama hanya menatap kearah luar jendela mobil tanpa mengeluarkan sepatah katapun. sedangkan andre sibuk membayangkan wajah vivi yang manis memenuhi benaknya. Vicky fokus menyetir mobil nya sesekali ia melirik tuan gama yang membisu.
" Anda baik baik saja tuan ?" Vicky cemas bosnya yang terlihat gusar.
" hm, aku tidak apa-apa. percepat mobilnya aku ingin segera bertemu istriku, " titah gama kepada Vicky kemudian menengok kebelakang " apa di kepalamu itu cuma ada perempuan saja ndre " Sindir gama membuat andre berhenti berkhayal.
Andre mendengus kesal, gama membuat imajinasi nya bersama vivi terputus di tengah jalan gegara ucapan gama mengagetkan dirinya.
__ADS_1
" Apa kau lupa aku ini seorang predator hawa yang tidak bisa semenit saja tanpa memikirkan belahan jiwa ku bro. kau tidak melupakan ucapan mu tadi kan ?" andre mengingat kan gama akan perjanjian tadi sebelum menangkap Reza di hotel. sambil menyandarkan kepalanya di kursi jok. " ohoho sayang ku tunggu lah abang datang" andre bersenandung kecil dengan pedenya.
Vicky mengatupkan mulutnya menahan tawanya. Gama tetap terdiam namun batinnya tertawa geli, bagaimana bisa ia mempunyai sahabat gesrek seperti andre yang tidak punya malu. tapi, ada positifnya setidaknya ia cukup terhibur dengan sikap absurd andre.
Hening
.
.
ceklek.
" sayang " seru gama kehadirannya disana mengejutkan semua orang yang ada di dalam ruangan dan menatap kearah nya.
" kak gama" seru gania dengan wajah sumringah melihat gama yang berdiri di ambang pintu.
Gama berjalan mendekat dan memeluk erat istrinya yang terduduk di ranjang pasien sambil mengecup lama puncak kepala istrinya dalam." bagaimana keadaan mu sayang. sudah lebih baik " ucap gama kepada gania.
__ADS_1
" Hem, aku sudah baikan kak" gania menelusup kedalam dada bidang gama sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang sispack suaminya.
Mereka saling melepas rindu nya dengan berpelukan hangat tanpa mempedulikan keberadaan yang lainnya di ruangan tersebut.
" Syukurlah kak sudah kembali, aku pikir kakak akan lama datang kesini ya, tidak ada yang luka kan ?" ucap gania seraya mendongak menatap lekat manik mata gama yang indah, bibir tipis nan seksi, hidung mancung, semua yang ada di suami nya sungguh ia sangat merindukan itu semua.
Wijaya maupun yang lainnya terdiam dan membiarkan kedua insan yang tengah mencurahkan kerinduan tersebut dengan tenang. meski mereka harus berpura-pura tak melihatnya.
Kedua tangan nya menangkup pipi chubby gania lalu meletakkan kepala gania di cekeruk leher nya sambil mengesek dagunya lembut dipuncak kepala istrinya. " ini semua berkat doa darimu sayang, aku baik-baik saja dan berhasil melakukan nya dengan lancar. terimakasih banyak sayang kau selalu berada di sisiku memberi ku semangat dan maafkan suamimu ini sempat melalaikan mu" sesal gama merasa bersalah kepada istrinya sembari mengelus rambut panjang istrinya penuh sayang.
Gania menggeleng cepat tangan mungil nya terulur mengusap rahang mulus suaminya lembut. " aku sudah berkali kali mengatakan padamu kak jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri, aku akan selalu menjadi tameng terdepan untuk melawan mereka yang menyakitimu " ucap gania menatap dalam bola mata gama.
ucapan gania sukses membuat seisi ruangan di penuhi tangis haru. Wijaya yang nampak berkaca-kaca, lilia dan vivi sudah terisak lirih bercampur haru melihat pasangan suami istri di hadapannya. Sedangkan andre yang awalnya santai-santai saja pun akhirnya menitihkan air matanya walau karena tercolok oleh jari telunjuknya sendiri setelah mengucek ke-dua matanya.
" Terimakasih sayang, makasih" ujar gama kepada istrinya. tanpa mempedulikan keharuan yang melanda di sekitar ruangan.
" tapi, serius tidak ada yang luka luka di tubuh mu kan kak, atau biar vivi manggil dokter buat meriksa kakak" ulang gania lagi masih tetap takut terjadi sesuatu kepada suami tercinta.
__ADS_1