Cool But Love

Cool But Love
bab 88


__ADS_3

" bagaimana, apa kau sudah mendapatkan lokasinya? kemana dia perginya, bisa-bisanya menghilang tanpa jejak" tanya Wijaya pada feri yang sedang mengotak ngatik laptop nya melacak keberadaan gama yang belum ketemu.


" belum tuan sulit sekali melacaknya, tuan gama sepertinya sengaja menonaktifkan lokasi agar tidak ada yang bisa meretas jaringan koneksi nya tuan" jawab feri sigap. saat ini feri sudah di mansion Wijaya setelah mendapatkan kabar gama yang menghilang.


" ya Tuhan, jika menang benar sepeti itu, maka kita tidak bisa menghubungi nya sebelum dia mengabari kita. atau jangan-jangan hari ini dia bertunangan dengan Ren dan..?"


"...." feri terbengong.


" Oh God, gama!" pekik Wijaya berteriak mengusap wajah nya dengan kasar." dasar teledor kenapa tidak memberitahu ku, setidaknya ayah mu ini bisa mencegah istrimu biar tidak pergi. arrh!" ucap wijaya frustrasi memijat pangkal hidung nya, kepalanya tiba-tiba berdenyut nyeri memikirkan keselamatan menantu dan cucunya.


Melihat kepanikan tuan wijaya feri pun ikut dan langsung menutup laptopnya. feri yang kebingungan hanya menatap wijaya terpaku.


Hening


Di saat ke-dua nya tengah sibuk dalam pikiran masing-masing dan di landa kepanikan. berada detik berikutnya Wijaya melihat feri mematung justru semakin kesal.


" feri cepat siapkan mobil kita ke apartemen gama sekarang" sentak wijaya membuat feri terlonjak kaget dan langsung berdiri.


" Baik tuan" gagap Feri yang langsung segera berlari mengejar langkah wijaya yang berjalan keluar duluan.


Di sisi lain


" Bagus kalian tetap pada posisi masing-masing jangan sampai lengah terus kendalikan situasi di gedung, sebentar lagi aku kesana" ucap gama melalui earpond di telinganya. memantau hotel reza melalui jendela kaca apartemen nya saat ini.


Saat ini gama sedang berada di sebuah kamar apartemen yang letaknya tak jauh dari tempat gedung hotel yang di tempati Reza. ia sengaja memantau dari tempat nya saat ini. setelah dua hari memutus koneksi dengan semua orang untuk mengalihkan perhatian dari Reza.


" Sebaik nya kita segera kesana sekarang" ucap gama lalu kembali membuka koneksi nya lagi.

__ADS_1


" baik tuan" balas Vicky.


Betapa terkejutnya gama saat melihat banyaknya panggilan masuk dari ayahnya di ponselnya diapun langsung berdiri dari duduknya.


" ada apa tuan" tanya vicky cepat saat melihat kepanikan di wajah bosnya.


" lima puluh panggilan tak terjawab dari ayah "


" what" pekik vikcy.


" diamlah aku sedang menghubungi ayah" sentak gama. sambil memegangi ponsel di telinganya sembari berjalan mondar mandir di ruangan.


" ayolah ayah cepat angkat, hais dia lagi ada dimana sebenanya, kenapa tidak mengangkatnya" gerutunya sambil menggigiti kuku kukunya.


" ayah ada dimana sekarang? istriku baik baik saja kan ayah jangan biarkan dia keluar dulu untuk saat ini itu bisa membahayakan keselamatan nya.." cecar gama pada ayahnya.


Gama menjauhkan ponselnya dari telinga saat mendengar omelan ayahnya. berapa detik berikutnya ia berteriak keras.


" What! Apa ayah bilang istriku pergi ke mall "


" iy..". Tut..Tut..Tut.. gama mematikan panggilannya sepihak. Wijaya yang di sebrang sana nampak kesal.


Gama mengusap wajahnya dengan kasar. iapun merasa frustasi dan bersalah sudah mengabaikan istrinya begitu saja dua hari ini. gama sangat menyesali perbuatannya.


Vicky membisu tak berani berucap sama sekali ia juga kebingungan harus berbuat apa saat melihat bosnya sedang frustasi takut tindakannya membuat bosnya semakin marah.


" Ada bro" tanya Andre setelah mengangkat panggilan dari sahabat nya gama.

__ADS_1


" Apa benar tante lilia hari ini bertemu gania di mall" tanya gama tak sabaran.


" tidak bro, Tante lilia lagi di dapur bersama Vivi"


" apa!"


" memangnya ada apa bukankah hari ini kau tunangan bersama reni di gedung " tanya andre panik.


" Sial istriku di jebak seseorang untuk datang ke mall dengan mengkambing hitamkan tante lilia"


" apa!" pekik andre terlonjak kaget turun dari sofa.


" iya gania di culik kau bantu aku awasi perkembangan di hotel aku akan menjemput istriku" pinta gama.


" meluncur bro" tut. tut. panggilan terputus.


"kita mall sekarang beri tahu mereka kita datang terlambat " sarkas gama segera melangkah lebar keluar dari ruangan menuju mall.


" Siap tuan " Vicky pun langsung berlari kecil mengikuti langkah bosnya dari belakang sambil menghubungi anak buahnya yang berada di gedung hotel.


Setibanya di parkiran meraka bergegas memasuki mobilnya. kali ini gama yang mengambil alih kemudi nya agar lebih cepat sampai ke tempat istrinya di mall. Dengan kepanikan dan persaan cemas gama semakin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Berapa menit di perjalanan akhirnya gama dan kelima anak buahnya sampai di mall. untung saja waktu itu gama sempat menyelipkan alat deteksi ke ponsel istrinya jadi memudahkannya untuk menemukan lokasi titik keberadaan sang istri. Sebelum turun gama mengambil sesuatu di bawah jok kemudinya dan memasukannya ke saku jas paling dalam.


kini mereka mulai bergegas memasuki gedung mall tersebut. Gama mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencarinya dengan berpencar, ada yang mencari ke bagian lantai dasar ada yang di bagian lantai dua, sementara gama dan Vicky menuju ke lantai dua dan bagian pertokoan pakaian bayi.


" baiklah jika kalian sudah mengerti cepat berpencar " perintah gama menggebu-gebu rahangnya mengeras. dia beserta Vicky segara pergi menuju lantai lantai atas.

__ADS_1


Dapat di lihat wajahnya sangat merah padam sorot mata elangnya kembali menyala dengan melangkah lebar dan tatapan nyalang gama menajamkan kedua netranya keseluruh penjuru ruangan luas mall tersebut.


__ADS_2