
Berapa hari berlalu sejak bertemu ayah gama Gania tak mau ambil pusing ia fokus dengan mengurus si tuan mesum itu semakin membuat nya kesal, tapi juga sebaliknya keinginan Gania terkadang membuat gama tak bisa berkutik menolak nya.
Dua pasangan sejoli belum terikat pernikahan itu, sedang melakukan sarapan pagi bersama di apartemen. Gama selalu patuh ketika di hadapkan dengan gadis cantik yang sedang hamil itu.
"Sayang sudah ya, aku kekenyangan nanti, kasian si Vicky menunggu terlalu lama" mohon gama seperti anak kecil merajuk pada ibunya tak mau menghabiskan sarapan.
Gania bertumpu dagu sangat gemas melihat pria di hadapan nya memelas padanya karena di paksa menghabiskan tiga piring makanan.
"umh, tapi aku masih ingin melihat kak gama memakan semuanya pliss!" sahut Gania mata bulatnya berkedip kedip, pipi chubby nya mengembung membuat gama semakin gemas ingin menerkam dan membawanya kedalam kamar.
"Huff, baiklah demi dirimu baby dan si junior " Gama menghela nafas berat menuruti kemauan Gania.
"Tapi kau harus memberi vitamin padaku sayang" gama mengunyah nasi di mulutnya sembari menaik turunkan alisnya menatap nakal Gania.
" Hem tidak masalah kak" Gania mengangguk senang namun memicing melihat gama menatap nakal kearah nya. perasaan nya berubah menjadi tidak enak.
"God baby" ujar gama menarik kedua sudut bibirnya. menghabiskan sisa makanan di dalam mulutnya.
Astaga apa lagi yang pria ini inginkan dasar si mesum, selalu saja mencari kesempatan dalam kesempitan, aku juga sebenarnya tidak ingin memaksanya tapi instingku sangat kuat memaksanya makan sebanyak itu. hah... apa begini nasip ibu Hamil. gerutu Gania dalam hatinya.
"hey sayang kau baik-baik saja kan!" gama membisik ketelinga Gania. setelah selesai makan Gama melihat Gania melamun segera mendekati nya. Sontak Gania pun terkejut.
"Eh, kau itu kak mengagetkan ku " Gania reflek memundurkan kepalanya menjauh dari gama mengelus dadanya.
" kau sedang memikirkan apa baby, aku sudah selesai sejak tadi, kau tak menyadarinya Hem" gama duduk bersebelahan menarik bahu Gania agar merapat ke tubuhnya. sebelah tangan nya menahan pipi Gania supaya menghadap kearah nya.
Sontak wajah mereka bertemu, Gania sejenak memejamkan matanya merasakan hembusan nafas mint menyegarkan gama mengenai wajahnya, rasanya sangat hangat mengalir ke seluruh tubuhnya.
Gama mengulum senyum ketika melihat Gania memejamkan mata, terlihat semakin seksi dan menggoda, membuat gama bergairah merasa gejolak hasratnya timbul dan berpikir liar. namun gama berusaha menahan, lebih ke ingin menikmati momen indah ini.
__ADS_1
"Bukalah matamu, Kau sengaja menggoda ku sayang!" bisik gama menyesap bibir manis itu sekilas.
"ah, apa yang kau lakukan kak" Sontak Gania matanya melebar memundurkan wajah nya, jari mungilnya menahan dada bidang gama yang ingin mendekat ke wajah Nya.
"Kau menggoda ku sayang, jadi aku menerimanya dengan senang hati" gama menaikan sebelah alisnya, ia menahan tengkuk dan pinggang Gania supaya tidak terjatuh ke belakang.
Gania tak habis pikir padahal dia hanya memejamkan mata tapi di bilang menggoda dasar otak mesum.
"Oh ya ampun kak, sudah sana cepat berangkat nanti kesiangan loh" sahut Gania membuang muka. tak kuat melihat wajah gama terlihat sangat cool dan tampan ketika menatap dirinya mesum.
" Kau tidak melupakan janjimu tadi, vitamin baby" ucap gama menarik tubuh Gania agar mendekat ke tubuhnya, tangan nya pegal menahan tubuh Gania, karena berat badan Gania bertambah.
"tapi tadi kan sudah kak, kasian Vicky menunggu sejak tadi" Gania menggeleng ketika tubuhnya menabrak dada bidang gama.
"Itu bukan vitamin mu tapi vitamin ku untuk mu baby" gama merangkul pinggang Gania erat.
"tapi kak it..." ketika Gania berusaha menolak, bibir kenyal nan seksi milik gama mendarat mulus di permukaan bibir nya.
"Eempph" sontak matanya melebar namun hanya sebentar setelah nya gania memejamkan mata, tak kuat menahan gejolak di dalam tubuhnya menerima sentuhan lembut yang gama berikan.
"Kau terlihat seksi sayang" bisik gama di sela ciumannya lalu kembali mencium, ******* lebih dalam bibir manis itu. perlahan tangan nya menyelinap masuk kedalam kaos oblong Gania meremas buah dada nya gemas.
Gania semakin menegang tubuhnya bergetar hebat ketika gama meremas buah dadanya. ingin menolak tapi terlalu nikmat ia rasakan tak sadar suara indah keluar dari bibir mungil Gania.
"eungh kak" Gania melenguh menahan hasratnya.
Gama yang awalnya terpejam menikmati kegiatan nya. membuka matanya ia tersadar akan pergi kekantor, ia menatap Gania yang menahan hasratnya gama semakin gemas ia pun berusaha menahan gairah nya.
"Maaf sayang aku tidak bisa menahan, jika saja tidak kekantor aku akan menghabisimu baby" bisik gama melepas ciumannya menurunkan kaos Gania yang naik keatas karena ulahnya. mengelap sisa salivanya di bibir gadis nya.
__ADS_1
"hah, ish dasar " Gania memukul dada bidang gama memalingkan wajahnya yang sudah semerah tomat karena malu menahan hasratnya. bisa bisa nya pria ini membuat dirinya terbuai melupakan segala nya.
"Pffff kenapa malu, aku menyukai mu seperti tadi" seloroh gama tertawa gemas mengerling nakal, sembari merapikan jas miliknya.
Tanpa mereka sadari ada seorang pria yang menahan kekesalan nya melihat adegan bosnya, dirinya sejak tadi menunggu namun ketika datang keruang makan justru di suguhkan pemandangan menggelikan.
"Ehem...!". Vicky berdehem keras.
"Eh Vicky" Gania menoleh kearah Vicky.
" pfff, Sorry jobli kau menunggu lama" gama beranjak dari duduknya.
"Kak! sudah cepat berangkat sana" sentak Gania melototi gama ia merasa kesal pria ini suka seenaknya manggil bawahannya itu.
"iya baby aku berangkat" gama berjalan beriringan sampai di bibir pintu apartemen tak lupa mencium bibir Gania sedikit menyesapnya. mengacak ngacak rambut Gania gemas.
" Di sini masih ada manusia woy!" teriak Vicky berdiri di depan pintu lift tanpa ingin melihat bos gila nya itu.
"Kau lihat sayang jomblo abadi nya marah hahaha!" gelak Gama keras menyindir asisten nya yang lurus itu.
"Astaga kak!" ucap Gania kesal menggelengkan kepala melihat dua pria itu.
"ya sudah aku pergi sayang da..." balas gama melambaikan tangan kepada Gania ketika masuk kedalam life.
"da..." Gania tersenyum manis membalas nya. lalu kembali kedalam apartemen, Gania segera membereskan piring kotor bekas sarapan mereka tadi. Ia juga mempersiapkan diri tak lupa bersolek, entah kenapa Gania ingin mengantar bekal makan siang ke kantor gama. Niatnya tadi ingin memberitahu tapi gara gara kenakalan gama berujung lupa segalanya.
" Kau sudah mengabari tim kita" tanya gama ketika di dalam lift apartemen. mereka hari ini rencananya akan melakukan pertemuan penting bersama anggota nya.
"Sudah tuan, mereka akan datang nanti! Tapi..." Jawab Vicky dengan tegas namun juga ingin memberi tahu soal kabar yang Vicky dapat tadi pagi tapi ia tak melanjutkan ucapannya Ketika gama menoreh kearah Nya menatap tajam.
__ADS_1
...jangan lupa like komen favorit hadiah π tinggal kan jejak kalian ya π love you π₯°...