Cool But Love

Cool But Love
bab 84 cek-cok


__ADS_3

" Apa aku terlihat meragukan kak" tanya gania mengangkat sebelah alisnya, apa suaminya itu tidak percaya dengan nya.


Gama tidak mengira istri kecilnya sangat menakutkan ternyata. saat melihat ekspresi sinis gania.


" tidak. kau sangat menarik" jawab gama tersenyum smirk. gania tersenyum miring menatapnya ia sudah tak sabar ingin memberi pelajaran untuk reni. kemudian mereka bergerak menuju ruangan di ujung sana.


wow bakalan terjadi perang dunia para wanita seperti nya batin Vicky kemudian bergerak mengikuti langkah bosnya.


"Wow! hebat sekali.." seru gama dengan suara keras saat tiba di ruangan, ia menatap jijik kearah calon tunangan sekaligus musuhnya tersebut.


bruaak


Map yang di pegang reni terlepas dan jatuh berterbangan ke lantai. saat suara seorang yang begitu di kenalinya menggema di ruangan tersebut. memutar tubuhnya kebelakang begitu terkejutnya reni melihat tunangannya bersama kedua asisten nya berada di hadapannya.


"kalian lihat ini, dia itu tunangan saya dan saya akan menjadi nyonya ceo kalian disini" ucap reni percaya diri seraya menujuk kearah wanita berseragam. sambil mengatur pernapasan nya untuk menghilangkan kepanikan di wajahnya. " gama, mereka semua jahat sekali, sudah menuduhku yang tidak-tidak dan mengusir ku dengan kasar" ucapnya lagi seraya mendekat kearah gama. ia cukup terusik melihat kedua orang di depannya itu bergandengan tangan.


Kedua tangan nya terkepal kuat bola matanya menatap sengit dan tajam kearah reni. sementara semua karyawan kantor di sana menundukkan kepalanya tidak berani mengeluarkan sepatah katapun.


" Tidak tahu malu sudah ketauan mencuri masih tetap pura pura merasa paling teraniaya " ujar gania menarik sudut bibirnya. tanpa melepaskan genggaman tangannya dari gama.


" apa kau bilang, seharusnya kau sadar gania, kau itu hanya asisten tunangan ku saja, jadi. jangan sombong. dan iya, cepat lepas tanganmu itu darinya" pekik reni terkejut. seakan tertampar oleh ucapan gania yang sangat pedas dan berani.

__ADS_1


Tanpa ingin membatu atau melerainya gama membiarkan istrinya untuk menunjukkan aksinya sampai dimana gania mampu melawan reni. kedua sudut bibirnya tertarik keatas menatap istrinya mempercayakan semua nya pada sang istri.


Vicky geleng-geleng kepala melihat tingkah laku bosnya itu, sambil menikmati adegan life di depan matanya.


"Cih, dasar wanita tak berkelas, aku pikir anda berpendidikan ternyata dugaan ku salah, anda hanya seorang wanita cantik yang di minati puluhan laki-laki hidung belang, hanya demi memenuhi sosialita sampai-sampai mencuri di kantor tunangan nya sendiri" sindir gania dengan sinis. bukan tanpa alasan ia melontarkan kata-kata pedas tersebut, berharap reni menyadari kesalahan yang di perbuatnya.


deg


Emosinya semakin meradang, kepalanya seakan pecah, hatinya terasa perih tersayat pisau. tak di sangka nya sindiran pedas gania mampu melukai hatinya.


"Kau...!" menatap nyalang kearah gania.


Tak.tak.tak.


bruuk..


"aw.." pekik reni meringis memegangi kedua lutut nya sambil beranjak berdiri merapihkan pakaiannya yang kusut.


" Kau tau reni saya sangat membenci para tikus kecil berkeliaran di kantorku" ucap gama penuh makna menatap sengit reni.


" Ingatlah nona reni, saya mungkin miskin tapi tidak serendah anda" kata gania pada reni.

__ADS_1


Harga dirinya seakan di injak-injak oleh kedua orang di depannya itu. Menatap penuh selidik kearah gania, gama bergantian. pikirnya Meraka seperti sepasang kekasih? tapi mustahil itu tidak mungkin.


" Terserah kalian saja menuduhku tanpa bukti, tapi sungguh gama aku tidak mencuri kau bisa periksa tubuhku ini. aku kesini hanya ingin bertemu dengan mu untuk menentukan hari pertungan kita" rayu reni berpura-pura mengalah. bukan waktu nya untuk melawan lebih baik menggunakan rencana B di saat kepepet.


Gama menyuruh Vicky membubarkan karyawannya agar mengosongkan ruangan tersebut. menghindari penyebaran gosip miring di kantor nya.


" Kau begitu ambisius reni, akhir minggu ini acaranya di selenggarakan. apa kau sudah puas" ucap gama dengan wajah dinginnya.


" Tentu saja sayang. kau begitu berharga dan istimewa. jadi, kau butuh pendamping secantik diriku" balas reni sumringah seraya mendekati gama. tidak menyadari bahwa yang terjadi esok adalah hal terburuk untuk nya.


Maju selangkah menggeser tubuhnya kesamping dengan kilat berdiri menjadi tameng di depan gama untuk menghadang reni yang ingin mendekati suaminya.


" Tidak ada sentuhan sebelum sah bertunangan. dan ingat nona lebih baik anda segera pulang mempercantik diri untuk acara nanti" kedua tangan nya di angkat kedepan menahan tubuh reni. pikirnya tak semudah itu bisa menyentuh suaminya.


Dengan memasukan ke-dua tangan nya ke saku celananya bibirnya tersenyum simpul. melihat ketangguhan istrinya. " God sayang, lanjutkan nanti kuberi bonus" bisiknya sangat pelan. tentu hal tersebut membuat gania menurunkan tangannya seketika.


" Astaga, aku tidak akan menyentuh dia hanya ingin menciumnya saja, apa hak mu mengatur hubungan kami" pekik reni dengan wajah kesalnya.


" kau tau kan pintu keluarnya, jadi pergilah " sahut gama cepat.


" cukup aku sudah tau" ucap reni menatap kesal gama." sial awas saja kau gania aku akan membalas mu" umpatnya dalam hati melenggang pergi dari ruangan gama.

__ADS_1


Gania terdiam menatap punggung Reni yang mulai menghilang dari pandangan nya. berbeda halnya dengan gama menatap kearah punggung istrinya yang berada di depannya dengan tatapan mesum.


__ADS_2