
Didalam ruangan manajer, usai membersihkan tubuhnya, gama kembali bekerja mengecek pekerjaan kantor melalui laptop miliknya.
"Permisi tuan, ini berkas yang anda minta" ucap Vicky setibanya di ruangan gama dengan menyerahkan berkas di atas meja gama.
Gama sedang fokus pada laptopnya menoleh dan mengambil berkas yang di bawa oleh Vicky. kemudian memeriksa satu persatu berkas tersebut.
"Oh ya Vicky, apa kamu tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku...?", ujar gama tanpa melihat asisten nya, dengan tetap melakukan pekerjaan nya.
"Em, maaf kan saya tuan, bukanya saya tidak ingin memberi tahu anda jika ayah anda sudah tiba di Jakarta. Tapi tuan Wijaya yang meminta saya untuk tidak memberi tahu anda tuan. Saya hanya menjalankan perintah saja" ucap Vicky menjelaskan panjang lebar.
"CK" gama berdecak kesal. " Ingat Vicky jika kau berbohong kau tau apa yang akan saya lakukan" ucap Gama menoreh ke arah Vicky dan menatap tajam.
"Tidak tuan..! mana berani saya berbohong" balas Vicky, nyalinya menciut saat di tatap tajam oleh bos dingin nya itu.
dasar pria kutub, pantas saja tidak ada yang mau menjadi kekasihmu bos. kau itu dingin sekali bos hahaha.. Vicky membatin dengan riang.
"Apa agenda ku hari ini? " gama bertanya sambil tetap fokus ke laptopnya.
"hanya meeting pagi ini, dan memeriksa ulang berkas yang belum anda periksa, Oh ya satu lagi, tuan Wijaya meminta anda untuk makam malam di mansion". jawab Vicky.
"Baiklah, kau siapkan berkas buat meeting kali ini dan periksa ulang dengan teliti" titah gama yang masih fokus dengan pekerjaannya.
ada apa lagi ayah menyuruhku makan di mansion? gama membatin bingung.
" semua sudah beres saya periksa dari semalam tuan, tinggal melakukan meeting nya saja". ucap Vicky dengan cepat ia sudah menyiapkan materi meeting di benda pipih ia pegang.
"Baiklah, ayo keruang meeting sekarang.." gama beranjak dari duduknya merapihkan dan mengancingkan jasnya. kemudian mereka berdua keluar menuju ruang meeting.
Kini mereka berada di ruang meeting, ketika gama dan Vicky sudah berada di meja meeting, semua anggota kepercayaan gama pun berkumpul, siap melakukan meeting nya.
Dengan tegas gama menjelaskan tentang hasil penjualan produknya dan bagian keuangan perusahaan dan bagian divisi lainya. Gama meminta orang kepercayaan nya agar tidak melakukan kesalahan ataupun kelalaian.
" saya tidak mau ada kesalahan apapun" tegasnya. Yang berani bermain api maka gama tidak segan untuk menghabisinya.
Dengan detail menjelaskan masalah meeting nya hari ini. kini waktu berlalu begitu cepat. mereka mengakhiri pertemuan nya.
****
__ADS_1
Di mansion
Gama yang sudah berada di mansion ayahnya kini mereka sedang melakukan makan malam bersama, dan para pelayan yang setia melayani tuanya di meja makan seperti saat ini.
"Silahkan di makan tuan." ucap bibi Inah setelah selesai membawa berbagai macam masakan ke meja makan. bi inah pelayan mansion mereka sejak dulu.
"Terimakasih bi...!" ucap Wijaya. Mulai memakan hidangan di depanya.
Gama hanya terdiam lalu mulai melahap makanannya, Suana hening menyelimuti di ruangan itu.
"Gama...! Minggu depan kita akan bertemu dengan keluarga teman ayah, kita makan malam bersama". suara Wijaya memecah keheningan.
Prang.....! gama menjatuhkan sendok dengan keras menimbulkan suara nyaring.
"Lalu apa hubungannya denganku ayah" ucap Gama menatap ayahnya, gama tidak berselera untuk makan.
"Kamu harus ikut gama, karena ayah ingin mengenalkan mu dengan anak teman ayah.Tidak ada penolakan, ayah harap kamu mengerti maksud ayah" ucap Wijaya tegas menatap wajah anaknya satu satunya itu, yang sudah berumur 30 Tahun mapan tapi belum menikah.
" Aku tidak janji" ucap Gama lalu beranjak dari duduknya meninggalkan ayahnya di meja makan.
Wijaya menghela nafas berat. "kau tidak pernah berubah gama", gumamnya pelan.
Di restoran mewah terkenal di kota Jakarta. para pelanggan yang ramai datang dan pergi menguras tenaga para karyawan nya.
"huff...."Gania menghembuskan nafas dengan kasar.
"Kenapa banyak sekali pelanggan hari ini ya Vi ?"
"Entah lah, tubuhku rasanya remuk" keluh Vivi.
mereka pun di kursi untuk menghilangkan lelahnya.
Di salah satu meja restoran terdapat seorang wanita sedang berkumpul bersama teman-teman nya.
"Cepat kau pesan makanannya.! " titah Reni kepada sahabatnya.
"CK...!, kau itu kenapa menyuruhku kau kan yang mentraktir kita, kau sajalah Reni aku lagi sibuk nih" sambil memainkan ponsel nya. jawab sahabat reni.
__ADS_1
"Dasar kau itu, ah gak asyik..! " Reni kesal lalu memanggil writer restoran. Tak perlu menuggu lama writer pun datang menghampiri mereka.
"Selamat datang di tempat kami " sapa Gania membukukan hormat, "kakak ingin memesan apa". Gania bertanya dengan ramah pada Reni dan teman temannya.
sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana ? Gania diam diam menatap Reni dengan mengingat sesuatu.
"Aku pesan kimchi, kebab, steak, dan jus juga ya, samakan saja pesanan buat mereka.." ucap Reni menatap Gania sekilas.
Dengan cepat Gania pergi mengambil pesanan para wanita itu. tidak butuh waktu lama kini Gania kembali membawa pesanannya, dengan langkah sedikit tergesa gesa.
Reni yang sedang asyik ngobrol bersama teman-teman nya sampai tertawa terbahak bahak. kemudian Reni ijin sebentar pergi ke toilet sebentar pada temanya, namun belum sempat melangkah.
"Bug, byurr.. prang..!!
Gania sedang membawa pesanannya hendak mendekati meja tiba tiba tidak sengaja menabrak Reni yang ingin berdiri melangkah pergi ke toilet.
"Aawhhh...!! hey ...!! kau apa tidak punya mata bawa makanan yang benar..! dasar tidak becus bekerja ya kau..!!" teriak Reni penuh emosi membuat para pengunjung restoran menatap kearah mereka.
"Maaf kak saya tidak sengaja demi tuhan" ucap Gania merasa bersalah dan takut akan pecat oleh manajernya.
Gania Berusaha meminta maaf dan menjelaskan kesalahannya namun Reni tidak terima. Reni bersi kekeh ingin memanggil manajernya, untuk mengadukan kecerobohan Gania, tak perlu waktu lama kini pak beni pun tiba di tempat mereka.
"Maaf kan karyawan kami nona, saya akan mengganti rugi kepada nona", ucap pak beni menjelaskan.
"Saya tidak mau, yang saya inginkan anda harus memecat gadis tidak becus ini, jika anda tidak memecatnya saya akan menuntut Anda" tekan Reni kepada pak beni.
Pak beni yang merasa takut pun tidak punya pilihan lain dengan berat hati pak beni memecat Gania.
"Gania maaf kan saya, kamu saya pecat hari ini juga...!!!" tegas pak beni.
"Saya mohon pak jangan pecat saya, saya butuh pekerjaan ini". Gania memohon terhadap pak beni agar tidak di pecat.
"Maaf kan saya Gania saya harap kamu paham dan mengerti mulai sekarang kamu boleh cari pekerjaan lain". ucap pak beni, sebenarnya ia juga tak tega tapi takut oleh ancaman nona itu.
Gania tak kuasa menahan air matanya, berlalu pergi meninggalkan restoran, dengan tangan terkepal kuat, tubuh gemetar Gania mencoba kuat untuk menghadapi masalahnya.
Vivi yang melihat sahabatnya itu hanya terdiam, ia bingung harus bagaimana? takut kehilangan pekerjaan juga, akan lebih parah dan tidak bisa membantu Gania lagi suatu saat nanti.
__ADS_1
Reni yang melihat Gania di pecat tersenyum miring merasa puas melihat gadis itu, berhenti bekerja. Tanpa mereka semua sadari dari arah lain ada yang sedang menatap mereka dengan tajam.
...Jangan lupa like ya kk ππ·π...