Cool But Love

Cool But Love
bab 34 mati gaya ulah gama


__ADS_3

Kehadiran lilia membuat tiga pria disana menghentikan tawa nya.


"Gania siapa mereka?" tanya lilia sedikit berbisik melirik kearah dua pria disana, sambil meletakkan buah buahan dan makanan di atas meja kecil.


Saat Lilia pergi keluar sebentar untuk membeli makanan setelah kembali dirinya di kejutkan oleh keberadaan gama di sana. dapat di lihatnya pria berparas tampan berwibawa.


"Em? dia itu.. bibi Kenapa lama sekali membeli buahnya?" membuang muka ke sembarang arah. Gania enggan menjawab pertanyaan lilia. entah kenapa dirinya malas membahas tentang gama.


Gama terdiam berusaha menahan emosi nya. melihat Gania tak mau mengenal kan diri nya. Apa wanita ini tantenya jika benar aku?


lilia menghela nafas pelan. " Baiklah jika tidak mau memberitahu" ucap lilia memahami sikap Gania. lilia pun beralih menatap Andre.


"Tuan, terimakasih sudah menjaga Gania dan menolong kami" ucap lilia merasa bersalah kepada Andre sempat berpikir buruk pada pria itu.


Andre terperanjat mendengar ucapan Lilia.


"Panggil Andre saja tante, tidak perlu sungkan saya tulus membatu gadis cantik ini" balas Andre tersenyum manis melirik gama sinis.


"Baiklah, ini tadi Tante beli makanan buat kalian, tapi cuma beli tiga, tidak tahu kalau orang nya bertambah" lilia memberikan lunch box pada Andre. lalu menatap gama tersenyum kaku. "Maaf tuan sebelumnya, apa anda dan Gania saling kenal?" tanya lilia kepada gama.


"Makasih Tante" balas Andre tersenyum mengejek kearah gama. membuat dua asisten pribadi mereka menahan tawa melihat tingkah andre terhadap gama.


Gama sejak tadi di anggap kasap mata oleh mereka, tetap bersikap tenang tak mau membuat Gadis nya semakin benci pada nya.


"Bibi.. tentu saja aku tidak kenal dengan dia!" Gania mendengus kesal melirik tajam gama.


" Perkenalkan saya gama calon suami Gania Tante" ucap Gama tegas dan sopan mengulur kan tangan nya.


deg


lilia terdiam sejenak keningnya berkerut, namun juga menerima uluran tangan Gama. menatap Gama penuh tanya beralih ke gania.


"what...!". pekik Andre melongo. sial ternyata kau takut aku rebut wanita mu. Andre membatin


"Ya ampun, apa yang kau katakan kak, kau jangan ngarang !" ucap Gania kesal menatap gama sebal lalu memukul gama tak jauh darinya berkali kali meluapkan uneg-uneg selama ini. walaupun dalam hati sangat bahagia namun ia tidak mau menunjukkan nya, takut terluka lagi dengan pria sok cool ini.

__ADS_1


Aldi pun ikut terkejut melongo tapi tidak untuk Vicky ia bersikap santai. "bos mu itu diam diam menghanyutkan" bisik Aldi pada Vicky. dan Vicky hanya mengangguk santai.


Gama menggenggam tangan mungil Gania. " aku tidak mengarang dan bohong, bukan kah dirimu yang pergi dariku sayang" bisik gama di telinga Gania dengan lembut merangkul pundak Gania.


lilia melihat interaksi kedekatan keduanya merasa bingung. jika Gama calon suami nya siapa yang menghamili ponakannya.


"Jelaskan sama saya ada apa sebenarnya, jika dia calon suami mu lalu kau hamil anak siapa? apa dia tahu kau hamil?" tanya lilia.


"lepaskan kak" Gania menepis tangan gama. " bibi sebenarnya...?" ucapan Gania terpotong oleh gama.


deg


"Gania hamil Tante" tanya Gama dengan raut wajah terkejut. aku baru dua kali menyentuh nya dia sudah hamil apa ini ada kaitannya dengan mimpiku hah aku akan jadi Daddy good.


"iya, karena itu Gania di rawat di sini , akhir akhir ini dia sering pingsan, Andre yang membawa nya kesini, apa kau masih mau menerima Gania yang malang ini, saya tidak tau kedekatan kalian seperti apa?" ucap lilia menatap gama serius, lalu kembali mengusap bahu Gania lembut. lilia tak mencurigai bagaimana Gania bisa hamil lilia tetap melindungi gadis malang itu.


"Dasar pria es batu, kau terlalu lemot menemukan satu wanita saja kesulitan" seloroh Andre di iringi tatapan mengejek pada sahabat nya itu.


"Diam kau cap kadal!" Gama menatap tajam kearah Andre. lalu beralih ke gania.


" Makasih sayang.... sudah mengandung benihku" gama melepas pelukannya lalu menatap dalam Gania. gama tidak bisa lagi menahan kerinduan pada gadis nya.


"Cup"


Gama langsung ******* bibir mungil itu dengan lembut, gama menarik tengkuk Gania agar lebih mudah memperdalam ciumannya, gama semakin bergairah dan rakus lidahnya memaksa masuk berbelit lidah. gama tidak perduli jadi bahan tontonan di ruangan itu dirinya sangat candu pada Gadis nya.


"eempph" Gania membelalak tiba tiba benda kenyal itu mendarat di bibirnya. ia berusaha melepaskan namun kalah cepat dengan gerakan gama yang menguncinya. " kak, le pas malu.." ucap Gania terputus putus.


"uhuk uhuk!!" Andre sangat geram melihat sahabatnya itu tak tau tempat. pura pura tersedak.


"maaf sayang aku sangat merindukan mu". bisik gama setelah melepas ciuman nya. mengusap bibir Gania yang basah oleh salivanya. sembari merapikan penampilan Gania yang berantakan karena ulahnya. tanpa dosa dan malu gama tetap bersikap tenang.


Justru yang lain di buat mati gaya oleh gama, lilia yang menggeleng geleng kepala, dan dua anak buahnya yang gigit jari melihat adegan di depan mata mereka. ingin menirukan tapi tak punya lawan main. Aldi dan Vicky pun saling tatap lalu membuang muka, bergidik ngeri.


"Dasar bodoh " umpat Andre menatap dua asisten pribadi itu.

__ADS_1


"Kau itu memalukan kak" dengus Gania melototi gama lalu mencubit lenganya. Pipinya pun langsung merah merona karena malu.


"Sudah sudah, ternyata dia buas juga sayang" lilia melerai keadaan di ruangan itu, sedikit menggoda Gania, lilia sangat bahagia melihat banyak orang yang mengasihi ponakannya itu.


" Dan kau gama, saya butuh penjelasan tentang semua ini?" imbuh lilia menatap kearah Gama.


"Bibi..." rengek Gania sangat malu. melirik gama dengan sengit.


"Akan saya jelaskan tante" Jawab gama mengangguk setuju.


"Kau juga menikmati nya sayang, aku tidak kuat menahan rinduku baby" bisik gama menggigit cuping telinga Gania gemas menggoda wanita nya itu. lalu berdiri dengan cool dan tersenyum miring kearah Andre.


"Cih, dasar tidak tau terimakasih kasih" dengus Andre menatap tajam kearah Gama.


"terimakasih tuan Andre, karena sudah menolong wanita ku" balas gama menekankan pemiliknya atas Gania padanya. tersenyum miring pada Andre.


"kalian selalu bertengkar, lalu kau kenapa bisa tau aku di sini kak?". kesal Gania melihat permusuhan dua pria itu, lalu menatap gama penuh selidik.


"Dia itu lemot Gania!!" ejek Andre pada gama bersikap santai.


"kau...! " geram gama


"Cepat katakan kak" potong Gania.


" iya sayang, tentu dengan black card mu itu, aku senang akhirnya kau mau menggunakan nya sayang" jawab gama mengulum senyum manis mengelus pucuk kepala Gania.


deg


Gania terdiam mencekram baju pasien yang ia pakai takut menjelaskan kemana uang itu di gunakan.


"jadi kau nak yang memberi black card itu, jangan salah kan Gania gama, dia terpaksa menggunakan itu untuk menolong ku melunasi hutang suamiku, maaf kan bibi Gania" sahut lilia menjelaskan semua ketakutan Gania ia merasa bersalah kepada Gania. tapi di lain sisi dia bersyukur ternyata gama pria yang baik.


"bibi lilia..." Gania menggeleng sendu.


"Justru aku senang Tante gadis mungil ini mau menggunakan nya, Hem" seloroh gama menarik Gania kedalam pelukannya. Gama menceritakan semua tertundanya menjemput wanita nya, dan urusan penting lainnya.

__ADS_1


...jangan lupa like komen favorit hadiah favorit πŸ™β€οΈπŸŒ· tinggalkan jejak kalian love you kalian 🌷🌷🌷...


__ADS_2