Cool But Love

Cool But Love
bab 29 ngidam atau bukan


__ADS_3

Setelah satu bulan berlalu Gania tinggal bersama bibi lilia. sejak kematian Paman nya diron Gania memutuskan membatu bibi lilia berjualan di warungnya. dan seminggu terakhir ini Gania yang mengalami perubahan pada kesehatan tubuhnya, Gania yang selalu merasa lemas pusing mual, saat mencium bau masakan, Gania tak mau ambil pusing Gania pikir mungkin hanya demam biasa.


Selain itu Gania selalu menolak ketika lilia mengajaknya untuk berobat ke bidan. Gania menganggapnya hanya masuk angin biasa. meminum obat warung pasti bisa sembuh, seperti saat ini dirinya yang tengah tertidur tiba-tiba perutnya terasa sangat mual dan berlari ke dalam kamar mandi ingin memuntahkan semua isi perutnya.


Hoeek Hoeek


Gania memuntahkan semua cairan dalam perutnya Gania memegangi perutnya terasa sangat perih lalu ia berkumur dan membasuh muka nya agar mengurangi rasa bau mulutnya dan mualnya.


lilia yang sedang memasak di dapur mendengar suara Gania dari dalam kamar segera berlari menghampirinya.


"Gania! kau baik baik saja kan, buka pintunya sayang!" teriak lilia di balik pintu kamar mandi, Karena di kunci oleh Gania sehingga dirinya tidak bisa langsung masuk.


"Aku baik baik saja bi, sebentar" sahut Gania sangat pelan ia tak memiliki tenaga apa lagi suara untuk berteriak, Gania beranjak dari kamar mandi membuka pintunya. Gania berjalan sempoyongan.


"ya ampun Gania, sini sayang wajah mu sangat pucat sekali kita ke bidan ya " lilia terkejut melihat ponakan nya berjalan sempoyongan segera memapahnya dan membawanya ke tempat tidur.


"Tidak usah bi, aku cuma masuk angin, kalau di bawa istirahat dan minum obat nanti juga sembuh kok" jawab Gania ia tak mau pergi ke bidan dirinya enggan memeriksakan kesehatan nya.


"kau itu selalu ngeyel, tapi wajahmu sangat pucat bibi khawatir sayang, sekali saja untuk memastikan saja kau sehat, mau ya" rayu lilia berusaha membujuk keponakannya yang sangat susah di ajak berobat.


Lilia sangat cemas melihat kesehatan Gania akhir akhir ini, sering mengeluh mual dan pusing sudah tiga kali juga Gania tiba-tiba pingsan. dan aneh nya akhir akhir ini Gania sering meminta buah muda dan makanan yang aneh lainnya. Lilia pun sedikit bingun dengan permintaan Gania namun juga tak tega selalu memberi kan semua yang Gania minta.


"Bibi apa boleh aku minta buatkan nasi goreng spesial di kasih toping mangga muda lalu paprika dan keju?" Gania yang entah mengapa sangat ingin memakan nasi goreng seperti itu dan meminta pada bibinya membuatkan untuk nya.

__ADS_1


"itu sangat aneh Gania, tapi harus kau makan biar perutmu tidak kosong" ucap lilia keningnya berkerut bingun menanggapi keinginan aneh Gania, lilia menatap raut wajah Gania seperti yang Sangat menginginkan nya dirinya menjadi tak tega lalu membuatkannya.


"kau istirahat lah, bibi akan buatkan untuk mu" imbuh lilia beranjak dari duduknya ingin kedapur membuat nasi goreng. lalu mengelus pucuk kepala Gania lembut.


" baik bi aku akan istirahat " balas Gania dengan senyum sumringah. ketika bibi nya lilia akan membuat kan apa yang sangat ia inginkan.


Lilia kini memulai memasak nasi goreng dengan menyiapkan semua bahan toping tersebut dan mulai membuat nasi goreng nya, setelah selesai ia sajikan ke dalam piring tak lupa ia tambahkan toping sesuai keinginan Gania tadi, beruntung masih ada berapa biji lagi buah mangga muda sisa kemarin saat Gania memetiknya dari tetangga sekitar.


" sebenarnya apa yang sudah terjadi padamu Gania? tidak mungkin kan jika kau hamil sedang kan belum menikah?" lilia membatin menebak keadaan Gania saat ini. Menurut pengalaman nya perubahan yang Gania alami seperti tanda wanita hamil.


ceklek.


"ini nasi goreng spesial nya sudah jadi!" seru lilia memberikan nasi goreng spesial kepada Gania yang sedang duduk di tepi tempat tidur nya.


"Tentu saja donk siap dulu yang buat" balas lilia mengulum senyum melihat ponakan nya tersenyum Sumringah. ia pun sangat bahagia tak sia sia dirinya membuat Kan nya.


"bibi lilia yang paling the Bess tentunya" ucap Gania mulai mengunyah nasi goreng nya. dengan lahap." bibi ini sangat lezat"


"yummy" imbuh Gania di sela mengunyah nasi goreng nya.


"pelan pelan Gania nanti kau tersedak" ucap lilia mengingat kan Gania agar tidak terburu buru memakannya, lilia sedikit menelan ludahnya sedikit ngilu membayangkan rasa nano nano nasi goreng tersebut namun tidak untuk Gania. Justru dengan lahap menyantap nya.


"uhuk uhuk! heum minum bi" belum sedetik lilia terbungkam gania sudah tersedak duluan. tentu lilia yang melihatnya segera memberi minum untuk nya.

__ADS_1


"Astaga Gania, ini cepat minum!" lilia tersentak segera memberi minum untuk Gania. menggelengkan kepalanya melihat sikap ponakan nya itu.


Gania dengan cepat mengambil minum itu lalu meneguknya hingga tandas tanpa tersisa. "maaf kan aku bi, habis makanan nya sangat lezat!" seloroh gania memang menurut nya rasanya sangat enak. dan Gania melanjutkan memakan nasi goreng spesial sampai habis tanpa tersisa.


"Oh ya ampun Gania, kau benar-benar seperti sedang ngidam saja, makan nasi goreng itu sampai habis, padahal rasanya sangat aneh" ujar lilia keheranan pada Gania. bergidik membayangkan rasanya saja tak nafsu makan bisa bisa mual memuntahkan nya.


"hehehe, serius rasanya sangat enak banget bi, makasih ya bi selalu menuruti semua keinginanku yang aneh ini, tapi aku tak mengada ngada, ini real tiba tiba saja aku sangat ingin" balas Gania yang memang dirinya tak berpura pura untuk mengerjai bibinya. instingnya tiba-tiba muncul saat menginginkan nya.


"Baik lah tidak masalah, mungkin emang benar kau sangat menginginkan nya, apa kau merasa senang setelah terpenuhi kemauan mu hem" ucap lilia tak mau melihat Gania sedih dan memastikan kegelisahan nya atas kecurigaan nya.


"aku tidak tau pasti bi, tapi entah kenapa aku senang saja saat aku ingin sesuatu dan terpenuhi, memangnya kenapa bi?" jawab Gania penuh kebingungan mencerna pertanyaan bibi itu.


" Ah , itu tidak kau istirahat lah, tidak perlu membantu bibi di warung, nanti jika kau sudah merasa enakan baru kau menyusul kesana ya" ya tuhan Gania apa benar kau hamil tapi bagaimana bisa kau belum menikah lalu siapa yang menghamili mu semoga aku salah dan kau benar hanya demam. lilia membatin sembari beranjak dari duduknya membawa piring kotor, dan bersiap membuka warungnya.


"bibi tunggu, sebenarnya ada apa bibi seperti nya sedang memikirkan sesuatu?" Gania segera mencekal lengan bibinya saat tak memperbolehkan dirinya ikut warung dan sedikit melamun.


"Tidak sayang, bibi hanya khawatir padamu nanti kau pingsan lagi, jadi istirahat lah" ucap lilia berkilah tak mau Gania mencurigai nya atau mencemaskan dirinya jadi meyakinkan Gania agar tak ikut ke warung sampai dirinya sehat.


" Baiklah tapi nanti aku menyusul ya bi, aku sehat kok " balas Gania mengangguk lalu menunjukan dirinya sehat kuat kepada lilia. lilia pun mengangguk tersenyum kemudian meninggalkan Gania di kamar, dan lilia segera berangkat ke warungnya.


...jangan lupa like komen favorit πŸ₯°πŸŒ·πŸŒ· tinggalkan jejak kalian semua sahabat ku tercinta love kalian semua πŸ₯°πŸ™...


"

__ADS_1


__ADS_2