
Di kantor polisi
" pak saya mohon bebaskan ayah saya pak. ayah saya tidak mungkin melakukan semua itu pak" reni memohon seraya mengatupkan telapak tangannya di depan wajahnya di hadapan petugas Intel yang sedang duduk di kursi kerjanya.
" iya pak putri saya benar. suami saya tidak sekejam itu pak " bela rani ibunya ia berusaha menutupi kebenaran dan menyangkalnya. sementara suaminya reza sudah dibawa petugas Intel kedalam ruangan interogasi.
Pria yang memakai seragam intel dan topi di kepala nya itupun menatap kedua wanita di hadapannya secara bergantian.
" maaf nona semua bukti mengarah kepada suami anda dan tidak ada kejanggalan sama sekali yang artinya murni perbuatan pak reza. dan silahkan anda keluar dari sini dan masalah pidana kami akan melakukan sesuai dengan pasal yang berlaku" jawab polisi tersebut mempersilahkan reni dan Rani ibunya keluar dari ruangan. Pihaknya akan menangani kasus reza sesuai prosedur hukum yang berlaku dan sesuai permintaan pihak gama yang menyerahkan kasus reza padanya.
Mendengar penuturan pihak polisi dengan terpaksa reni keluar dari kantor polisi bersama ibunya. dia harus kembali ke rumah dan segera mencari seorang pengacara untuk ayahnya.
.
.
di mansion Reza.
" MANSION INI DI SITA PIHAK BANK"
__ADS_1
" tidaaakk. ini tidak mungkin " teriak reni dan Rani bersamaan mereka menangis histeris membaca tulisan tersebut di pintu mansion. mereka terduduk lemas kelantai. bagai di sambar petir di siang bolong kehidupan nya hancur dalam kedipan mata.
Sedangkan dua pria bertubuh gemuk sedang berdiri di samping mereka yang di perintahkan pihak perbankan untuk melakukan penyitaan terhadap rumah reza.
" maaf ibu. nona. ini suratnya. rumah dan lima puluh persen saham dari perusahaan anda di sita pihak bank karena telah melakukan tindakan korupsi, penggelapan dana, dan penipuan, pembunuhan berencana. dan silahkan segera angkat kaki dari rumah ini" ucap salah satu pria itu menyerahkan map di hadapan reni.
Reni dengan tubuh gemetar berusaha bangkit berdiri ia menyeka air matanya lalu mengambil map itu dan membacanya. sedetik berikutnya tersenyum kecut. kemewahan dan sosialita nya selama ini lenyap dan hangus seketika tidak ada lagi yang namanya berfoya-foya. masih diuntungkan separuh perusahaan nya masih bisa dia kelola untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama ibu nya.
Melihat sang ibu masih terus menangis reni memeluk erat ibunya saling memberi kekuatan.
" Terimakasih kasih pak. tapi beri kami waktu untuk mengambil barang barang kami di dalam " ucap reni dengan wajah memelas. memohon agar pria itu memberinya waktu untuk mengepak barang nya.
" iya pak beri kami waktu sebentar saja untuk mengeluarkan barang kami dari sini. setelah itu kami akan segera pergi " ujar Rani menimpali. sambil menggenggam erat tangan putrinya.
Reni bersama ibunya bergegas masuk kedalam mansion dan segera mengepak barang-barang yang penting dan berharga dan memasukan nya ke dalam koper. satu jam kemudian mereka keluar dari mansion sambil menyeret tiga koper nya.
Reni membulatkan tekad suatu hari nanti ia akan membebaskan ayah nya dari sel tahanan. Rani menggandeng tangan putrinya menguatkan hatinya untuk melangsungkan kehidupan nya tanpa suaminya. sesekali Reni menengok kebelakang memandangi bangunan megah bersejarah yang penuh dengan kenangan masa kecilnya. sambil menunggu taksi di pinggir jalan.
" ibu aku janji akan bekerja keras mengelola dan membangkitkan perusahaan kita yang tersisa demi ayah " ucap reni mengepalkan tangan nya senyum iblis muncul di wajah nya sekilas. ia menatap ibunya yang terlihat murung dan sendu.
__ADS_1
Rani hanya mampu mengangguk seraya memeluk putrinya. Tak butuh waktu lama taksi yang reni pesan pun datang mereka segera menaiki taksi tersebut dan meninggalkan mansion milik nya. Tujuannya saat ini reni ingin pergi sejauh mungkin.
.
.
.
Di saat bersamaan di tempat berbeda.
" hei tunggu bro aku ikut dengan mu " seru andre berlari cepat menghampiri mobil gama.
Gama menghentikan langkah nya dan menengok kebelakang terlihat andre tengah berlari kearah nya. Iapun berdecak kesal.
" ada apa lagi, gue buru-buru mau kerumah sakit. Kau kan punya mobil sendiri ndre" gama mendengus kesal.
Andre mengedipkan sebelah matanya sembari mengerakkan kedua alisnya keatas mencoba merayu sahabatnya itu agar mengizinkannya ikut bersama.
" Aku ingin menjenguk istrimu dan menjemput tante lilia bro, dan biar aldi yang membawa mobilku " Andre melempar kunci mobilnya kearah Aldi dengan sigap aldi menangkap nya.
__ADS_1
" Alasan, bilang saja ingin bertemu vivi, cepat masuk" Sindir gama membuka pintu mobilnya.
Andre melompat kegirangan senyum sumringah tergambar di wajah nya dan segera masuk ke mobil gama. membuat aldi terkekeh geli melihat bosnya seperti orang stress sedang di mabuk cinta. Aldi pun bergegas masuk ke mobil andre dan ikut pergi menuju ke rumah sakit.