Cool But Love

Cool But Love
bab 114


__ADS_3

" Awh..." Reni meringis kesakitan."Anda salah paham, mana mungkin aku menyakitinya." Reni melihat kearah Gania agar bodyguard nya mau melepaskan tangannya karena sudah salah paham.


" Pak..." Gania memerintah kan bodyguard yang menjaganya itu supaya melepaskan Reni


" Maafkan mereka...." Ucap Gania dengan senyum tipis bibirnya seraya melirik pria bertato di samping Reni. Ia tak menyalahkan bodyguard nya karena memang mereka hanya sekedar menjalankan perintah dari Gama untuk melindungi dirinya dari orang-orang yang ingin berbuat jahat.


Reni merasa iri kepada Gania karena wanita cantik, polos dan juga sesederhana seperti Gania bernasib beruntung bisa menjadi istri dari seorang Gama pria yang kaya, baik hati dan setia. Tapi, ia sadar sekeras apapun dia mengejar obsesinya untuk memiliki gama namun takdir tak berkehendak padanya tetap saja tidak bisa meraihnya.

__ADS_1


" Aku yakin Gama pasti merasa beruntung banget, punya istri sebaik dan selembut kau, Gania. " Ucap Reni dengan tulus.


" Kau bisa saja, Semua ini sudah takdir dari Tuhan dan juga jodoh. Percaya lah, Tuhan pasti sudah menyiapkan pria terbaik untuk mu, Reni." Balas Gania mengusap lengan Reni memberi semangat kepada wanita itu sembari menunjuk kearah Be dengan dagunya yang duduk disebelah Reni.


Reni mengikuti arah pandang Gania dia tersenyum kecil.


" Haha.. Kau benar Gania. Ya, dia pria terbodoh mau berteman dengan ku," Reni memukul pelan bahu Be dengan tersenyum dan Be hanya menatap Reni dengan wajah tak terbaca." Aku tidak tahu harus membalas kebaikan mu dengan cara apa? Karena kau mau memaafkan aku yang jahat ini?" Imbuhnya lagi dengan suara lirih.

__ADS_1


" Tetaplah menjadi diri sendiri dan menyayangi dirimu sendiri." Ucap Gania dengan bijak.


" Itu dalam tahap proses. Hhh... sudah berapa bulan kandungan mu Gania?" Tanya Reni sembari mengusap pelan perut buncit Gania namun tiba-tiba sebuah tangan menghempaskan tangan Reni dengan kasar dari perut Gania.


" Berani kau menyakitinya aku tidak segan-segan menjebloskan mu ke jeruji besi Reni!!" Bentak Gama dengan lantang dan aura dinginnya menatap tajam pada Reni dan yang lainnya yang berada di kafe.


Be yang terkejut segera membatu Reni duduk kembali karena hampir terjatuh.Sedangkan Gania sama sama terkejut melihat keberadaan Gama yang tiba-tiba muncul di sana berusaha menenangkan emosi Gama yang sedang memuncak. Berkat kelembutan sentuhan Gania Gama pun mulai berangsung tenang.

__ADS_1


" Apa dia melukaimu? Sudah kubilang jika mau bertemu dengan orang asing kau harus menelepon ku dulu. Lalu apa ini kau bertindak ceroboh !" Marah Gama menatap kecewa kearah Gania dengan wajah datarnya didalam ucapan nya terdapat nada sindiran bagi Reni, dan Reni pun menyadari kesalahannya itu dan menerima dengan lapang dada apapun kata-kata pedas yang keluar dari mulut Gama.


Be tampak tak suka Reni di acuhkan bila Reni tidak melarangnya mungkin Be sudah baku hantam dengan Gama, tapi, disisi lain ia sadar siapa Gama dan tidak mau terlibat permusuhan dengan pria terdingin itu yang bisa mempersulit hidupnya nantinya.


__ADS_2