
bruk..prang..
Tiba-tiba suara benda terjatuh pecah dan berserakan di lantai restoran. tak lama kemudian di susul oleh suara lantang menggema di dalam restoran tersebut.
Seorang pria paruh baya yang sedang serius membicarakan mengenai bisnis bersama teman lamanya itu langsung bangkit berdiri dari sofa secara spontan. kedua matanya menyorot tajam penuh amarah kearah pelayanan kafe di hadapannya, karena gadis tersebut telah menumpahkan jus ke laptopnya dengan tidak di sengaja.
" kau ini! sebenarnya bisa bekerja tidak hah! kau lihat karena perbuatan fatal mu itu, membuat semua pekerjaan penting saya di sini terhapus semuanya, dasar tidak becus " bentak pria paruh baya itu pada pelayan kafe sambil menunjuk kearah laptop di meja.
Gadis muda itu pun langsung menundukkan wajahnya tubuhnya gemetaran karena ketakutan. jemarinya tergenggam erat menahan amarah nya yang tersimpan tak memiliki keberanian untuk melawan hinaan dari atasannya itu.
"maafkan saya tuan" cicit vivi dengan air mata membanjiri pipinya.
Dengan sorot mata amarah menatap karyawan restoran perempuan itu penuh emosi.
"lihat Ben karyawan seperti ini masih kamu gunakan cepat pecat dia!" maki pak reza, seraya telunjuknya menunjuk kearah wajah Vivi.
Beni yang melihat karyawannya melakukan keteledoran itupun langsung bangkit dari duduknya lalu suara yang begitu nyelekit di hati vivi itupun keluar dari mulut beni memarahi vivi, di bentak nya vivi begitu kasar, menuduh vivi yang tidak bisa melakukan pekerjaan nya dengan benar.
__ADS_1
Di tengah keributan yang semakin memanas itupun, sebuah derap langkah sepatu mendekati kearah mereka bertiga.
" Cukup! hentikan tuan beni! " seru Andre mempercepat langkahnya mendekati tiga orang di depannya itu.
Dengan perasaan emosi yang menggebu-gebu di hatinya andre menatap sengit kearah dua pria tua di depannya. Niat hati hanya ingin mengantarkan susan pulang kerestoran yang tidak sengaja terserempet oleh andre. tapi, dia di kejutkan oleh pemandangan yang sangat menyesakkan dadanya. hatinya sangat sangat sakit ketika perempuan yang di idamkan kan sedang di perlakukan kasar oleh rekan bisnis nya sendiri.
"Ayah ada apa ini? " tanya Susan yang baru saja sampai disana bersama andre ia pun segera menghampiri ayahnya.
Beni, Reza menoleh bersama ke sumber suara. Betapa terkejutnya saat melihat andre ada di sana secara tiba-tiba. seketika wajah mereka berdua berubah drastis tadinya nampak begitu emosi laku sekarang berubah kalem dan bersikap ramah kepada Andre. Beni berusaha mendekati andre dengan tersenyum ia mencoba menjelaskan kronologi yang sebenarnya dan tidak seperti yang di pikirkan oleh andre.
Sedangkan reza langsung berkeringat dingin wajahnya pucat melihat ekspresi andre yang mulai tak bersahabat.
"hiks hiks. maafkan saya tuan tapi saya benar-benar tidak sengaja, saya tidak memiliki uang sebanyak itu untuk mengganti rugi. dan dari mana saya bisa mendapatkan uang sebesar itu" balas vivi dengan tersenyum kecut meratapi nasib sialnya. kemana lagi dia harus mencari uang sebanyak itu untuk membayar denda tersebut.
Andre mengepalkan tangannya kuat dia sangat geram melihat vivi di hina oleh reza dia pun tidak terima. Apalagi melakukan kekerasan di depan matanya.
Andre yang tidak tahan itupun segera mengambil ponselnya di saku celananya lalu menekan beberapa nominal angka di layar aplikasi biru nya kemudian langsung mengirimnya ke rekening seseorang.
__ADS_1
Tling..
Selang berapa detik suara notif pesan masuk di ponsel pak reza
" jangan pernah berani menyentuh dia pak reza, saya sudah melunasi denda yang anda minta dan mengirim nya sesuai keinginan anda. jadi, jangan pernah lagi mengganggu Vivi termasuk anda pak beni" sarkas andre yang melihat Reza hendak kembali mencaci vivi itupun segera angkat bicara. lalu memasukkan ponselnya ke saku jasnya dan berjalan menghampiri vivi.
Beni di buat tercengang melihat anak muda di depannya itu membela vivi sang karyawan nya yang baru saja di pecat oleh nya.
Susan hanya terbengong saja melihat perselisihan yang sedang life di hadapannya itu.
Reza pun langsung di buat tercengang ketika melihat layar ponsel nya menyala dan pesan masuk di aplikasi biru nya tertera jelas nominal uang yang di katakan barusan itu masuk begitu kilat ke rekening nya.
" O ya, satu lagi tuan reza. saya ingin membatalkan kontrak kerja sama kita waktu minggu lalu, nanti asisten saya akan mengurus nya" ancam andre dengan wajah sinis nya. diapun meraih tangan vivi lalu segera melangkah pergi dari hadapan mereka semua.
Suara di tenggorokan nya seolah tercekat saat hendak membuka mulutnya berniat mencegah andre agar tidak membatalkan kontrak nya tapi, niatnya urung karena ternyata andre begitu cepat meninggalkan tempat itu.
Membanting laptop miliknya itu kelantai dengan kuat, reza begitu sangat marah dan emosi. Rencananya ingin mengambil uang dari perusahaan gama secara diam diam dan mengirim nya ke rekening miliknya itu gagal total. itu semua penyebab nya gadis muda yang bekerja sebagai pelayan tadi.
__ADS_1
Melihat sang teman di depannya itu tengah emosi dan kehilangan proyek nya yang begitu penting. Beni menghampiri nya dia berusaha mendamaikan membatu mencari solusi terbaik untuk Reza. walau di kata berteman dekat tapi tidak semua tentang privasi reza dia ketahui, dia hanya tahu luar nya saja.
Tidak perduli dan tidak ingin tahu siapa karyawan restoran ayahnya itu, susan sangat penasaran akan siapa andre? bukankah pria yang sok jadi pahlawan untuk vivi itu memiliki hubungan dengan sahabat nya, tapi apa yang di lihat nya tadi sangat menggangu pikiran nya. seolah andre begitu melindungi wanita itu yang jelas jelas bukan kekasihnya.