
Gama menarik Vicky sedikit menjauh dari istrinya keluar ruangan, karena tidak ingin istri nya mendengar pembicaraan mereka yang bisa membuat kesehatan istrinya menurun dan kepikiran akan kegentingan yang sedang terjadi.
" Begini Vicky, kau pergilah dan bantu dody mencari penculik itu sampai dapat, saya tidak mau tahu kau harus menemukan pria itu, jangan lupa kabari saya kalau sudah ketemu nanti " perintah gama pada Vicky dengan tegas. wajah pria itu nampak gusar sembari menyugar rambutnya kasar dan meraup wajahnya. Kenapa masalah datang bertubi-tubi baru saja selesai satu masalah kini datang lagi.
Feri yang baru masuk kedalam rumah sakit segera berlari menghampiri gama dan Vicky yang terlihat sedang berunding dan panik.
" Permisi tuan, ada masalah apa ini sebenarnya?" tanya nya asisten Wijaya itu menatap bergantian pada gama dan Vicky.
Vicky dan gama yang kaget langsung menoleh menatap feri bersamaan. kedatangan feri disana, seketika sebuah ide muncul di benak gama.
" Nah, akhirnya kau datang kau ikutlah bersama Vicky, feri, bantulah dody mencari pria yang menculik istriku, dia berhasil kabur dari penyekapan, aku tidak bisa kesana dan tidak mungkin pula aku meninggalkan istri ku lagi, dia baru saja sembuh, kau paham kan " jelas gama dengan wajah serius nya.
" Benar pak feri " ujar Vicky membenarkan ucapan bosnya.
" Baiklah tuan gama saya akan ikut dengan dia, tapi, bagaimana dengan anda dan tuan besar, siapa yang akan-"
__ADS_1
" Aku sendiri yang akan membawa mobilnya, kau tidak perlu khawatir, cepat berangkat lah sekarang, kasian dody sudah menunggu disana " sahut gama dengan cepat ia tahu feri mencemaskan nya.
Vicky dan feri mengangguk patuh dan segera pamit untuk menyusul dody.
" Baiklah tuan kita pergi dulu " pamit Vicky dan feri bersamaan, di jawab anggukan kepala cepat oleh gama. keduanya kini segera pergi dari rumah sakit menuju ketempat dody. Usai keduanya pergi gama bergegas kembali masuk kedalam ruang pasien.
Jika Wijaya yang duduk di sofa nampak cemas di wajahnya. Berbeda halnya gania, wanita itu terus menunggu suaminya yang sedang berbicara dengan Vicky di luar ruangan.
" Kak, katakan padaku apa yang sudah terjadi lalu kemana perginya vicky? kenapa dia tidak ikut masuk ?" Tanya gania beruntun saat melihat suaminya berjalan kearah nya. Laporan Vicky tadi masih mengganggu pikirannya.
" Dia pergi mengurus hal penting, tidak ada apa-apa baby hanya masalah kecil dan sudah beres, kau tidak perlu cemas ataupun memikirkannya. kau harus ingat apa kata dokter tadi, harus banyak-banyak istirahat dan menjaga kesehatan mu dan bayi kita, benar kan ayah " terang gama meminta persetujuan dari ayahnya. dengan senang hati pria tua itu mengiyakan ucapan anaknya.
" iya nak, benar apa yang di katakan sama suamimu itu, jaga kesehatan mu biar cepat sehat " ujar Wijaya.
Gania begitu bahagia dan terharu kedua pria tampan itu sangat perhatian dengan kesehatan nya, mengingat awal pertemuan nya dengan suaminya itu, tidak ada sedikitpun angan-angan akan menjadi istri dari seorang gama pria dengan sejuta pesona ketampanan yang sangat mencintai nya serta ayah mertua nya yang menyayanginya juga.
__ADS_1
" Yakin, kau tidak lagi berbohong kan, aku takut kak tadi saat vicky mengatakan soal penculik membuatku takut." Ucap gania benar-benar merasakan trauma pada kejadian yang menimpanya waktu itu.
Segera gama memeluk istrinya untuk menghilangkan rasa ketakutan wanita itu.
" hei lihat aku baby, siapa pun yang berani melukai istri bulat dan chubby ku ini, aku akan mencincang tubuh orang itu dan menggoreng nya hingga matang " candanya gama berhasil membuat istirnya tertawa kecil.
Wijaya menahan tawanya saat parodi putranya mampu menghapus kesedihan menantunya.
" hehehe ada ada saja kau ini kak, tapi aku ini tidak gendut kak " sungut gania kembali cemberut dan menekuk bibirnya. sontak gama terkekeh kecil melihat nya.
" hhh iya kau memang tidak gendut cuma berisi karena ada junior di perut mu baby, sebaiknya kita pulang sekarang kau harus istirahat biar cepat pulih aku juga sudah sangat gerah sejak tadi, ayah juga pasti sangat lelah bukan begitu ayah " tutur gama yang jawab anggukan kepala dari ayahnya sedangkan gania mengerucutkan bibirnya.
" hm" jawab Wijaya singkat.
" iya iya kak terserah kau saja lah " ucap gania dengan menurut.
__ADS_1
Gama tertawa gemas melihat istrinya pasrah begitu saja. tidak ingin berlama lama di rumah sakit mereka bertiga bergegas pergi dari sana dan segera kembali pulang ke mansion mereka.