Cool But Love

Cool But Love
bab 62 nonton film bioskop di apartemen


__ADS_3

Gama mengulum senyum melihat sikap gania seperti anak kecil yang sedang merajuk karena tidak di belikan es krim oleh ibunya. Gama beranjak turun dari ranjang berjalan mengambil tablet nya di atas nakas lalu kembali lagi ke atas ranjang menemani gania menonton film sembari mengerjakan tugas kantornya nya melalui tablet miliknya.


" jelas lebih nyaman nonton film di dalam kamar sayang, dari pada pergi ke bioskop berdesak desakan sama penonton lain, di sini kan enak jika bosan atau ngantuk bisa langsung tidur " ujar gama masih fokus pada tablet di tangan nya.


"ya aku tahu, terserah kau sajalah kak, Dasar Minho kau itu bodoh Ceng xiao itu sangat mencintai mu dasar tidak peka, cari cowok lain Napa Ceng sebel gue lihatnya!" maki gania tidak jelas menanggapi vidio yang di putar di layar televisi itu.


Di dalam video film itu mengisahkan tentang cinta seorang Minho yang tidak menyadari akan cinta Ceng xiao yang begitu tulus padanya. Gania terbawa emosi menanggapi film favorit nya itu, gama langsung mendongakkan kepalanya ikut menonton film tersebut.


"Masih gantengan aku sama si Minho itu baby dan aku sangat tulus mencintai mu sayang, tidak seperti idola mu itu" ujar gama dengan wajah kesalnya, mendengar makian gania yang sangat mengidolakan artis di dalam film tersebut.


"Itu dua orang berbeda kak, lihat lah itu si Minho tidak bisa melihat siapa yang benar sayang sama dia hais dodol" omel gania tidak memperdulikan gama yang sedang cemburu pada nya.


"ehem! kau melupakan ku baby apa dia sangat tampan menurut mu" gama mendengus kesal meletakkan tablet nya dengan kasar di ranjang menatap tajam kearah gania.


"kau batuk kak minum lah" sahut gania yang menoleh ke samping dengan wajah bingung nya melihat gama sedang cemberut. "ada apa dengan mu kak, apa perlu aku ambilkan minum?" tanya nya kemudian lalu kembali menonton film nya.


"kak kenapa di matiin sih " pekik gania ketika layar lebar berukuran empat puluh inci di hadapan nya itu mati dengan seketika karena ulah gama.


Gania langsung melipat tangannya di depan dada, tidak menghiraukan gama yang tengah meredam emosi nya karena dirinya tidak menyadari telah membuat gama cemburu.


"Tidakkah kau tau, seharusnya aku yang marah karena kau menyukai pria di film tadi kan!" ucap gama dengan suara keras membuat gania menyadari akan pria di sampingnya itu sedang menunjukkan sikap possesif nya itu.


Gania terkaget langsung menatap gama di hadapan nya itu. tangan mungilnya menangkup rahang tegas gama dengan lembut. bibirnya mengembangkan senyuman.


"kau cemburu dengan Minho kak? yang betul saja seorang gama merasa tersaingi oleh artis Minho hahaha" seloroh gania tertawa terbahak bahak tentu membuat gama semakin emosi.

__ADS_1


Pria possesif itu turun dari ranjang Nya memutar kembali Vidio di ponselnya dengan film berbeda lalu kembali naik keatas ranjang mendekap tubuh gania dengan erat. tidak peduli gania yang menatap aneh kearah nya.


"Nah sekarang kita lihat film nya bersama" bisik gama di telinga gania dengan tatapan mesumnya.


"bukankah kita sudah menonton nya sedari awal, kau itu sangat aneh kak...?" balas gania mematung seketika menyadari film yang di putar gama saat ini di penuhi adegan dewasa.


"ah! ganti film nya kak " pekik gania langsung memutar tubuhnya yang berada didalam rengkuhan gama membuat nya tenggelam dalam dada bidang gama.


" Kenapa? kau menyukai nya bukan, ayo lihatlah aku sudah menyalakan kembali televisi nya baby" ucap gama memutar tubuh gania untuk menghadap kedepan, tangan nya melingkar ke perut gania dengan memeluknya dari belakang.


Tubuh Gania langsung menegang dengan posisi seperti itu, tidak berani berkutik mematung seketika tidak bisa menolak sentuhan liar gama di tubuhnya.


"ini tidak benar kak, bisakah kau ganti judul nya aku rasa emh" protes gania tertahan saat merasa geli karena tangan nakal gama menyentuh lembut perut nya.


" kak seperti nya pekerjaan kantor mu belum selesai tadi? kau tidak ingin menyelesaikan terlebih dahulu tugas itu" tanya gania yang mencoba melepaskan pelukan gama dari tubuh nya.


Gama tidak menghiraukan penolakan gania, gama memeluk erat tubuh wanitanya lalu membalikkan tubuhnya agar menghadap kearah nya.


"apa kau sedang mencoba mengalihkan acara kita sayang, pintar sekali ternyata wanita ku ini Hem?" seru gama yang langsung mencium bibir gania dengan rakus dan menuntut, tangan nya menahan tengkuknya agar lebih mudah memperdalam ciumannya itu.


Gania terkejut mendapat ciuman amatir dari gama mencoba memberontak tapi kalah cepat dengan gerakan tangan gama yang menahan tengkuknya, entah sejak kapan ciuman mereka berubah menjadi semakin menuntut dan memanas.


"hah..hah.. apa tidak bisa dengan pelan pelan kak kau membuatku tidak bernafas sama sekali!" kesal gania menarik nafas nya dalam-dalam setelah ciuman mereka terlepas.


Gama mengusap sisa salivanya di bibir mungil gania, dengan perlahan ingin meraup bibir mungil itu kembali, tetapi gerakan nya tertahan saat tablet miliknya berdering nyaring. karena ada sambungan telepon masuk.

__ADS_1


"pffff syukur deh" lirih gania menahan tawa nya.


"jangan senang dulu baby, aku akan kembali lagi diam di tempat kau mengerti" tegas gama dengan mengangkat panggilan telepon nya dan berjalan keluar kamar.


Dalam hati Gania bersorak kegirangan karena prianya telah pergi keluar setidaknya mereka tidak jadi melanjutkan adegan yang membuat gania terbuai itu.


"aku kira ada hal penting apa? ayah hanya mengganggu istirahat ku saja!" Jawab gama dengan suara berat nya. setelah mengangkat telepon dari Ayahnya.


" Apa kau tidak mau berterimakasih pada ayah, yang sudah membantumu dan ingat jika suatu saat nanti ada kesalahan ayah akan menjauhkan darinya" Wijaya mengingat kan putranya itu.


"CK, bukan kah ayah sudah tau kenapa harus menghubungi ku, kan bisa kirim lewat pesan " decak gama dengan wajah kesalnya langsung menutup panggilan telepon nya. gama kesal karena ayah nya itu sudah menggangu waktu berdua nya dengan gania. gama memilih kembali kedalam kamarnya ada urusan penting yang belum terselesaikan di sana.


Sedangkan di mansion mewah itu pria paruh baya sedang tertawa terbahak bahak setelah berhasil membuat putranya marah, sebenarnya Wijaya hanya ingin memberitahu tentang persoalan Andre yang berhubungan dengan musuhnya dan Wijaya membantu Andre diam diam dengan cepat nya Andre mendapat informasi Reni berkat bantuan Wijaya.


"sayang! maaf ayah yang menelvon ku tadi..." ujar gama masuk kedalam kamar nya melihat gania yang tidur dengan nyenyak nya di ranjang nya. gama pun memicingkan matanya terheran begitu cepat gania tertidur pulas.


dengan tatapan menyeringai gama langsung naik keatas ranjang, masuk kedalam selimut yang sama dengan gania tidak semudah itu mengelabui seorang gama.


"kau mau bermain dengan ku baby" seloroh nya yang sudah satu selimut dengan gania, gama memeluk erat tubuh wanitanya menelusupkan wajah nya di dada gania. bibirnya tersenyum penuh kemenangan.


Deg


Detak jantung gania berdegup kencang berpacu dengan cepat merasakan tubuhnya menegang dengan posisi seperti itu. " astaga kak gama, dia itu selalu seenaknya melakukan hal apapun padaku " gania bergumam dalam hati.


...tinggalkan jejak kalian guys πŸ™ maksih πŸ₯°...

__ADS_1


__ADS_2