Cool But Love

Cool But Love
bab 110


__ADS_3

" Cih, selera mu itu sangat rendahan Gama, memilih Istri yang miskin dan jelek masih berkelas gue jauh daripada Gania mu itu." Ejek Reni dengan sinis.


Gama yang sudah tersulut emosi mendekati Reni lalu mencengkram rahang Reni dengan kasar." Dia itu berlian ku, dan kau itu hanya kotoran yang ada dimana mana dan di injak-injak oleh semua orang yang lewat, tak lebih dari seorang ja-lang," kemudian menghempaskan nya dengan kasar sembari memasukkan tangannya ke saku celananya.


" Brengsek! berani kau menyakiti Reni!" Teriak Be tidak terima melihat Reni diperlakukan kasar oleh Pria itu yang merupakan musuh bebuyutan Reni, tanpa rasa takut sedikitpun ia menatap sengit kearah Gama.


Tanpa banyak kata Gama langsung melayangkan tinjuan pada Be bertubi-tubi tanpa ampun hingga Be terguling kebawah beserta kursi nya karena tubuhnya terikat.


" Itu hadiah buat mu lelaki bodoh yang mau diperdaya oleh wanita ular seperti Reni." Sindir Gama dengan tatapan dinginnya kembali duduk dengan gaya cool nya di sofa.


" Tuan, biar saya yang menghajarnya, jadi, anda tidak perlu mengotori tangan anda," Vicky yang sedari tadi hanya diam ingin menggantikan Gama memukul mereka yang memang merupakan tugasnya.


Reni maupun Be hanya bisa menelan ludah nya dengan kasar saat melihat dan mendengar ucapan Vicky apalagi tatapan Gama yang menyeramkan seperti Ingin membunuh mangsanya.


"Cih, beraninya kau hanya menyuruh orang-orang mu saja," Ejek Be dengan tubuh bergetar hebat karena takut. Reni melirik Be dengan tajam karena pria itu berkata sembarangan yang jelas bisa membuat emosi pria di depan mereka meradang.

__ADS_1


" Bawa berkas nya pada mereka, suruh mereka menandatangani nya jika mereka melawan patahkan tangan dan kaki mereka." Perintah Gama dengan tegas tidak minat membalas ucapan Reni.


Reni yang ditatap pun menggigit bibir bawahnya sebisa mungkin ia menyembunyikan rasa takutnya dari Gama.Entah apa yang sedang direncanakan Gama yang pasti membuat Reni gelisah.


Salah satu bodyguard andalan nya pun menyerahkan map pada Vicky dengan sigap Vicky membawanya kepada Reni dan juga memberikan pena untuk melabuhkan tanda tangan di atas kertas tersebut.


" Pilih suka rela atau kami paksa!" Ucap Vicky dengan santai namun penuh penekanan sembari mengarahkan kertas tersebut didepan wajah Reni supaya wanita itu bisa membacanya dengan jelas. Reni pun membaca nya namun baru beberapa bait ia berteriak penuh emosi.


" Sialan kau! Brengsek! Dari mana kau mencuri data perusahaan ku Gama!" Amuk Reni dengan bibir bergetar dan menangis lirih, sudah hancur berkeping keping kehidupan nya sekarang tidak ada lagi kebahagiaan menghampiri nya.


" Reni.." Lirih Be hanya memandang penuh rasa iba pada Reni kenapa bisa wanita itu begitu ceroboh.


" kau tahu Reni, harta kekayaan tidak serta Merta membuat hidup seseorang bisa bahagia, tapi, ketulusan dan kebaikan akan membawa kebahagiaan," Ujar Gama tanpa ekspresi apapun.


" Kau benar, aku sudah tidak mempunyai siapapun lagi di dunia ini, jadi untuk apa aku meneruskan hidupku," Ucap Reni penuh dengan penyesalan dengan senang hati ia membunuhi tanda tangan di berkas tersebut setelah Vicky membuka ikatan tali ditangannya.

__ADS_1


" Kau yakin Ren," Be menayangkan. dan hanya anggukan kepala yang Reni lakukan. " kau kejam tuan Gama, dia ini perumpuan yatim piatu tapi kau merampas semua miliknya," lanjutnya Be dengan menatap tak percaya pada Gama.


" God, kau tahu Be, Gania lebih jauh terlunta-lunta daripada Reni, dia bekerja keras hanya untuk menghidupi keluarga Tante nya dan membayar semua hutang Om nya yang suka penjudi, jadi jika di bandingkan dengan Reni jauh sekali, Reni memiliki keluarga lengkap, harta, hanya saja serakah dan keji," Jelas Gama dengan tatapan tajam kearah Be. Ia tak suka jika istrinya di rendahkan oleh orang lain.


Be sendiri meresapi setiap kata-kata yang diucapkan oleh Gama, mendengar jawaban dari Gama seakan menjadi cubitan keras bagi Be, ia sendiri pun sama hidup sebatang kara menjadi seorang preman, tak ayal banyak orang berkelas menghinanya.


" Anda benar," Imbuhnya menunduk dengan wajah sendu.


" Lepaskan mereka, dan pergilah dari kota ini, anak buah ku akan tetap mengawasi kalian di kota yang baru, Aku akan memberikan mu 15% saham ku untuk modal usaha kalian, aku harap kau bisa berubah menjadi wanita lebih baik." Terang Gama dengan tatapan penuh harap pada Reni.


" Terimakasih," Hanya itu yang bisa Reni katakan saat ini, meskipun dihatinya masih ada sedikit rasa pada Gama tapi ia sebisa mungkin membuang jauh-jauh dari lubuk hatinya yang terdalam. ia ingin memulai hidup yang baru, dengan dikawal beberapa anak buah dari Gama Reni dan Be pergi meninggalkan kota ini.


Feri yang sejak tadi berada di ruangan tersebut menitihkan air matanya ia bangga dan juga terharu, akhirnya tuan Gama bisa berbuat adil dan bijak sana meskipun sudah banyak kejahatan yang Reni perbuat tapi masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri.


" Takdir itu adalah rencana Tuhan," Gama menatap Feri dengan senyum tipis." kau tenang saja, aku pasti memberikan bonus untuk kau." Bisik Gama pada Vicky sambil menepuk pundaknya, kemudian berjalan keluar dari tempat tersebut. Vicky dan Feri saling pandang tersenyum tipis kemudian segera menyusul tuan Gama bersama beberapa anak buahnya yang lain.

__ADS_1


__ADS_2