Cool But Love

Cool But Love
bab 18 menghapus surat penting


__ADS_3

Di dalam mobil mewah Ferrari, seorang pria marah marah tak jelas." CK, Vicky bisa cepat sedikit tidak!!" seru gama dari kursi belakang yang masih fokus menatap layar ponselnya.


"Baik tuan!!" balas Vicky yang masih fokus dengan setir kemudinya. setelah keluar dari hotel, mereka langsung pergi dari sana menuju apartemen.


Good..!! ucap Gama menyenderkan tubuhnya ke belakang. kepalanya di penuhi oleh isi Vidio Cctv tadi. gama merasa sangat lelah seharian banyak hal yang membuat dia pusing. tidak terasa mereka akhirnya sampai di apartemen.


***


tua.....n? Vicky menatap bosnya langsung keluar begitu saja dari mobilnya. hanya menggelengkan kepala. " dia itu lagi kerasukan jin possesif kali ya!".


"pulang lah!!! " ucap Gama setelah turun dari mobil tanpa menanggapi perkataan Vicky lalu berjalan cepat ke dalam apartemen. setelah membuka pintu apartemen Gama menelisik setiap sudut ruangan tak menemukan Gadis nya. lalu melangkah cepat mendekati satu ruangan.


braak.


Gania terkejut mendengar pintu kamar terbuka, lalu menoleh berteriak melihat gama sudah berdiri di kamarnya.


Aaah!


Gania dengan cepat menarik handuk nya yang tergeletak di lantai melilitkan ke tubuhnya." ke..na..pa kau seperti hantu kak! tiba-tiba berdiri di sana?" ucap Gania gugup, Gania mengira gama tidak pulang, jadi kebiasaan buruknya suka sembarangan memakai baju dimana pun. gania berpikir cctv hanya ada di ruang tengah saja. jadi di kamar aman tanpa ada yang melihat.


Gama menarik ujung Bibirnya, melihat Gania mengenakan handuk sebatas dadanya. saat gama mengingat Vidio Gania melepas bajunya di dalam kamar. Gama tak sabar segara pulang. "kenapa baby !". gama berjalan mendekati Gadis nya.


"kak!! stop jangan mendekat" ucap Gania memundurkan tubuhnya melihat gama berjalan kearahnya.


Gama melepas jasnya membuangnya asal, membuka tiga kancing kemeja menggulung bagian lengannya." jika aku tidak mau bagaimana baby?" ucap Gama tersenyum manis. sembari mengedipkan sebelah matanya. hingga jarak mereka kini sangat dekat.


Tubuh Gania mentok di lemari, menatap gama yang terlihat cool semakin tampan. membuat otaknya tak berfungsi dengan baik, Gania mencoba melipir hendak berlari namun kalah cepat, tangan gama langsung memeluknya. "Ah" kak lepasin!!". seru Gania memukul punggung gama.


" diam lah baby!". gama semakin erat memeluk gadisnya. rasannya nyaman sekali, sehingga lelahnya hilang begitu saja.


hah! Gania bingung dan juga malu, dirinya hanya mengenakan handuk saja, tapi gama sangat erat memeluk nya, ia merasa apa gama sangat lelah, perlahan tangan mungilnya membalas pelukan gama."apa sangat lelah!" ucap Gania.


"Hem", gama mengulas senyum Gania membalas pelukan nya. gama menelusupkan wajahnya di cengkeruk leher jenjang Gania menghirup aroma tubuh gadis nya, menjadi candunya.


"kak! mandilah aku siap kan air hangat oke!" Gania mengelus pelan punggung gama, agar mau melepas pelukannya dan segera mandi.

__ADS_1


Gama melepas pelukannya menangkup wajah cuby, Gania lalu menatap bola mata Gania sangat dalam." jangan pernah pergi dari ku baby, apapun yang terjadi nanti!" Cup. gama mengecup bibir gadisnya.


"kak, aku tidak akan kemana-mana!, tapi bagai mana dengan status ku, lalu surat perjanji...?" Gania mulai resah.


"surat itu tidak berlaku, mulai Saat ini kau milikku!" sahut gama cepat, membelai lembut pipi Gania. lalu memeluk Gania kembali.


"benarkah kak! jadi aku tidak lagi menjadi asisten pribadi mu?" ucap Gania senyum sumringah.


"siapa bilang, kau tetap bersamaku selamanya!"Cup. gama langsung menggendong Gania membawa ke ranjang.


aaah!


"kau itu mesum sekali kak!" Gania terkejut tiba-tiba tubuhnya melayang keudara sembari memukul dada bidang gama karena kesal.


" mau ku hukum baby!" ucap gama memeluk Gania di atas ranjang. sikunya ia jadikan tumpuan agar dirinya tak menindihi tubuh gadis nya.


"kak! jangan mulai deh!" Gania memalingkan wajahnya, lalu tangan mungil Gania menahan dada bidang Gama agar tak mendekati wajahnya.


"Aku menginginkan mu baby, bagaimana jika kita mengulanginya kembali!" gama membisik ke telinga Gania, lalu menggigit cuping telinga gadis nya.


Gama melebarkan matanya menatap benda kesukaannya terpampang jelas dengan cepat menindihi tubuh Gania." sayang! apa kau menggodaku jika benar kau harus bertanggung jawab!" ucap Gama memeluk tubuh polos Gania. menatap haus gunung kembar kenyal itu.


aaa aku malu sekali astaga kenapa harus begini sih


"kak tubuhmu sangat berat" lirih Gania memejamkan matanya merasakan tubuhnya menegang.


"Sayang! Cup" gama langsung menyambar bibir gadisnya, mencium lalu menyesap atas bawah bibir mungil itu, tak kuasa menahan hasratnya.


eemmmpphh, bola mata nya melebar merasakan bibir gama mendarat di bibir nya." kak!!" su..dah...ce..Pat..mand..iilah" ucap Gania terbata. agar gama tak berbuat lebih.


Gama melepas ciumannya, mendengar perhatian Gania sejak tadi ." baiklah baby tapi tetap di ranjang, aku mandi sebentar!" Gama menatap tajam agar Gadis nya tetap pada posisi nya. lalu beranjak dari ranjang.


"hah!! ada ada saja, ambilkan aku baju tidur dulu kak, aku malu jika tak mengenakan baju" Gania mengerucutkan bibirnya kesal melihat sikap gama tak mengijinkan dirinya memakai baju, dengan cepat membenahi handuknya.


Gama sibuk mencari baju untuk Gania di lemari setelah menemukan menurut nya pas berjalan ke ranjang." pakai ini baby, dan jangan kemana mana!" gama memberikan baju tersebut dengan senyum smirk.

__ADS_1


hah! kak yang benar saja ini kaos oblong, lalu mana itunya? kesal Gania, bisa bisa nya gama mengambilkan kaos oblong kebesaran padanya.


"jangan protes sayang, kau tidak perlu memakai itu!" Jawab gama mengerling nakal lalu melesat ke kamar mandi.


Gania menghela nafas berat huff " dasar pria mesum!" Gania terpaksa memakainya dari pada nanti di suruh ganti kalau tak memakai kaos itu. beberapa menit kemudian pintu kamar mandi terbuka menampakkan sosok gama yang sangat tampan.


Gama keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk di pinggangnya lalu mendekat ke ranjang dengan cepat mengangkat tubuh Gania ala bridal style dan membawanya ke kamar pribadinya." diam " ucap Gama.


Gania melototi gama yang tiba-tiba mengangkat tubuhnya dan membawanya ke kamar gama." kau gila ya kak!!" seru Gania mencubit dada bidang gama.


"aw!! sakit sayang!" gama pura pura merintih, setibanya di kamar gama, kemudian membaringkan Gania keranjang. lalu mengambil kaos oblong dan bokser dan langsung memakai nya tanpa memikirkan Gania yang kesal menatap kearah nya. setelah itu langsung melesat ke atas ranjang.


Gania kesal merasa geli sendiri melihat gama dengan santay mengenakan pakaian di depannya, dengan cepat masuk ke dalam selimut tebal sebelum gama mendekati nya.kenapa aku bisa bertemu dengan pria gila seperti dia?


"Baby sini kenapa kau sembunyi, baiklah jika kau ingin mengulangi nya kembali" seru gama di atas ranjang menatap Gania menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. kemudian menelusup kedalam selimut dan menarik gadis nya dalam pelukan.


" berhentilah menggangu kak! lepaskan aku mau tidur!!" lirih Gania saat tubuhnya di tarik kepelukan gama.


"Kenapa Hem! aku tidak menggangu mu kau cukup diam sayang!" gama membalikkan tubuh Gania menghadapnya, tangannya menelusup masuk ke kaos oblong Gania meremas lembut benda kesayangan nya.


Kak! Gania merasa tubuhnya menegang. "gimana aku bisa tidur kak jika tanganmu tak mau diam" lirih Gania menggigit bibir bawahnya, sambil memejamkan matanya. merasakan sentuhan gama yang sangat nakal.


"sayang sekali saja" bisik gama menggigit cuping telinga Gania merasa bergairah melihat Gania menggigit bibirnya. tangan nya meremas gunung kembar dengan semangat perlahan turun kebawah mengelus paha putih mulus Milik gadis nya.


"kak ku mohon!" mohon Gania sembari mengerjap ngerjakapkan matanya agar Gama tak mengulangi kejadian waktu itu.


Justru gama semakin gemas melihat tingkah Gania menatap nya. membuat gairahnya meningkat dengan cepat mencium bibir candunya." kau menggemaskan baby"Cup"


eemmmpphh.."Ka...k!" Gania membola sempurna merasakan sesuatu kenyal mendarat di bibirnya. awalnya hanya ciuman lembut lama lama semakin menuntut. gama semakin memperdalam ciuman nya. Gania mulai terbiasa dengan serangan mendadak gama sedikit mengatur pernafasan dengan baik.


Gama melepas ciumannya nya menatap Gania penuh hasrat namun mendengar suara Gania tersadar." sayang maafkan aku, yang ada di tubuhmu selalu membuat ku candu baby! tapi aku tidak akan memaksamu kita bisa menunda sampai kita menikah!" Cup cup Cup gama menciumi seluruh wajah mungil gadisnya. "biarkan seperti ini sayang, sekarang tidurlah". gama memeluk erat tubuh Gania, lalu menelusupkan wajahnya ke buah dada gadis nya. memejamkan matanya sembari menghirup aroma yang sangat candu buatnya.


syukurlah Gania menghela nafas pelan. " makasih kak, sudah mengerti aku!" Gania merasa lega gama tak hilaf melakukan hal itu lagi, Gania dengan cepat membalas pelukan gama agar pria itu cepat tertidur.


Tak butuh waktu lama gama dengan nyaman terlelap, di susul oleh Gania mengikuti gama menyelami mimpi indahnya.

__ADS_1


...jangan lupa like ya kk πŸ™ bantu support like'comen πŸ₯°πŸŒ·...


__ADS_2