Cool But Love

Cool But Love
bab 22 cemburu berakhir dengan penyatuan


__ADS_3

"Nona, sudah sampai!" ucap feri supir pribadi Wijaya pada Gania, dirinya di tugaskan oleh Wijaya untuk mengantar pulang Gania dengan selamat. Ternyata bosnya nona Gania bukan orang sembarangan di lihat dari bangunan apartemen nya kalangan kelas atas. feri membatin.


"Makasih pak" Gania membungkuk sopan setelah turun dari mobil.


"nona tidak perlu seperti itu, sudah tugas saya mengantar nona!" feri berucap kalau Gania tak perlu hormat seperti itu padanya, selain itu feri merasa kagum atas kesopanan gadis itu. feri pun pamit pada Gania.


Gania langsung memasuki apartemen kemudian masuk ke dalam lift menuju kamar apartemen milik gama, setelah lift terbuka Gania langsung menekan no password yang di berikan padanya waktu lalu oleh gama, takut jika gama lebih dulu darinya pulang bisa bahaya.


Ceklek.


"ah. pria kutub mesum!!! kok bisa gelap sih!!" latah gania syok saat masuk kedalam ruangan gelap." Sebelum aku pergi lampunya masih menyala kenapa sekarang jadi mati" seloroh gania tengkuknya terasa merinding. Gania pun menggerutu semua umpatan keluar dari bibirnya. pelan pelan Gania melangkah sembari meraba raba dinding untuk mencari letak saklar menghidupkan lampu.


Gama yang sedari tadi hanya menyenderkan tubuhnya di dinding tepatnya di dekat saklar. menahan amarahnya sejak tadi, namun semakin naik pitan mendengar umpatan Gania bisa bisanya gadisnya mengatainya.


"Ketemu!!" clik.


Gania langsung memencet saklarnya dan sedetik berikutnya diam mematung. Saat lampu menyala menerangi seluruh ruangan, sosok gama yang ia khawatir kan sudah ada di depan matanya.


deg.

__ADS_1


ya tuhan bagaimana ini dia sangat mengerikan ternyata saat sedang mode marah. Gania membatin dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"berani sekali kau pulang larut, dan pergi dengan pria lain! kehotel atau ke apartemen ? berapa harga pria itu menyewamu?" ucap Gama pelan penuh penekanan namun terasa nyelekit di hati Gania. tatapan gama yang mengejek Gania sinis.


deg.


Gania tak habis pikir bisa bisanya gama menuduhnya seperti wanita murahan." aku tidak semurahan itu kak!! " ucap Gania penuh emosi mengepalkan tangannya menatap gama tajam.


"Ck, tidak usah sok suci baby, kau juga pernah ke club' pasti sudah biasa bagimu bermalam bersama pria!!" gama yang sangat cemburu pada gadisnya, tak bisa mengendalikan emosinya. otaknya tak bisa berpikir jernih, tadi saat mendapat laporan dari anak buahnya mengatakan jika Gania bertemu dengan pria di cafe dan pergi bersama pria menggunakan mobil mewah. matanya di butakan oleh kecemburuan.


"cukup kak! jangan menghinaku, asal kau tau aku memang bekerja di club' tapi bukan berarti aku murahan, dan ya aku ke cafe bertemu Vivi sesuai yang aku katakan, tapi tanpa senga..?". ucapan Gania di potong langsung oleh gama.


"sengaja bertemu pria yang menyewamu! ho ho ho apa kau lupa sayang aku tidak suka jika miliku di sentuh orang lain dan kau... berani bermalam dengan pria lain!!" ucap gama penuh penekanan menatap Gania penuh emosi tersenyum sinis melangkah mendekati Gania.


"Aaaaa...! lepaskan aku kak!! cepat turunkan aku!! " teriak Gania memukul dada bidang gama sangat keras.


"Diam...! berani kau berucap tentang pria itu di depanku" gama sudah gelap mata karena rasa cemburunya mengangkat tubuh Gania membawa nya kedalam kamar pribadinya dan menjatuhkan tubuh gania dengan kasar ke atas ranjang.


aw... rintih Gania di perlakukan kasar oleh gama, "kau kenapa tiba-tiba kasar padaku!" Gania yang terkejut melihat kemarahan gama seperti kerasukan dan cemburu tak mendasar padanya. memundurkan tubuhnya saat gama menaiki ranjang."Ka...u ma..u..ap...a!" ucap Gania terbata. melihat tatapan mengerikan gama padanya.

__ADS_1


"kau harus melayaniku seperti pria itu menyentuhmu baby!" ucap gama pelan namun penuh tekanan. gama mencekram kasar pipi Gania mendekat lalu berbisik" aku akan menghilangkan semua bekas sentuhan pria itu di tubuhmu baby" gama sudah tak bisa menahan emosinya sudah berada di ubun ubun. bersikap kasar pada Gania.


deg.


Hati Gania sangat perih saat mendengar ucapan gama terhadapnya, tak menyangka pria ini yang kemarin sangat hangat dan lembut sekarang menjadi brutal karena mengira dirinya berselingkuh." Aku sudah jujur kak aku tidak berpaling darimu" lirih Gania menahan sakit di pipinya air matanya tak terasa mengalir begitu saja.


"diam. aku tidak percaya dengan alasan mu, Cup" gama langsung mencium bibir Gania dengan kasar menggigit bibir Gania dan menyesapnya atas bawah bergantian dengan rakus, merobek paksa semua pakaian Gania lalu membuangnya.


eemmmpphh... kau jahat, kau ja..hat kak!!" Gania memukul dada bidang gama, Gania benci dengan perlakuan kasar gama.


"diam. aku akan menghapus jejak pria itu menyentuhmu, disini" bibir gama ******* bibir Gania dengan kasar. Gama sudah tak bisa mengontrol amarahnya menyesap leher Gania dengan kasar. bibirnya turun ke buah dada Gania menyesap dan menggigit nya kasar, membuat Gania meringis, lalu ke bahu Gania menggigit menyesap nya."disini " gama yang sudah di bawah sana lidahnya dengan rakus bermain di lembah indah itu.


Gania memalingkan wajahnya, meremat erat ujung sepray menahan rasa sakit perih di sekujur tubuhnya. atas perlakuan kasar gama pada dirinya, Gania merasa jijik pada dirinya sendiri, yang tak bisa memberontak apalagi saat bibir gama bermain di bawah sana dengan rakusnya membuat Gania merasa panas, menggigit bibir bawahnya kuat agar tak mengeluarkan suara menjijikan.


Setelah puas bermain di bawah sana, gama langsung menindihi tubuh Gania langsung menerobos masuk di bawah sana tanpa aba-aba. Di sela melakukannya dengan tempo cepat gama merasakan kenikmatan yang sama saat menyentuh gadisnya.


"sayang rasanya tetap sama saat pertama kita melakukanya" bisik gama dengan Suara seraknya saat gairahnya meningkat sudah di ubun-ubun. setelah sadar gadisnya tak di sentuh dengan pria lain selain dirinya, gama memelankan temponya. lalu mencium bibir Gania dengan lembut."maafkan aku sayang" lirih gama di sela ciumannya. dan melakukan nya dengan lembut.


"kau sangat jahat kak, aku membencimu" lirih Gania pelan. memukul punggung gama. dirinya sangat benci pada gama entah mengapa Gania merasa hatinya sakit saat gama tak percaya padanya, entahlah mungkin Gania yang mulai menyukai pria ini.

__ADS_1


Gama pun mengecupi seluruh wajah gadisnya merasa bersalah, dan melakukanya dengan lembut. setelah gama puas menuntaskan hasrat nya, kemudian menggulingkan tubuhnya di samping gadisnya, menarik tubuh Gania kedalam pelukannya lalu menutupi tubuh polos mereka dengan selimut. Gania yang di tarik kepelukan gama membalikan tubuhnya dan memunggungi gama. gama pun tak memperdulikannya tetap memeluk erat tubuh gania dari belakang dan memejamkan tak kuat menahan kantuk karena kelelahan.


...jangan lupa like komen ya 😘 kk semua πŸ₯°πŸ™...


__ADS_2