
Setelah dari rumah sakit Reza dan Rani pun kembali pulang ke mansion mereka. namun keberadaan Reni belum terlihat di mansion, Pak Reza sudah tidak sabar ingin bertanya pada putrinya itu.
" sayang apa Reni belum pulang juga? kemana anak itu perginya " ucap Reza sedang duduk di sofa di temani oleh istrinya rani. Rani menoleh kearah suaminya.
"sabar mas mungkin masih di jalan atau mampir ke rumah temannya " jawab Rani dengan memberikan sebutir obat pada reza. " ini minum dulu" imbuh Rani dengan memberikan segelas air putih pada suaminya.
"makasih sayang, sampai sekarang belum pulang itu anak, ada hal penting yang ingin ku tanyakan dengan nya? apa reni tidak mengangkat telpon dari mu?" ucap Reza setelah meminum obat nya.
"nggak mas, ponsel nya tidak aktif " jawab Rani dengan menyandarkan tubuhnya kebelakang.
"ibu... ayah.. maaf Reni pulang telat" ucap Reni dengan wajah di tekuk dan menghempaskan tubuhnya ke sofa dengan kasar.
"astaga reni, pelan kan suara mu membuat ibu terkejut, kenapa wajahmu seperti" ucap Rani terkaget dengan kedatangan putrinya, melihat raut wajah Reni yang sedang kesal.
"hari ini membuat ku muak Bu! semua nya sangat menyebalkan" sungut Reni dengan wajah kesalnya.
"apa karena gadis itu, yang membuat mu kesal" tanya Reza dengan raut wajah datar menatap ke arah Reni.
"what! ayah tahu dari mana aku bertemu gadis itu, apa ayah mengirim mata mata untuk mengikuti ku?" ujar Reni menatap ayahnya cepat dengan muka gugup nya, dari mana orang tua nya tahu tentang gadis itu.
"huff, Tadi ayah bertemu gama di rumah sakit dia sedang bersama seorang gadis, siapa gadis itu?" tanya Reza dengan menghela nafasnya, Reza sedikit khawatir kehadiran gadis itu menghalangi rencana nya.
" kenapa ayah tidak bertanya langsung pada nya, yang aku tahu dia hanya asisten pribadinya tapi menurut ku mereka aneh" ucap Reni dengan cepat, saat tahu ayahnya sedang menatap nya dengan tajam.
"lalu apa yang ingin mas lakukan?" tanya Rani dengan cepat menyela pembicaraan suaminya.
" seperti nya kita harus membuat gadis itu menjauh dari gama, reni kau pepet terus gama dan kabari ayah kemana gadis itu pergi" ucap reza dengan tegas.
Setelah Reza memberitahu semua rencana nya pada putri dan istri nya, apa yang harus di lakukan reni nanti, menunggu waktu yang tepat untuk membawa gadis itu pergi dari sisi gama.
Reni tidak bisa lagi menolak semua perintah ayahnya ia tidak mau mengecewakan kedua orang tuanya. tapi Reni sangat senang dengan rencana ayah nya itu dia semakin bersemangat untuk membalas perbuatan gama padanya sudah merendahkan harga dirinya di hadapan gadis murahan itu.
Di tempat lain
__ADS_1
"bukan nya itu Andre dan Vicky ada apa mereka di sini" seloroh gama menggandeng tangan Gania, setibanya di bastmant apartemen gama melihat dua pria sedang berada di halaman parkir.
"mana kak?" ujar Gania mengedarkan pandangan di sekitar.
"Itu baby, ayo kita masuk" balas gama dengan berjalan beriringan bersama Gania menuju pintu lift, di sana sudah ada Andre dan Vicky menunggu nya.
"tuan.." sapa Vicky.
"hai Gania apa kabar!" ucap Andre menyapa pasangan romantis di hadapannya.
"Baik kak Andre, kakak sendiri?" balas Gania tersenyum.
"kau lagi, ada apa kau kemari? dan kau Vicky kenapa berada di apartemenku" ujar gama kepada dua pria di depannya itu dengan wajah sombongnya.
"saya mau memberitahu jika nona ren..."
"Cepat kau pulang saja tidak perlu kau jelaskan " sahut gama malas mendengar nama wanita genit itu.
"CK, baiklah permisi" decak Vicky sangat kesal dengan bosnya itu selalu memotong ucapan nya. dia pun segera pergi dari tempat itu.
"kak kau jangan terlalu keras dengan tuan Vicky kasian dia" bela Gania kepada Vicky, ia tak tega melihat sikap gama pada asistennya.
"maaf sayang, aku sangat sebal jika mendengar nama itu" ujar gama dengan wajah cemberut nya karena wanita nya membela Vicky di depan nya.
"pffff,,,," Andre menahan tawanya melihat ekspresi gama di tegur oleh Gania.
"tidak usah tertawa dan sana pergi menggangu saja, ayo baby" kesal gama Andre menertawakan dirinya, dan meraih tangan Gania untuk masuk kedalam lift.
"Eh tunggu dulu, aku datang kesini untuk menyampaikan titipan dari Tante lilia" seru Andre dengan cepat membuat Gania menghentikan langkah kakinya.
Gania langsung melepas genggaman tangannya dan berbalik badan, saat Andre menyebut nama lilia.
" Apa yang di titipkan padamu kak" tanya Gania dengan antusias dan mata berbinar-binar.
__ADS_1
"ini , katanya ini bisa mengurangi rindumu" Andre menyerahkan amplop coklat kecil pada Gania.
"apa ini, bibi lilia tidak bilang apapun lagi selain itu?" ujar Gania dengan membuka amplop itu di iringi rasa penasaran dengan isi amplop tersebut.
"Tidak bukalah dulu nanti juga tahu!" balas Andre seraya tersenyum pada Gania.
"Di larang menebar pesona di depan Gania, tutup mulut mu itu" ujar gama dengan perasaan cemburu kepada Andre yang melempar senyum pada wanita nya.
"CK, dasar pria bucin" decak Andre dengan sengit.
" woaahh ini makasih kak, aku sangat merindukan mereka sungguh ini mengobati rinduku, aku pikir tidak bisa melihat foto ini lagi" seloroh gania dengan sorot mata berkaca-kaca sangat bahagia nya bisa melihat foto keluarga nya kembali, tapi tidak di sadari oleh nya, jika dulu foto milik nya tertinggal di sini.
"coba sini lihat, apa yang kau lihat membuat mu terlihat sangat bahagia" pinta gama sangat penasaran titipan apa yang bisa membuat gania berbinar-binar.
"ini" Gania menyerahkan sebuah foto pada gama.
"Oh God bukan kah ini fotomu waktu kecil, aku menemukan foto yang sama di kamar mu waktu lalu, aku punya kejutan untuk mu sayang" ujar gama terkejut dengan yang di lihatnya. membuat gama teringat dengan sesuatu hal penting dalam hidupnya.
" Ehem.. di sini ada orang, ya sudah kalian berunding lah aku pulang dulu sampai ketemu lagi Gania" Andre berdehem dengan keras ia sangat kesal di abaikan oleh dua orang di tempat itu.
"Baguslah cepat sana pergi, oh ya makasih" ujar gama.
"kak gama, makasih banyak kak Andre hati hati di jalan ya" ucap Gania dengan menatap tajam kearah gama.
"tentu gadis manis sampai jumpa" goda Andre dengan senyum manis kearah Gania membuat gama semakin kebakaran jenggot melihat tingkah nya.
"dasar penggoda, jauh sana" sengit Gama kearah Andre .
"kau itu seperti anak kecil kak, dia sudah baik datang kesini tapi kau ajak bertengkar" gerutu Gania dengan wajah cemberut dan merebut foto dari tangan gama.
"baby, sini kau!" seru gama gemas dengan wanita nya cerewet padanya dan mengangkat tubuh Gania ala bridal style membawanya ke dalam lift, ingin menghukum Gania yang sudah membuatnya kesal.
"aa.. lepaskan kak, turunkan aku tidak, cepat turunkan aku dasar pria impoten!" seru Gania berusaha memberontak di dalam lift, tapi tidak di hiraukan oleh gama justru dengan erat menggendongnya dan segera membawa nya kedalam kamar apartemen miliknya.
__ADS_1
...jangan lupa dukung guys 🙏 tinggalkan jejak kalian 🥰☺️ salam sehat selalu 💪...