Cool But Love

Cool But Love
bab 71 masuk perangkap


__ADS_3

seorang pria dengan berpakaian formal menenteng tas kerja di tangan kirinya sedang berjalan terburu-buru memasuki restoran.


"Selamat datang tuan" sapa Andre bersalaman dengan seorang pria yang baru sampai di sana.


"Terimakasih tuan Andre" balas pak Reza tersenyum ramah lalu duduk di kursinya.


Andre langsung menyodorkan sebuah berkas di hadapan tuan reza ke atas meja. " langsung ke inti tuan reza, semua nya ada di dalam sini silahkan anda baca" ucap Andre yang tidak suka berbelit-belit.


Ya andre berencana menawarkan proposal kerjasama menguntungkan untuk perusahaan Reza tentu itu semua tidak lepas dari niat terselubung dari nya. Sebenarnya mereka sudah memiliki hubungan kerjasama bisnis, oleh sebab itu andre akan lebih mudah menjalankan rencana itu untuk membantu sahabat nya tercinta dan tentunya tidak gratis.


Kening Reza berkerut lalu mengambil map itu dan mulai membaca isinya. " ini benar kan tuan Andre, saya tertarik dan sangat setuju menerima proposal kerjasama ini, tidak sia sia datang kemari tergesa-gesa" tanya reza tampak kegirangan mengetahui isi berkas itu yang banyak menguntungkan pihak nya.


Andre tersenyum smirk ternyata reza masuk kedalam perangkapnya. " jadi bagaimana apa anda setuju " ucap Andre dengan tegas.


Senyum sumringah tergambar di wajah Reza yang langsung menyetujui nya." Sangat setuju tuan Andre" balas reza menjabat tangan Andre dengan mantap. tanpa ada kecurigaan sedikit pun kepada andre.


Andre membalas dengan senyum palsu nya." bagus semoga anda tidak menyesal, ya maksud saya jika menolaknya karena anda setuju jadi selamat untuk anda" ujar andre sembari memberi sinyal tapi tidak di perhatikan oleh Reza karena terlalu bersemangat tidak menanggapi nya dengan teliti.


Sementara di meja lain, tidak jauh dari tempat andre saat ini. Seorang pria sedang duduk di meja bundar restoran bersama asisten nya tengah ngedumel. " argh! kita kesini hanya di suruh jadi mata mata mereka, sial apa sebenarnya yang di inginkan anak play boy itu dan si tua bangka itu?" geram gama yang melihat perbincangan Andre dan Reza di salah satu meja restoran tak jauh dari tempat duduknya. setelah ia sampai di restoran berapa menit lalu.


"Tuan anda sabar dulu mungkin ada tujuan lain maksud tuan Andre menyuruh kita datang kesini" sahut Vicky cepat.

__ADS_1


Disaat gama ingin meluapkan emosi nya kembali tiba-tiba ponsel gama berdering. " kemungkinan begitu" jawab nya membuka pesan masuk di ponselnya.


Vicky yang melihat bosnya memeriksa ponsel nya pun ikut penasaran." Ada apa tuan?" tanya nya antusias.


Gama membaca semua isi pesan masuk itu dan beberapa rekaman percakapan detik itu pula wajahnya berseri seri." boleh juga rencananya" seloroh nya sangat pelan. dan kembali pesan masuk di ponselnya dengan buru buru gama membuka nya.


Itu semua tidak gratis bro kau harus bantu aku mendapatkan Vivi bagaimana mana deal ! begitulah isi pesan teks dari Andre untuk gama.


"Oh shitt, dasar otak oleng. menaklukan satu wanita saja minta bantuan cupu sekali" umpat gama wajahnya langsung merah padam lantaran kesal terhadap andre.


"ada apa tuan?" tanya Vicky kebingungan melihat bosnya yang tiba-tiba marah itu.


Vicky berusaha memberi kode jika ada Andre di sana tetapi gama tidak menanggapi nya." Tuan itu, ada..?" jelas Vicky menunjuk kearah belakang gama.


"Kau kenapa ?" tanya gama dengan ekspresi bingung. saat hendak melayangkan protes lantaran kesal dengan sikap Vicky tiba-tiba suara lantang memenuhi Telinganya.


Dengan wajah sengitnya Andre menatap tajam kearah Vicky dan gama. " Ehem! gania aku beritahu calon suami mu ini menipu mu asal kau tahu" ucap andre dengan suara lantang nya memenuhi kendang telinga gama dan Vicky kemudian dengan santainya ikut duduk bersama mereka.


Gama langsung terdiam sejenak setelah itu melempar tatapan sinis kearah Andre." Cih, kau ingin membuat kami tuli " bentak nya pada andre.


"Salah mu sendiri mengatai ku cupu, seharusnya kau bilang terimakasih padaku. dasar pria datar bagaimana bisa gania mau menerima mu oh sungguh malang sekali nasib gadis cantik itu! " sahut Andre sangat cepat seperti rel kereta api hal itu pun semakin menambah amarah gama.

__ADS_1


Gama menatap dingin Andre, sembari menghembuskan napas kasar, tidak mau berlarut larut dalam perang dunia dengan andre." jangan membawa gania ke masalah kita, dan sejujurnya aku tidak butuh bantuan mu bro tapi kulihat kau tergila-gila oleh gadis polos itu, maka dari itu aku akan berusaha membantumu, walaupun akan melibatkan istri ku nantinya" ujar gama dengan santainya meledek teman nya itu yang sedang di mabuk cinta oleh gadis bersegel. maklum one night stand nya selama ini semua nya tidak ada yang masih virgin lebih tepatnya bobrok.


Andre langsung tertawa terbahak bahak mendengar sahabat nya berkicau." hahaha! itu kau tau bro" jawab andre masih tertawa.


"Hahaha anda sangat pintar tuan Andre" timpal Vicky yang ikut tertawa mendengar perdebatan antara dua tuanya itu.


Gama menatap Andre dan Vicky bergantian tidak kah dia pikir begitu momen langka bisa berkumpul seperti ini" siapa yang lebih tahu dari ku tentang mu hah, lalu bagaimana kelanjutan dari rencana mu" tanya gama pada Andre.


"ya seperti yang ada di pesan ku tadi, setelah aku tahu semua soal reni dan latarbelakang nya , dan juga calon tunangan mu aku sempat khawatir awalnya setelah ku selidiki lagi ternyata ada udang di balik bakwan ya muncul ide ku itu dengan menangkap ikan dengan memberi umpan lezat" jelas Andre dengan serius.


Gama menganggukkan kepalanya yang mulai paham tujuan andre." Boleh juga rencana mu, tapi aku tidak janji Vivi mau menerima mu, biarkan dia menyukai mu dengan apa adanya" balas gama sedikit ragu.


"CK, kau tenang saja aku pastikan dia jadi milikku, so sedari awal bertemu terlihat jelas dia sangat mengagumi ku bro" decak Andre yang kesal di anggap remeh oleh gama.


"Kita buktikan saja nanti" sahut gama cepat tersenyum miring.


kepala Vicky menengok kanan kiri mengikuti kemana tuanya berbicara karena bingung ingin memberi masukan tapi tidak ada kesempatan untuk berbicara.


Andre menghela napas panjang." mari kita lihat siapa yang akan berhasil" Ujar nya percaya diri.


Gama kembali tertawa melihat keteguhan semangat Andre sahabatnya itu. mereka pun kembali akur berbincang dan mengobrol bersama dengan asyik di restoran tersebut. sampai ketika gama memilih untuk pulang lebih dulu bersama Vicky dan meninggalkan Andre yang masih berada di restoran itu.

__ADS_1


__ADS_2