Cool But Love

Cool But Love
bab 72 bertemu susan


__ADS_3

Cinta itu mampu mengubah segalanya seperti halnya perasaan, jika seseorang sudah menemukan belahan jiwa maka hati dan pikiran hanya akan di penuhi oleh rasa kerinduan yang mendalam dan tidak mampu untuk berjauhan lebih lama.


Seperti saat ini gama bersama Vicky sedang berjalan beriringan keluar dari restoran. gama terus melangkahkan kakinya sembari memainkan ponsel di tangannya. gama tidak terlalu memperhatikan derap langkah kakinya dengan benar. wajah nya lebih banyak menunduk dengan ke-dua mata nya hanya fokus pada layar yang menyala di benda pipih di tangan nya, gama sedang berbalas pesan teks dengan kekasih hatinya.


dugh...


"sshht" gama meringis mengusap lengannya kesakitan.


Kemudian memasukan ponselnya ke saku jas nya lalu pandangan nya melihat kedepan" kalau jalan lihat lihat, apa kau tidak punya mata hah!" sentak gama dengan intonasi tinggi. Di lihatnya wanita dewasa, bertubuh tinggi, sedang membetulkan tas nya.


"Anda tidak papa tuan" tanya Vicky menghawatirkan tuanya itu.


Gama mengangkat tangan nya mengode Vicky dia baik baik saja. sembari merapikan jas miliknya.


Susan langsung mendongakkan kepalanya mendengar makian dari pria yang di tabrak nya. "Sorry gue lagi buru buru...! " ucap susan dengan suara ikut meninggi. " Eh maaf tuan maafin saya" Susan sangat malu setelah melihat pria di depannya ternyata sangat gagah dan tampan, dengan tidak mengalihkan pandangan matanya kearah gama.


Susan yang terkejut mematung memandangi pria tampan di hadapannya itu. Pipinya memerah, senyum lebar di wajah nya ia tunjukkan sangking terpesona oleh ketampanan gama di depannya itu.


"Hah! maaf-maaf. minggir!" seru gama dengan wajah dinginnya. merasa kesal dengan wanita di depannya yang menghalangi jalan nya.


Susan langsung terperanjat di bentak oleh gama." apa? hais dasar sombong sekali" balasnya dengan wajah kesalnya melihat ekspresi dingin pria itu. dengan memundurkan langkahnya kebelakang memberi jalan untuk gama Lewat.


Gama menatap datar susan dan melanjutkan langkahnya melewati susan yang sedang menatapnya penuh kekesalan. " pakek mata ingat ma-ta bukan dengkul" seloroh gama berlalu pergi begitu dari hadapan susan yang di ikuti oleh Vicky di belakang nya.


"Maaf kan tuan saya nona " ujar Vicky berhenti tepat di depan susan lalu kembali mengejar langkah bosnya dan meninggalkan susan yang terdiam membisu.

__ADS_1


Menyadari langkah Vicky yang tertinggal sedikit jauh darinya dan sedang berlari mengejar langkah nya gama segera menoleh." lamban seperti kura kura" ejek gama dengan kembali melihat kedepan.


"Huh,huh, anda saja yang terlalu cepat jalan nya bos" dengan napas tersengal-sengal Vicky protes tidak terima di juluki seperti kura kura.


"CK, apa kau merasakan ada yang aneh dengan wanita tadi, aku seperti pernah melihat nya tapi dimana? apa kau mengingatnya?" decak gama kesal, ia pun penasaran dengan Susan yang menabrak nya tadi.


" huff, mana saya ingat dan tahu tuan dimana melihat nya..?" Vicky tampak sedang berpikir. "Oh ya di map tadi pagi bos!" ucap nya dengan sangat keras karena berhasil mengingat nya.


Gama menutup telinga yang ingin pecah karena suara lantang Vicky yang memekik di telinga nya." kyaaa! kau ini sengaja membuat ku tuli ya, pelan kan suara mu malu di lihat orang" sentak gama dengan wajah kesalnya.


"Sorry bos" jawab Vicky nyengir kuda.


"hm tapi kau benar juga, nanti ku periksa lagi. What! jika kau bilang berkas tadi pagi, berarti dia..? Oh God " sahut gama yang sudah tahu, senyum menyeringai tergambar di wajah tampan nya.


" hoy! kenapa kau cemberut? tadi ku lihat ada pria yang sedang bicara denganmu lalu kemana orang itu ?" teriak reni yang baru saja datang Setelah dari toilet sebentar reni kembali dan melihat teman nya itu berbincang dengan seorang pria.


Sepulang dari jalan jalan susan dan reni sepakat untuk mampir di restoran ini. ketika mereka berdua baru saja masuk di restoran tiba tiba Reni yang ingin buang air kecil pun pergi ke toilet sebentar. Susan yang berniat ingin mencari meja lebih dulu tapi justru di tengah jalan susan bertemu gama dan menabrak nya.


Susan menghela napas berat."hhhh... sudah lah ayo kita duduk itu tidak penting dan aku tidak kenal dengan orang itu, aku sudah sangat lapar apa kau tidak lapar?" balas susan kemudian menggandeng tangan reni untuk menuju salah satu meja di sana.


Dengan raut wajah kebingungan Reni mengikuti langkah sahabat nya itu." Lo gak asyik, gue juga udah laper banget" jawab nya sedikit berlari mengejar langkah susan yang menyeret tubuhnya.


Setelah mereka mendapatkan meja dan memesan makanan dapat di lihat beberapa menu ada di atas meja mereka. kedua wanita cantik itu pun mulai menyantap nya.


"Bukan kah itu reni, sedang bersama siapa dia kemari?" gumam Andre di salah satu meja yang tak jauh dari tempat reni dan Susan makan.

__ADS_1


Saat andre akan beranjak dari duduknya niatnya ia urungkan ketika bola matanya menangkap sosok reni berada di restoran yang sama dengan nya.


"Hm seperti nya akan menarik jika aku kerjai" seloroh Andre.


ya berapa hari terakhir ini reni kelimpungan tidak mendapat kabar dari Andre reni terus berusaha menghubungi Andre tetapi tidak di balas oleh Andre, pria kasanova itu sengaja mempermainkan wanita cantik itu yang menjadi kekasih singkat nya. meskipun begitu tidak untuk reni wanita itu menganggap Andre masih menyukai nya walaupun sebenarnya reni sudah mengetahui jika Andre teman dekat gama. Reni bersikukuh mengejar Andre.


"Ehem, kau ternyata ada dimana mana ya " Andre berdehem tepat di belakang Reni.


Reni langsung menoleh kebelakang mencari asal suara itu." wah, hay sayang kau kemana saja tidak menjawab telepon dari ku, tidak mengabari ku selama ini?" ucap reni tampak berbinar-binar bisa bertemu dengan Andre kembali.


"Siapa dia ren?" tanya Susan.


"Shuut, diamlah nanti ku ceritakan" ujar Reni mengode susan agar diam.


Andre mengangkat sebelah alisnya." tidak usah lebay, dan mulai sekarang jangan hubungi aku lagi kau mengerti?!" ucap Andre dengan wajah datarnya menatap Reni.


"Sayang apa maksud mu aku tidak mengerti, kau tidak sedang memu.."


"Kau benar! selamat makan aku permisi maaf sudah menggangu acara makan kalian bye" sahut Andre cepat berlalu pergi begitu saja dari hadapan Reni. Reni pun langsung berdiri dan mengumpat kearah Andre.


"Sial! dasar pria gila awas kau " murka reni pipinya memerah menahan emosi menggebu.


Susan pun menjadi bingung melihat kemarahan sahabat nya Reni. mengajak Reni kembali duduk dan meminta penjelasan atas kejadian barusan kepada Reni. Reni yang marah itu pun mulai menceritakan siapa Andre.


"Astaga reni kau sudah gila ya! kapan kau akan sadar kau tidak pernah berubah dari dulu" pekik susan terkejut mengetahui reni melakukan one night stand dengan Andre. Reni tidak mau mengambil pusing pendapat Susan wanita itu memilih segera menghabiskan makanan nya dengan rakus melupakan amarahnya ke makanan.

__ADS_1


__ADS_2