
"Hem" terdengar lenguhan dari bibir wanitanya gama membuka mata. di tatapnya wajah Gania penuh gairah dengan kembali memperdalam ciumannya.
"Kak... hentikan" dengan suara tertahan tangan Gania mencekram jas milik gama. sebisa mungkin Gania menahan gejolak di dalam tubuhnya. membuat gama tersadar dan melepas ciumannya.
"Maaf sayang, kau terlihat sangat seksi dan cantik" bisik gama sensual merapikan dress wanitanya. mengusap sisa salivanya di bibir Gania. membuat pipi Gania langsung bersemu merah.
"Dasar mesum, jadi pergi ke rumah sakit tidak " Dengan tersipu malu membuang muka keluar jendela mobil, Gania kesal dengan pria di sampingnya itu membuat dirinya lupa diri, dan melupakan niat mereka pergi ke dokter kandungan.
"Astaga baby aku melupakan nya" gama tersenyum kecil melupakan niatnya.
" maaf ya junior nya daddy membuat kalian menunggu lama, karena mommy mu yang sangat cantik ini selalu menggoda Daddy sayang" ucap gama pada calon junior nya dengan percaya diri tangan nya mengelus lembut perut rata Gania, membuat Gania menatap gama dengan tajam.
"kau yang genit padaku tapi menjual nama ku, jangan percaya dengan Daddy mu ya, dia itu pintar berbohong" ujar gania dengan mengerucutkan bibirnya, menatap gama dengan malas dan memindah posisi duduknya menyamping.
Membuat gama terkekeh geli melihat tingkah wanita nya itu ketika sedang kesal. gama mengusap lembut rambut Gania dengan melajukan mobilnya keluar dari gerbang kantor.
"tidak baik berkata jelek tentang ku pada anak kita sayang, aku ini Daddy terhebat asal kau tau baby, kau semakin cantik jika sedang marah" ujar gama dengan mengerling nakal pada wanita di samping nya itu lalu kembali fokus kedepan dengan setir kemudi nya.
" ish pede sekali kau itu kak, biarkan saja toh emang benar kau itu sangat menjengkelkan" ucap Gania dengan menutupi rasa bahagia di hatinya ketika mendengar kata anak kita dari mulut gama membuat hatinya menghangat.
" Tapi kau suka kan dengan pria yang sangat tampan ini" ujar gama dengan sangat pede. membuat Gania menoleh kearahnya.
"Ck, itu menurut kau tapi aku tidak" decak Gania dengan menggeleng melihat pria yang ada di samping nya itu terlalu menebar pesona.
"Pffff, tidak perlu di tutupi baby aku tau kau sangat mencintaiku" gama semakin gemas menggoda wanita nya di sebelah nya itu.
"Tidak, aku tidak suka padamu pede sekali kau kak" jawab Gania dengan pipi mulai memerah, menoleh kesamping kiri agar tidak dilihat gama, dirinya sedang menutupi rasa bahagia di hatinya, karena memang benar dirinya mulai jatuh hati pada pria ini.
Gama mengulum senyum melihat Gania sedang tersipu malu padanya. Tak berselang lama mobil gama memasuki halaman rumah sakit yang sangat mewah dan luas.
__ADS_1
"Ayo turun" ucap gama setelah memarkirkan mobil di depan rumah sakit. membuat Gania melihat kearahnya beralih melihat kedepan
"RS CITY GAJ ABADI" Gumam gania di bacanya nama RS di hadapannya itu.
"Ayo baby " gama mengulurkan tangannya pada wanitanya agar segera turun dari mobil dan membuat Gania menatap kearah nya.
Gania melihat pria di depannya dengan mata berbinar-binar tindakan gama membuat Gania berbunga-bunga di perlakukan dengan istimewa seperti seorang putri.
"Apa perlu aku gendong baby" seloroh gama menggenggam tangan wanitanya menariknya keluar dengan hati hati. membuat Gania tersadar dari lamunannya.
"Eh iya kak, tidak usah aku bisa jalan sendiri" Gania terkaget tangan nya genggam, dengan menurut mengikuti langkah pria di depannya itu. membawanya masuk kedalam rumah sakit.
" jangan sering melamun, tidak baik untuk kehamilan mu sayang" mereka berjalan beriringan di koridor rumah sakit sembari menggandeng mesra wanitanya. tentu membuat heboh para karyawan rumah sakit di sana.
"Iya kak, kak lepas tidak enak di lihat Mereka" Gania menunduk merasa malu dengan tatapan para suster padanya.
Dengan tetap meraih tangan Gania tanpa merasa malu karena dialah pemilik rumah sakit ini, gama berjalan dengan cepat membawa Gania kedalam ruangan khusus yang sudah gama pesan. membuat Gania penasaran dengan sikap gama yang tidak memiliki rasa malu sama sekali ketika mereka jadi bahan tontonan di ruangan itu.
Di tatapnya teman nya itu menggandeng seorang wanita cantik terlihat lebih mudah dari gama. apakah benar kabar yang dia ketahui diam diam jika gama memiliki wanita.
" aku sangat sibuk jadi tidak bisa mampir kesini, Ed" balas gama datar ia memberi kode pada teman nya itu yang berprofesi dokter agar tidak membongkar rahasia nya di depan gadis nya.
"owh baiklah, dokter Ranti sudah di dalam, aku permisi tuan, mari nona" ujar Edi mengedipkan alisnya genit pada Gania dan segera pergi dari tempat itu membiarkan gama masuk kedalam. sontak gama melototi nya berani menggoda wanita Nya.
"Siapa dia kak" tanya Gania menatap kearah gama dengan rasa penuh tanya.
"Duduklah, dia dokter di sini jangan berpikir liar dan fokus pada kandungan mu hem" bisik gama ia merasa cemburu pada Edi takut jika wanita melirik pria lain. tentu interaksi kedekatan gama membuat dokter wanita di ruangan itu merasa terpojok.
"Ehem, selamat datang tuan Gama dan nona, apa bisa kita mulai sekarang! " ranti duduk di kursi kedokteran nya tersenyum ramah pada dua pasangan di hadapan nya itu.
__ADS_1
"Eh dok" sontak Gania menghadap kearah depan di lihat nya dokter muda dan cantik sedang menatap nya dengan ramah.
"Tentu saja, aku tidak sabar ingin melihat perkembangan junior ku" ucap gama menunjukkan sikap possesif nya itu pada dokter Ranti yang menjadi dokter pribadi keluarga nya.
Ranti terkekeh melihat pria pemilik rumah sakit ini, dimana dia bekerja sampai sekarang dan di tunjuk menjadi dokter pribadi keluarga Wijaya, jadi karena wanita ini pria datar itu pernah terkapar waktu lalu.
" baiklah, cepat berbaring di ranjang" Ranti beranjak dari duduknya dan menyiapkan alat USG untuk mengecek masa pertumbuhan janin wanita cantik itu.
Gama dengan lembut menuntun Gania berbaring di ranjang dan setia berdiri di dekat wanita nya, tidak sabar melihat kearah monitor untuk melihat junior nya.
Setelah ranti mengoleskan krim ke perut gania, ranti mulai menggerakkan perlahan alat USG terhubung langsung dengan monitor secara perlahan.
Gania menatap kearah layar monitor di sebelah nya dengan tatapan mata mulai berkaca-kaca, di lihatnya gambar kecil sedang bergerak-gerak di Vidio itu terlihat sangat lucu. sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu, gama pun ikut antusias melihat nya tidak terasa bibir nya tersenyum simpul.
"Usia nya baru 8 minggu, kondisi nya sehat dan kuat, karena mommy nya kuat dan sehat di lihat dari janin nya tumbuh subur meski masih terlihat kecil" jelas Ranti membereskan alat USG, sontak Gania tersipu malu dengan penjelasan itu dia sangat bahagia namun juga sangat kesal dengan gama belum meresmikan hubungan mereka.
"wah kau dengar sayang junior sangat sehat dan kau juga sehat" ucap Gama tampak berbinar-binar menatap Gania penuh cinta sebentar lagi ia akan memiliki keluarga yang bahagia. Gania tersenyum melihat gama sangat bahagia dengan kehamilan nya.
"Dok, apa boleh melakukan hal..?" benak gama di penuhi pikiran liar, setelah mereka kembali duduk di kursi.
"Boleh tuan gama, asal kurangi durasinya dan jangan sering-sering takutnya istri anda mengalami kram perut" sahut ranti dengan cepat mengerti tujuan pertanyaan gama. tentu membuat Gania merona malu pria di sebelahnya itu berkata absurd tanpa rasa malu.
" Tidak apa apa nona itu sering terjadi pada suami yang tidak paham perihal kehamilan" ujar Ranti dengan tersenyum melihat wanita di hadapan nya itu tersipu malu.
" Iya Dok" jawab Gania tersenyum kaku.
"Makasih dok, terimakasih Sayang sudah membuat hidupku berwarna" ucap gama menatap Ranti sekilas.
gama menarik Gania agar merapat ke tubuhnya, tidak perduli dengan keberadaan Ranti, gama mencium bibir wanitanya dengan lembut mencurahkan kasih sayang nya yang teramat sangat terhadap Gania. Ranti membelalak lebar seketika melihat pria datar itu mengotori mata sucinya dengan berciuman di hadapan nya.
__ADS_1
...tinggalkan jejak kalian guys ππ₯°π· salam sehat selalu πͺ...