
" Ya ampun, Oh maaf tuan saya itu em, anda mau pesan apa?" Jawab lilia gugup syok mendapat pelanggan yang seperti nya bukan orang biasa.
" makanan terenak disini, buat kan dua porsi untuk kami ya bu!" ucap asisten pria tampan itu lalu melirik ke bosnya untuk menanyakan ingin memesan minuman apa."Tuan anda ingin minuman apa?"
"hah! Oh itu samakan saja seperti mu yang segar segar seperti nya enak" jawab Andre sambil menelisik ruangan persegi panjang itu mencari sosok yang di katakan oleh asisten nya Aldi.
"Baiklah, buk Tambah minuman nya jus jeruk ya" teriak Aldi kepada lilia.
"Baik tuan!" jawab lilia yang masih berdiri disana lalu melangkah pergi ke belakang setelah pria gagah itu sudah memesan minuman nya, ia pun menyiapkan kan makanan.
lilia meracik nasi pecel lele lalu meletakkan di nampan tak lupa sambal dan tempe goreng, juga beserta lalapan khas perpaduan menu pecel lele. Setelah selesai lilia membawa nya kedepan, lilia Melirik ke arah Gania yang masih tertidur pulas menggelengkan kepalanya." dia sangat kelelahan"
"Ini tuan, menu spesial di sini pecel lele, semoga anda menyukai nya". lilia meletakan dua porsi menu itu di meja dua pria muda tersebut. " Tunggu sebentar ya tuan, minuman nya menyusul!" imbuh lilia pamit membuat minum untuk anak muda itu.
"Eh buk tunggu" cegah Andre kepada ibu Lilia pemilik warung ia ingin menanyakan tentang pelayan gadis di sana. "em...? katanya ada pelayan ibu yang masih gadis apa dia tidak bekerja hari ini, maaf jika saya lancang!" tanya Andre yang sangat penasaran hal itupun membuat Aldi menggelengkan kepalanya.
"Oh itu? dia bukan pelayan tuan" Jawab lilia sedikit tersenyum menatap anak muda di hadapan nya itu.
"lalu siapa? jika bukan pelayan apa anak ibu ya hehe" balas Andre yang merasa kikuk malu terjebak oleh omongan Aldi ternyata ia salah sasaran jika anaknya ibu itu jelas saja ia malu untuk mengeluarkan jurus play boy nya.
"Dia itu ponakan saya, tapi sudah saya anggap seperti anak kandung, karena sejak kecil dia sudah di tinggalkan oleh kedua orang tua nya" Jawab lilia dengan jujur ia pun merasa sedih saat mengatakan tentang Gania, matanya tampak berkaca-kaca terlihat bulir bening akan jatuh di ujung mata.
" ibu maafkan saya, bukan maksud saya ingin mengulik masa lalu ibu sungguh!" ujar Andre merasa tak enak melihat wanita paruh baya di hadapan nya itu terlihat sedih menceritakan tentang kehidupan nya.
"Tidak perlu minta maaf tuan, anda tidak salah itu memang kenyataan kok, saya buatkan minum dulu untuk anda permisi". Jawab lilia tak mempermasalahkan hal itu, ia pun membuat kan jus untuk dua anak muda itu.
"kau...! gaji mu ku potong lima puluh persen!" geram Andre menatap tajam Aldi asisten nya itu yang membuat dirinya mati kutu di hadapan ibu itu.
__ADS_1
"jangan tuan, anda tega sekali saya kan tidak bohong itu kan rumor orang orang sini jika ada pelayan gadis di sini tuan!" ujar Aldi membela diri, ia tak terima gaji nya di potong, dirinya tidak melakukan kesalahan justru bosnya itu yang pria playboy tingkat kakap. tak memikirkan tempat saat ingin mencari mangsa.
" Aku tidak perduli, salahmu sendiri menjebak aku!" ujar Andre menatap sinis asisten nya itu, ia pun langsung melahap pecel lele di hadapannya.
" dasar pria playboy kakap" seloroh aldi pelan kesal memanyunkan bibirnya. ia pun ikut melahap makanan nya juga.
"apa katamu ?" tanya Andre melirik ke arah Aldi seperti mengatakan sesuatu padanya.
"Oh, itu aku mengatakan makan ikan kakap goreng seperti nya lezat bos" balas Aldi asal enggan meladeni tatapan bosnya itu.
"ngh, bibi ada apa sih, kenapa seperti ada orang yang berbicara" seloroh Gania meregang kan otot tubuhnya tanpa melihat di ruang depan, lalu berdiri melangkah mendekati bibinya yang sedang membuat minuman jus.
"Oh itu, ada pelanggan yang datang memesan menu spesial di sini lalu bibi buatkan pecel lele, dan jus jeruk ini, mereka juga kepo tentang bibi yang punya pelayan gadis, padahal kau itu ponakan bibi, mungkin pria muda itu orang baru di sini jadi hanya mendengar rumor yang beredar" lilia menceritakan semua kejadian tentang pria muda itu, saat Gania sedang tertidur.
"Oh, aku kira selama aku tertidur banyak pelanggan yang datang" ucap Gania menoleh sekilas kearah luar dimana ada dua pria berjas hitam dan gagah, seperti orang penting.
"tidak ada, hanya mereka berdua saja yang datang sejak tadi saat kau tertidur" imbuh lilia berkutat membuat jus jeruk.
Hoek hoek!
Gania memuntahkan semua isi perutnya sampai berulang kali, sehingga hanya cairan hijau yang keluar dari mulutnya. tubuhnya pun lemas , kepalanya berdenyut pusing melihat ruangan di kamar mandi terasa berputar, Gania perlahan membasuh mukanya lalu berkumur, lalu mengelap wajahnya menggunakan tisu yang ada di sana.
lilia segera berlari mengikuti kekamar mandi namun pintunya di kunci seperti biasa Gania selalu menguncinya."Gania kau baik-baik saja kan sayang, bibi cemas buka pintunya Gania!" seru lilia dengan raut wajah gelisah melihat Gania kembali mual.
"kau harus kuat Gania, Gania menyemangati diri sendiri, iya bi aku baik baik saja" sahut Gania pelan lalu perlahan melangkah keluar dari kamar mandi ia berusaha untuk tidak lemah.
Greek.
__ADS_1
"Gania kau serius tidak apa apa, bagai mana jika kita ke bidan saja ya?" ucap lilia cepat menatap gelisah ke arah Gania yang baru keluar dari kamar mandi.
"tidak usah bi aku sehat, hanya muntah sedikit kok bibi tidak perlu cemas, lihat aku sehat kan". balas Gania tersenyum lebar menunjukkan dirinya kuat dan sehat, berkilah agar bibi nya tidak curiga mencemaskan nya.
"Tapi, bibi.." ucap lilia langsung di sambung oleh Gania.
"Sini biar aku yang mengantarkan minuman itu kedepan " sahut Gania berjalan mengambil minuman jus di nampan lalu hendak membawa kedepan.
"Tunggu Gania, kau yakin kuat " ujar lilia mencekal lengan Gania memastikan Gania benar kuat atau hanya ingin terlihat kuat.
"bibi kau meragukan ku ya" balas Gania mengulum senyum lalu mengedipkan sebelah matanya pada lilia.
"astaga Gania kau itu masih saja bercanda, ya sudah sana pelan pelan!" seloroh lilia sedikit cemas namu tersenyum geli melihat tingkah keponakanya itu.
Gania pun berjalan ke depan menuju meja dimana dua pria gagah itu berada.
"Apa kau mendengar sesuatu? " tanya Andre menatap Aldi ia seperti mendengar suara orang berteriak namun tidak terlalu keras.
"tidak bos, mungkin bos saja yang salah pendengaran" jawab Aldi yang memang ia tak mendengar suara apapun, di tambah banyak nya kendaraan berlalu lalang di sana.
"mungkin kau benar" ujar Andre membenarkan jawaban Aldi. di sela pembicaraan Andre dan Aldi suara seseorang menghentikan obrolan mereka.
"ini tuan minum...?" Gania yang mengucapkan kata-kata ramahnya pada pelanggan tiba tiba terhenti dan diam membisu sampai nampan yang ia pegang jatuh tak sadar. bola matanya melebar.
pyaar....!!
"Gania...." Andre menoleh menatap Gania terbelalak terkejut matanya melebar melihat Gania yang mematung di hadapan nya.
__ADS_1
"kak Andre..." lirih Gania sangat pelan nyaris tak terdengar oleh siapapun, Gania terdiam syok menatap pria yang ia kenal di hadapan nya, sedang menatap nya terkejut mereka hanya saling terdiam.
...Jangan lupa like komen favorit hadiah πππ₯°π· tinggalkan jejak kalian semua π₯° love you...