Cool But Love

Cool But Love
bab 44 di anggap pria impoten


__ADS_3

Setelah beranjak dari ruang tunggu reni mengayunkan kakinya berjalan mengikuti langkah Vicky yang lebih dulu berjalan di depan nya. jika saja dirinya bisa memilih lebih baik menolak perjodohan ini dengan pria dingin itu. apalagi pria di hadapan nya ini sama dinginnya dengan bosnya. tak mempunyai sikap ramah pada nya. Demi untuk memenuhi gaya hidup nya yang glamor Reni mengikuti perintah ayahnya.


"Silahkan masuk nona" Vicky menghentikan langkahnya tepat di samping pintu lift yang terbuka.


perkataan Vicky pun membuat Reni tersadar dari lamunannya, menghentikan langkahnya menoleh menatap Vicky dengan cepat.


"kau tidak ikut masuk " tanya Reni berhenti sejenak berlalu mengayunkan kakinya masuk kedalam lift. ia berpikir pria bersama nya itu tidak ikut masuk Reni merasa heran.


Tanpa menjawab pertanyaan Reni, Vicky pun langsung ikut masuk kedalam lift. kemudian Vicky segera memencet tombol lift di dinding bertanda mengantarkan mereka menuju ruangan gama di lantai atas.


Reni pun menggeram menahan amarah terhadap pria di sampingnya itu, ia melirik kearah Vicky mengepalkan tangannya ingin mengumpat asisten memuakkan ini. Dirinya yang notabe nya wanita cantik berkelas tidak di lirik ataupun di sapa. atau mungkin para lelaki dingin itu memiliki kelainan Reni pun menggerutu dalam benak nya.


"Apa ada yang ingin anda sampai kan " ujar Vicky merasa di perhatikan oleh reni, ia menyadari raut wajah wanita yang berada di sebelah nya itu sedang menahan amarah.


Reni segera menoreh ke samping menatap pria yang membuat ia emosi.


"Apa kau dan atasan mu itu penyuka sesama jenis? seperti nya kalian tidak memiliki ketertarikan pada wanita"


Balas Reni kembali menatap kedepan, ia sungguh bergidik ngeri akan berjodoh dengan pria seperti itu. tidak bisa membayangkan nasibnya nanti.


Vicky mengatupkan bibirnya kedalam. menahan tawa sebisa mungkin, sungguh luar biasa pemikiran wanita di sebelah nya ini berpikir sejauh itu. tapi menurut Vicky akan jauh lebih menarik jika ia sedikit membumbui kecurigaan Reni mungkin akan semakin seru.


"Kau benar nona" jawab Vicky datar tanpa ekspresi menunjukkan kebenaran atas ucapannya itu. walau dalam hati tawanya menggelegar.

__ADS_1


"Apa! " Reni yang terkejut sontak kepalanya menoleh kearah pria di sebelahnya itu mencari kebohongan. ternyata benar pemikiran nya Reni memilih diam tak membalas ataupun bertanya di dalam benaknya berkecamuk.


Sementara di dalam ruangan kerja mendominasi berwana putih hitam nampak elegan dan mewah seorang pria tampan duduk di kursi kebesaran nya, sedang tersenyum bahagia. setelah puas bercumbu mesra bersama wanitanya, istirahat siang nya kali ini lebih romantis dan hangat karena ditemani wanita kesayangan nya.


"Ternyata lebih menyenangkan waktu istirahat di temani olehmu" gumam gama membayangkan kebersamaan dirinya tadi bersama Gania, dan kini wanita nya itu sedang bermimpi indah di dalam kamar pribadinya.


tok tok tok


Gama yang sedang melamun tersentak mendengar ketukan pintu, lalu ia menoreh kearah daun pintu, apa kah Vicky sudah datang bersama Reni benaknya.


"Tuan ini saya!!" teriak Vicky di balik pintu.


"Masuklah " ucap nya membenahi posisi duduknya.


ceklek.


Gama melirik sekilas ke arah wanita tersebut"Cih dasar wanita penggoda " gama membatin tapi jangan di lupakan eskpresi datarnya melekat di wajah nya.


"Kau itu pria sungguhan atau bukan? tapi aku tidak peduli semua itu sayang, aku ingin kau temani aku mengurus keperluan pertunangan kita" ucap Reni setelah duduk dengan anggun berhadapan dengan gama. ia sedikit menyindir perkataan Vicky tadi benar atau tidak.


Sontak gama mendengar pertanyaan Reni pun mendongak " Apa maksud anda!" tanya gama memicing kemudian beralih menatap tajam kearah Vicky yang sedang duduk di sofa menahan tawanya, beraninya asisten nya itu mengatai dirinya sebagai pria impoten.


Vicky mendapat tatapan tajam bosnya segera mengangkat dua jarinya membentuk huru v isyarat dirinya hanya bercanda.

__ADS_1


"Ehem!" Vicky berdehem menghilangkan suana di ruangan tersebut.


"Tanya saja pada pria itu!" ujar Reni mengangkat bahunya acuh. ia pun ikut merasa bingung dua pria disana justru tak menjawab pertanyaan nya.


"Hari ini aku sibuk, sementara Vicky yang akan menemanimu, masalah royalti semuanya nanti aku yang urus" balas gama datar tangan nya masih sibuk mengecek berkas. tanpa ingin menjelaskan apapun lebih baik wanita ini menganggapnya begitu, itu sedikit menguntungkan untuknya.


Sebenarnya ia ingin memberi kejutan untuk Gania, mencari cincin pernikahan untuk wanitanya. tapi waktunya tidak tepat.


"Tidak mau.. aku ingin kau ikut andil mengurus semuanya titik, kau tau bukan tuan gama kita sudah di jodohkan" balas Reni tak terima gama menolak menemaninya.


Bagi wanita secerdik Reni tak mau membuang kesempatan untuk menaklukan seorang gama meskipun pria itu impoten menurut nya. seketika di pikiran Reni teringat sesuatu, Andre pria yang menjadi pacar barunya itu sudah berapa hari tak ada kabar.


"Tidak perlu kau jelaskan nona reni, sudah kukatakan hari ini aku tidak bisa, jika kau memaksa urus saja sendiri semuanya" tegas gama dengan intonasi tinggi, ia sangat tidak suka dengan sikap memaksa wanita di hadapan nya. Sebenarnya gama mempunyai rencana lain hari ini jadi ia tidak bisa menjalankan misinya harinya.


"hey tuan gama aku ini calon istrimu, kenapa kau masih memanggilku dengan sebutan nona sungguh tidak etis sayang. dan pelan kan suara mu aku tidak suka!" Sungut Reni ikut meninggikan suaranya nya, tak mau kalah dengan pria datar itu.


Vicky hanya menjadi pendengar setia di antara keributan mereka, namun di ruangan lain tampak seorang gadis yang terganggu tidurnya karena perdebatan di ruangan tersebut.


"Cih, jaga ucapa..." ucap gama dengan emosi namun terhenti ketika mendengar suara seorang wanita di depan pintu kamar pribadinya.


"Kenapa berisik sekali kak..." tanya Gania berdiri di bibir pintu kamar dengan mata sayunya masih mengantuk, muka bantal dan rambutnya di ikat cepol. seketika ia mematung mengamati sosok wanita lain berada di hadapan gama.


Reni menengok kebelakang mencari asal suara seorang wanita tiba-tiba muncul di ruangan tersebut. matanya melebar seketika, Reni pikir siapa wanita muda itu bisa berada di ruangan istimewa seorang gama bahkan dirinya tak pernah tau jika ada ruangan khusus di kantor gama ini. Reni kembali menatap gama terlihat jelas pria itu menatap penuh damba terhadap gadis tersebut.

__ADS_1


"Tutup matamu Vicky, atau bonus mu hangus!" geram gama ketika menyadari Vicky sedang menatap wanitanya dengan tatapan penuh kagum mulut melongo melihat kecantikan alami Gania.


...... jangan lupa like komen favorit πŸ₯°πŸŒ· tinggalkan jejak kalian sahabat tercinta πŸ™ salam sehat selalu......


__ADS_2