Cool But Love

Cool But Love
61 mencuri ciuman vivi


__ADS_3

"ngh.." lenguh vivi sembari mengucek ke-dua matanya yang masih mengantuk itu. "kita sudah sampai om" tanya Vivi setengah sadar matanya menyapu pandangan di sekitar nya.


"iya, kau tidur selama di perjalanan, ayo turun" balas andre lalu keluar dari dalam mobil segara membuka pintu mobil untuk vivi.


Dengan cekatan andre membantu vivi turun dari mobil, tidak tega melihat Vivi yang masih mengantuk berjalan sempoyongan, andre pun menuntunnya sampai ke teras rumah nya.


"Makasih, sudah merepotkan om dengan mengantar ku sampai sini, em tidak ingin mampir dulu om ? " ucap Vivi setelah sampai di depan pintu rumah nya.


Tawar vivi dengan basa basi sedikit agar tidak terkesan mengusir pria di hadapannya itu secara langsung, vivi sempat takut jika andre benar benar ingin singgah ke rumah nya, apalagi waktu malam hari seperti saat ini.


Di tatapnya gadis di depannya itu, muka yang manis, berpenampilan sederhana tidak mengurangi kecantikan alami gadis itu, tidak mampu membuka ke-dua matanya dengan lebar karena sudah lima wat menahan kantuk nya, sebenarnya andre sangat ingin masuk kedalam tapi dia tidak segila itu yang ingin memanfaatkan kesempatan untuk kesenangan semata-mata.


"Berikan ponselmu padaku" ucap andre meminta ponsel milik Vivi.


"untuk apa om, kau kan punya ponsel sendiri?" ujar vivi dengan lesu menatap curiga kearah andre dengan berat hati memberikan ponselnya.

__ADS_1


Andre mengambil ponsel dari tangan vivi dengan cepat mengotak-atik nya setelah mendapatkan yang di inginkan, andre kembali memberikan ponselnya kepada pemiliknya.


"ini ponselmu, sudah sana cepat masuk, good night gadis manis jangan lupa mimpikan aku dalam tidur mu " seloroh andre tidak peduli dengan tatapan vivi padanya, beranjak pergi begitu saja dari hadapan vivi dengan mencuri ciuman di pipi vivi membuat vivi langsung melebarkan matanya begitu besar.


"gila ya itu orang, dia kira aku ini wanita apaan?" gerutu vivi dengan wajah kesalnya karena andre mengecup pipinya tanpa izin, lalu vivi menatap kepergian mobil andre yang mulai menjauh dari pandangannya, dengan melangkahkan kakinya berjalan gontai Vivi masuk kedalam rumah nya.


Sementara di dalam mobil Andre yang sedang mengendarai mobilnya untuk kembali ke apartemen nya, tengah mendapat telvon dari seseorang. hal tersebut membuat ekspresi wajah pria kasanova itu yang awalnya tersenyum menjadi suren, setelah mendengar penjelasan dari seorang di seberang sana.


"ini sangat menarik, ternyata dia ingin bermain-main dengan ku, kau bawa kekantor besok, dan satu lagi awasi dan selidiki gadis bernama Vivi dia sahabat Gania, nanti ku kirim alamat nya" perintah andre pada asistennya di seberang sana.


"Ck, dasar mata duitan, mana mungkin aku melupakan nya" decak Andre dengan wajah kesalnya, langsung menutup panggilan nya dengan menambah kecepatan laju kendaraan mobilnya agar segera sampai di apartemen nya tubuhnya sangat lelah seharian ini.


Dari hasil laporan yang di dengar andre tadi ternyata kekasih nya reni memiliki hubungan khusus dengan gama sahabatnya. yang lebih parah nya lagi akan bertunangan. Andre pun menyelidiki lebih dalam lagi tidak akan membiarkan reni begitu saja, tentu Andre sudah paham akan tujuan wanita ****** seperti reni. Andre pun menyeringai akan memberi kejutan untuk reni yang berani bermain api.


Asisten andre di seberang sana pun sedang terkekeh geli mendengar perkataan bosnya yang emosi menahan kekesalannya.

__ADS_1


Di sisi lain


Setelah gama keluar dari gedung hotel Bellagio, gama kini berada di suatu tempat dimana pria itu tengah bersama wanitanya yang cantik, mereka sedang menikmati menonton film di dalam ruangan yang mewah dan luas yang tak lain kamar pribadi gama di apartemen.


Sesampainya di apartemen gama melihat gania yang kelelahan karena seharian penuh menghadiri pesta, dengan keadaan gania yang tengah hamil muda dan terlalu lama berdiri selama acara pesta berlangsung membuat gania kecapekan, kram perut. Gania menolak ketika gama mengajaknya untuk mengecek kesehatan nya.


Dengan permintaan gania yang ingin menonton film di bioskop membuat gama memutuskan untuk menonton filmnya di apartemen saja. dengan memutar video di ponselnya lalu di sambung kan ke televisi yang ada di kamarnya. yang jelas tidak beresiko terhadap kehamilan Gania, dari pada harus pergi ke bioskop untuk menonton film.


"Nah sekarang kau tinggal duduk manis di sini dan lihatlah film nya itu" gama yang menggendong gania mendudukkan wanitanya di ranjang king size itu dengan perlahan.


Gania mengerucutkan bibirnya sebal karena keinginan nya itu tidak terpenuhi. walaupun demikian gania tetap merasa senang gama mengutamakan kesehatan dan keselamatan atas dirinya.


"Tapi tetap saja kak, suasananya Berbeda tidak sama dengan di bioskop" gerutu Gania dengan wajah cemberut nya tetap menurut dengan apa yang di lakukan gama padanya.


...tinggalkan jejak kalian guys πŸ™ maksih πŸ₯° sehat selalu...

__ADS_1


__ADS_2