
"Eh, maaf tuan!" Vicky tersentak menutup mulutnya lalu kembali duduk dan membuang pandangan.
"Ho.. siapa gadis ini sayang, seperti nya istimewa bisa berada di kamar pribadimu" seloroh Reni penuh selidik beranjak dari duduknya mendekati wanita cantik alami itu.
"Kak.. siapa dia?" tanya Gania dengan polosnya menatap penasaran wanita yang mendekatinya.
"Dia..?" ucapan gama terjeda.
"Hei! gadis murahan aku ini tunangan tuan gama Aditya Wijaya asal kau tau, dasar simpanan" Reni menatap sinis kearah gadis di hadapannya.
Deg
Sontak perkataan Reni membuat Gania terdiam membisu tubuhnya bergetar mengetahui kenyataan pahit ternyata benar kegelisahan dirinya waktu lalu. Gania meremat ujung dress yang ia pakai memberi kekuatan pada hatinya.
"Jaga bicaramu mu Reni!!" bentak gama tangannya terkepal, ingin menghabisi mulut Reni itu.
"Oh, jadi benar kau simpanan tunangan ku gadis gatal, tapi aku senang ternyata kau tidak impoten tuan gama!" ujar Reni menatap Gania penuh penekanan lalu beralih menatap gama dengan tersenyum sengit.
"Diam nona Reni, sekali lagi kau bicara aku seret kau keluar dari disini!" geram gama rahangnya mengeras. sontak membuat reni semakin tersaingi oleh gadis itu.
"tuan gama kita akan bertunangan tapi kau memiliki wanita simpanan sungguh luar biasa!" seru reni mengepalkan tangannya. "dan kau gadis polos kau harus sadar kau itu Hanya di anggap pemuas saja oleh tunangan ku kau tau itu!" bentak Reni menarik sudut bibirnya.
"Cukup nona anda tidak berhak menghina saya" Gania mendongak memberanikan diri menatap wanita di hadapan nya itu. ia tak terima di hina begitu saja.
"Kau berani menjawab ku gadis murahan, akan ku hajar kau " Reni emosi Tangan nya melayang keudara hendak menampar gadis di depannya.
"aaa..." Gania memejamkan matanya.
"Berani kau memukul nya akan ku batalkan pertunangan ini!" gama mencekram tangan Reni dengan kasar, ketika menyadari Reni hendak menampar wanitanya ia segera berlari menghampiri nya.
Gania membuka matanya menatap gama berada di hadapannya ia mengelus dadanya merasa lega.
"Lepas sayang sakit.. " Tentu Reni handal dalam mengendalikan situasi dan membalikkan keadaan, ia tetap bersikap manis meski pergelangan tangannya terasa sakit.
"jangan pernah sentuh dia nona reni camkan itu" gama menghempaskan tangan reni dengan kasar, setelah nya menatap Gania dengan rasa bersalah.
"Aku ini tunangan mu sayang tapi kau membela dia, kenapa aku harus mematuhi mu" Reni membela diri menunjukan dirinya adalah pemilik pria ini yang akan menjadi tunangan.
"Vicky cepat kau bawa Reni keluar dari sini!" sentak gama menatap tajam asistenya itu tidak berbuat apa apa sejak tadi.
"Tidak.. aku tidak mau sayang !" ucap Reni dengan cepat melangkah mendekati gama tangannya segera melingkar di lengan gama dengan erat menunjukkan pada gadis yang dia anggap murahan itu menyadari tempatnya.
__ADS_1
Sontak Gania melihat tingkah tunangan pria nya itu mendadak melotot lalu membuang muka ke arah lain, hatinya terasa sakit melihat pria nya di sentuh wanita lain.
"Lepaskan Reni..!" bentak gama tengah berusaha melepaskan lilitan tangan Reni di lengannya. namun reni semakin erat menggenggam lengan kekar gama.
"Aku tidak mau, harusnya kau yang pergi dari sini gadis pemuas" Reni gencar memanasi gama dan gadis muda di depanya itu, membuat gama semakin geram.
"Ya memang aku yang harus pergi dari sini" ujar Gania melenggang pergi ke dalam kamar mencari tas nya di kamar Setelah menemukan nya, dengan melangkah keluar dan melewati seorang pria tengah berusaha melepaskan lilitan tangan wanita lain di lengannya. Gania menatapnya sesaat dan kembali melanjutkan langkahnya berlalu pergi dari ruangan itu.
"jangan keluar dari sini " ancam gama dengan menatap punggung gania tengah melewati pintu keluar.
"Tuan.." Vicky menggaruk kepalanya yang tidak gatal ia menjadi linglung harus mengejar nona Gania nanti di potong bonus membantu bosnya itu bagaimana caranya.
"Tunggu... lepas ****** a.." gama menghempaskan dengan kasar tangan Reni membuat nya terlepas, gama kehilangan kesabaran melihat wanitanya pergi keluar.
"Aw!". Reni merintih.
"aku tegaskan jangan coba coba menyentuh dan menggangu dia jika tidak ingin nyawamu melayang! dan dia asisten pribadi ku bukan wanita pemuas ingat itu nona Reni!" ancam gama mencekram rahang reni dengan kasar, di tatapnya reni dengan sangat tajam, sebelah alisnya tertarik menatap nya dengan sengit. setelah nya melepas kan begitu saja, kemudian membersihkan jas miliknya berlalu pergi meninggalkan Reni meringis kesakitan.
"Dia seram amat ya, kenapa aku jadi merinding apa dia psikopat juga" gumam Reni.
"kau antar wanita itu Vicky, dasar lemot" titah gama lalu berjalan cepat keluar ia segera berlari mengejar wanitanya.
"baik tuan.., lemot..? benar kah aku lemot astaga Vicky kau itu bodoh " gerutu Vicky merutuki dirinya kemudian menepuk jidatnya.
"Tidak, aku bisa pulang sendiri" tolak Reni ia merasa sangat kesal hari ini. lebih baik ia mencari informasi Andre yang tak ada kabar.
"sayang tunggu...!!" teriak gama ketika melihat Gania hendak memasuki lift ia pun segera berlari.
Gania menghentikan langkah kakinya, ketika terdengar teriakan seorang pria gania langsung menoleh ke asal suara, di lihatnya seorang pria sedang berlari kearah nya. Gania kembali melangkah mengayunkan kakinya masuk kedalam lift namun belum sempat masuk tubuhnya sudah melayang keudara.
"ah! apa yang kau lakukan kak!" seru Gania dengan terkejut tubuh nya melayang di udara, dan pelakunya tak lain seorang gama dengan kecepatan nya mengangkat tubuh gania ala bridal style kemudian membawanya kedalam lift berbeda.
"kau berani meninggalkan ku baby" ucap gama dengan menatap wanitanya di gendongan nya.
"Memang benar aku hanya pemuas ranjang mu bukan, jadi aku harus pergi aku tidak pantas di sampingmu kak" ujar Gania dengan sendu.
"benar dan hanya kau yang berhak jadi istriku, sekarang diam lah kita akan mengecek kandungan mu baby" jawab gama mengulum senyum.
Ting...
"untuk apa ?" tanya Gania dengan polosnya.
__ADS_1
Gama membawa Gania keluar dari lift melangkah dengan gagah menggendong wanitanya membuat seluruh karyawan berbisik, Gania pun merasa malu menyembunyikan wajahnya di dada bidang gama.
"aku malu kak turunkan aku" Gania merasa jantungnya berdegup kencang ketika bersembunyi di dada bidang gama, ia bisa mendengar detak jantung prianya terdengar indah di telinganya menenangkan hatinya.
"pffff, kenapa hem, cukup diam dan sembunyi " balas gama menahan tawa melihat tingkah Gania yang sangat lucu.
"Kau itu kak, karyawan mu saja tak suka melihat ku, apa lagi tunangan mu itu" seloroh gania hatinya berkecamuk mencemaskan dirinya.
"jangan banyak pikiran sayang ingat junior kita Hem" balas gama.
Setibanya di tempat parkir mereka di sambut petugas parkir untuk membukakan pintu mobil milik gama. gama memasukan Gania ke dalam mobil, setelah menutup pintu gama pun segera melangkah memasuki kursi kemudi nya.
Tanpa gama ketahui dari loby kantor nya ada seseorang melihat kearahnya Dengan tatapan tak suka melihat perlakuan gama terhadap wanitanya.
"Apa seperti itu perlakuan bos terhadap asisten pribadi setahuku tidak?" siapa gadis itu aku harus selidiki.
"kau itu anggap aku seperti apa sih kak, aku juga butuh kepastian" tanpa menatap lawan bicaranya.
Setelah melihat gama duduk di kursi kemudi nya Gania memberanikan diri bertanya pada pria itu tentang kegundahan hatinya.
Gama mengurungkan niatnya menstater mobilnya mendengar pertanyaan Gania ia menoleh kearah wanitanya.
"sayang tatap aku jika ingin bicara" ucap Gama menggeser duduknya mendekati Gania lalu memiringkan tubuhnya agar leluasa menatap nya.
"Eh, iya iya kenapa mendekat jawab dulu pertanyaan ku kak" Gania terkaget gama mendekat kearahnya.
"Tunggu sebentar lagi baby kau bersabarlah berkasnya sedang di urus oleh Vicky kau percaya padaku kan, cukup diam dan berada di sampingku apapun yang terjadi kau mengerti Hem" ucap Gama menangkup pipi Gania lembut menatap wanitanya dalam.
"Heum kak" Gania merasa gugup di tatap dalam oleh gama, ia tak sanggup berkata apapun mematung.
Suara jawaban Gania terdengar sangat merdu di telinga gama membuat sesuatu didalam tubuhnya bergejolak. dengan lembut jemarinya meraba menelusuri tengkuk Gania, spontan Gania memejamkan mata.tentu membuat gama tersenyum lebar, dengan gerakan cepat menyambar bibir.
Cup
Gama mencium, menyesapnya lembut ******* bibir manis yang menggoda hasratnya sejak tadi.
"Eempph".Perlahan Gania membuka matanya ketika merasakan bibirnya basah Gania menatap intens pria nya Sontak tatapan mereka bertemu.
Entah sejak kapan ciuman itu berubah memanas dan menuntut, gama memperdalam ciumannya menyesap dengan rakus, lidahnya bermain liar di langit-langit mulut wanitanya. Gania kembali terpejam merasakan tubuhnya meremang oleh sentuhan pria nya, tangan gama yang tiba-tiba sudah menyelinap kedalam dress miliknya bermain dengan buah kesukaannya. suara merdu pun lolos di bibir mungil itu.
"ugh kak.." jari mungilnya mencekram jas milik gama menahan sesuatu di dalam tubuhnya.
__ADS_1
"Hem "
...jangan lupa like komen favorit hadiah ππ₯° tinggalkan jejak kalian sahabat semua salam sehat selalu π...