
ckitttt....
sebuah mobil taksi berhenti di depan cafe Cleary, setelah Gania berangkat dari apartemen menggunakan taksi kini ia sampai di cafe Cleary, Gania membayar taksinya lalu turun dari mobil berjalan masuk ke dalam cafe setibanya di dalam Gania melihat sekeliling nya mencari sosok vivi, bola matanya menatap ke meja paling ujung dimana Vivi sedang melambaikan tangan kearah nya, Gania pun langsung menghampirinya.
"hay Gania..Gimana kabar Lo?" sapa Vivi setelah Gania tiba di sana tak lupa cipika cipiki lalu mengajak Gania duduk.
"Gue baik Vi! Lo gimana, masih kerja kan!?" jawab Gania setelah duduk berhadapan dengan Vivi.
"Baik, gue masih kerja kok, Lo kemana setelah kejadian itu Lo pergi dari kost, tadinya gue mau jenguk Lo tapi rumah Lo kosong?" tanya Vivi menatap ke arah Gania sambil memanggil weiter cafe.
"em... gue dapat kerjaan baru Vi, Lo gak usah khawatir" ucap Gania, dirinya tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Vivi, tentang dirinya bekerja di tempat gama.
"syukurlah, sorry gue enggak bantuin Lo waktu itu, kan Lo tau sendiri ?" balas Vivi merasa bersalah terhadap Gania.
"ini kak jus dan spaghetti bolognese nya " weiter cafe meletakan menu tersebut ke meja.
"makasih" sambung vivi pada weiter tersebut, lalu weiter cafe meninggalkan mereka.
Lo udah pesen makanan Vi? tanya Gania keheranan pasalnya dirinya baru datang.
"iya sebelum Lo Dateng gue udah pesen dulu, kan gue paling pengertian sama lo haha..!" Vivi tersenyum lebar sembari mengedipkan sebelah matanya.
"hahaha... Lo baik banget sih Vi.. gak usah sok cantik deh Lo vi.!" seloroh gania tersenyum lebar. tiba-tiba suara seseorang menghentikan tawa mereka.
"Hay cantik... boleh ikut gabung di sini? " sapa pria tampan itu berdiri di samping Gania.
ha!
__ADS_1
Gania dan Vivi menoleh kearah pria yang datang di antara mereka." ka...k and...re..!" ucap Gania terbata melihat sosok Andre tiba-tiba muncul disana.
"Tentu boleh om" sahut Vivi menatap Andre dengan senyum manis. wah dia sangat tampan Gania.
Hah...! Gania menggeleng geleng melihat tingkah Vivi yang sok caper di depan Andre.
"makasih gerls" Andre langsung duduk bersama mereka.
"Vi Lo kesambet apaan?" seloroh Gania keheranan melihat gelagat Vivi yang aneh.
"hehehe Lo itu gak paham sih gan" Vivi tersenyum malu.
"hey, aku di cuekin, perkenalkan aku Andre !" Andre mengulurkan tangannya pada Vivi.
"Eh, aku Vivi sahabat Gania" jawab Vivi menerima uluran tangan Andre. mereka pun saling menatap sekilas. detik berikutnya langsung terlepas.
"Ehem, udah kak Andre jangan lama-lama nanti kecantol loh!" seloroh gania tersenyum lebar.
" hais... bisa aja kamu" Andre tersenyum tipis sembari mengacak ngacak rambut Gania gemas.
"kak... jangan macem macem deh!" ucap Gania mengerucutkan bibirnya. Gania mengingat pesan gama jika dirinya tak boleh dekat dengan laki laki lain.
Setelah kedatangan Andre mereka pun saling ngobrol bersama, awalnya Andre ingin makan di cafe Cleary tapi saat melihat Gania berada di cafe tersebut akhirnya Andre menghampirinya, Karena memang sudah lama tidak bertemu dengan Gania terakhir kalinya di kantor Gama. Saat Andre ingin bertanya soal gama pada Gania detik berikut Gania dengan cepat mencubit lengan Andre.
"Aw...! kenapa kamu mencubitku" Andre mengusap lenganya terasa panas di cubit oleh Gania.
"Om tidak papa, Gania kau kenapa tiba-tiba mencubit dia!" Vivi yang bingung melihat Gania mencubit Andre.
__ADS_1
"Biarin Vi, kak Andre sudah ku katakan jangan macem-macem kok" ucap Gania kesal menatap tajam Andre.
Andre yang di tatap tajam oleh Gania langsung paham sesuatu." sorry, Gania!" seru Andre merasa bersalah setelah tau yang di maksud Gania adalah tidak mau tentang dirinya tinggal bersama gama di ketahui oleh vivi.
"Ya udah ayok Vi kita pulang, nanti Lo di pecat sama bos Lo kelamaan izin, kak aku pulang dulu ya sama Vivi maaf aku tinggal di sini!" pamit Gania menarik lengan Vivi agar ikut pulang dengannya.
"Astaga gue lupa kalau cuman izin bentar" Vivi menepuk jidatnya Karena dirinya melupakan pekerjaan asyik ngobrol bersama andre." om aku pergi dulu". seru Vivi pamit pada Andre.
"oke gerls" jawab Andre menatap Gania dan Vivi meninggalkan dirinya di cafe tersebut. dasar gama gila bisa bisanya tak mengizinkan Gania dekat dengan ku.
Saat Andre ingin pergi dari sana weiter cafe menahannya karena pesanan Vivi tadi belum di bayar " oh good !" Andre tak menyangka dirinya di kerjai oleh dua gadis itu, kemudian membayarnya.
Bugh.....
"Aw....! apa kau tidak bisa berjalan dengan benar!" saat mengambil berkasnya terjatuh Reni memarahi orang yang menabraknya, kemudian mendongak menatap pria itu matanya membola sempurna."hah.. ah maaf aku tidak sengaja, kukira weiter cafe kenalkan aku Reni". dia sangat tampan dasar bodoh kau Reni marah marah pada pria setampan ini. reni langsung mengulurkan tangannya.
Andre memicingkan matanya lalu membenahi jasnya. Melihat sikap wanita di hadapan setelah memarahinya tiba-tiba bersikap manis sungguh unik dan menarik." Andre, senang berkenalan dengan mu!" ucap Andre menyambut tangan Reni.
"aku lebih senang mengenal kamu, boleh bertukar nomor?" Reni merasa mendapat cadangan baru selain gama, melihat penampilan Andre yang serba mahal, style Ok, Reni tidak akan menyia nyiakanya.
wow kau wanita liar ternyata sungguh aku sangat rindu berpetualang. "Oh tentu boleh, mana nomor mu" Andre langsung mengeluarkan ponselnya dan mereka pun saling bertukar nomor.
"sudah terimakasih Andre, jangan lupa menghubungiku, kapan kapan bisa kita bertemu lagi" tersenyum menggoda, reni sangat senang bisa mendapatkan dengan mudah nomor Andre.
Andre mengangkat sebelah alisnya." tentu bisa kita atur waktunya, dimana?" balas Andre tersenyum smirk yang tentunya tau maksud dari wanita liar seperti Reni, pasalnya Andre pria kasanova berlebel tinggi sudah sangat hafal.
"Ah, pasti ku kabari dimana tempat nya kita bertemu, aku pergi dulu Andre!" jawab Reni tersenyum lebar sambil mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
"Oh good, kau sangat menarik" balas Andre tersenyum miring. lalu menatap Reni yang menjauh dari pandangannya dan Andre pun pergi meninggalkan cafe tersebut.
...jangan lupa like komen favorit πβ€οΈπ·π...