
Di mansion Reza
Ting... tong...
"iya sebentar !" seru Rani beranjak dari Sofanya melangkah berjalan kearah pintu mansion nya.
Rani yang sedang menikmati menonton televisi di ruang tengah pun langsung mematikan TV nya. Saat mendengar bunyi bel mansion. sedangkan suaminya Reza sudah berangkat ke kantor beberapa menit yang lalu.
ceklek.
"selamat Pagi " sapa Vicky dengan sopan, setelah ibu Rani yang membuka kan pintu, Vicky di tugaskan oleh gama untuk menjemput Reni pagi ini.
"pagi, apa anda asisten nya tuan gama" tanya Rani sedikit terkaget ketika membuka pintu nya seorang pria tampan berdiri tegap di depan pintu mansion nya.
"Iya, apa nona Reni sudah siap" ucap Vicky dengan tatapan matanya menelisik ke dalam mansion.
"sudah, tapi masih di kamar belum turun, jadi anda yang jemput putri saya, memang tuan gama tidak bisa datang menjemputnya?" balas Rani dengan wajah kecewa nya, karena bukan calon tunangan Reni yang datang ke mansion.
"saya tidak punya banyak waktu mohon maaf bisa suruh nona Reni untuk cepat turun, karena tuan gama sudah menunggu" seru Vicky tanpa ingin menanggapi kekecewaan ibu Rani.
"tunggu lah sebentar, saya panggil Reni dulu " ujar Rani dengan pergi kedalam mansion meninggalkan Vicky, Vicky hanya menganggukkan kepalanya menjawab ucapan ibu rani.
"Reni cepat turun... kamu sudah di jemput nak" teriak Rani dari ruang tengah tak berselang lama Reni keluar kamar dan berjalan cepat melewati anak tangga, ia berpikir gama yang menjemputnya jadi tidak sabar untuk menemui nya.
"iya mam!" seru Rani dengan senyum sumringah. menuruni anak tangga.
"sudah cepat sana kedepan sudah di tunggu hati hati di jalan ingat kan pesan ayah!" ucap Rani dengan mengingat kan putrinya untuk melakukan tugas nya dengan baik.
"iya mam, aku berangkat da mama" jawab Reni meraih punggung tangan Rani dan berlalu keluar mansion.
"Hay sa...yang...." sapa Reni dengan wajah berbinar binar menatap punggung pria di depan pintu mansion, tapi raut wajah nya langsung berubah muram saat Vicky berbalik badan.
"mari nona tuan gama sudah menunggu" ucap Vicky sopan dia sudah pegal berdiri sedari tadi menunggu wanita itu sejak tadi.
__ADS_1
"Cih, mana tuan mu itu, kenapa kau yang menjemput ku" ketus Reni dengan wajah kesalnya berjalan mendahului Vicky menuju mobil milik Vicky.
"maaf nona kita tidak banyak waktu tuan sudah menunggu " ucap Vicky dengan tegas ia sangat malas sebenarnya menjemput Reni jika bukan karena tugas ia lebih memilih menjemput nona Gania yang manis itu.
Vicky masuk ke mobilnya setelah Reni sudah masuk lebih dulu, Vicky menyalakan mesin mobilnya dan melajukan kemudinya keluar dari gerbang mansion Reza. Vicky tidak memperdulikan kekesalan Reni Vicky lebih fokus dengan melajukan setir kemudinya dan secepat nya tiba di kantor gama.
"kak kita jadi pergi tidak?" tanya gania tengah duduk di sofa dengan memasang wajah cemberut melihat kearah gama sedang sibuk dengan laptopnya di meja kerja.
Gama tersenyum simpul melirik kearah gania di sofa yang sedang cemberut kepadanya, gama langsung menutup laptopnya dan berjalan melangkah ke sofa menghampiri wanitanya.
"tunggu sebentar lagi, sampai Vicky datang" ucap gama setelah duduk di samping gania dengan lembut menyelipkan anak rambut kebelakang telinga, yang menutupi wajah gemas gania.
Gania menoreh menatap kearah gama yang berada di sebelah nya dengan senyum di bibirnya.
"kenapa menatap ku begitu, apa aku sangat tampan" seloroh gama dengan wajah cool nya membanggakan diri di depan wanitanya. membuat gania tertawa geli melihatnya.
"pffff, sadar diri kenapa kak, kau itu tidak tampan hanya kaya saja yang membuat mu terlihat tampan" sahut gania menahan tawa, seketika gama langsung melebarkan matanya.
" mau ku hukum itu mulutmu baby, lalu jika aku tidak kaya kau tidak mau bersamaku begitu?" ujar gama dengan wajah menyelidik. ingin memastikan apakah wanitanya itu benar tulus jika ia jatuh miskin tetap mencintaimu nya atau tidak.
"tidak.."
"what! kau itu sangat materialistis seka.." balas gama dengan wajah kesalnya.
" hahaha, tidak akan meninggalkan mu karena kakak sudah membuatku hamil!" Seru gania dengan tertawa terbahak bahak.
"kau, jadi jika tidak hamil kau tidak mau begitu, dan aku berhasil membuatmu tak berkutik Hem" balas gama dengan menggelitik pinggang wanita nya gemas membuat gania semakin tertawa kegelian dan membalas menggelitik pinggang gama, seketika mereka bergulat kecil di atas sofa.
Tok tok tok
"kak hentikan" ujar gania dengan mengatur pernafasan karena tertawa membuatnya lemas.
ketika mereka berdua asyik tengah bergulat suara ketukan pintu membuat mereka menghentikan kegiatan nya.
__ADS_1
"Menggangu orang sedang asyik saja" sahut gama membatu merapikan penampilan gania lalu merapikan jas miliknya dan beranjak membuka pintunya.
"lama sekali tuan" ucap Vicky dengan wajah di tekuk.
"sayang lama sekali buka pintunya" ucap Reni melangkah masuk kedalam melangkah mendekati gama hendak memeluk pria itu tapi gama lebih dulu berbalik badan kembali ke kursi kerja nya.
" Aku sedang bekerja" ucap gama dengan wajah datarnya. menatap kearah Reni yang mengenakan dress ketat dengan tatapan jijik.
" kau berdua saja dengan asisten pribadi mu itu, di ruangan ini sejak tadi sayang, kenapa tidak menjemput ku " tanya Reni dengan suara manja nya menatap tak suka kearah gania.
"panggil gania, dia punya nama dan lebih baik kita berangkat sekarang karena aku masih banyak pekerjaan yang belum selesai, ayo Gania" ucap gama dengan tegas, ia tidak mau lama lama bersama Reni, dan tentu saja membuat Reni menatap kesal kearah gama yang lebih memanggil asistennya dari dia tunangan nya.
"emm, baik tuan" jawab gania menurut.
Sebelumnya gama telah menjelaskan sikap yang harus di lakukan gania di depan reni, gania sempat menolak tapi tidak mempunyai pilihan lain.
mereka pun beranjak keluar dari ruangan itu, Vicky berjalan lebih dulu dan gania berjalan paling belakang. Reni yang sangat genit pun merangkul lengan gama dengan mesra, gama berusaha melepaskan tetapi justru semakin erat wanita itu memeganginya.
Tanpa sepengetahuan Reni dan Vicky diam diam gama meraih jemari lentik wanitanya dan menggenggamnya erat dan lembut, tidak ingin gania salah paham dengan nya, dengan tubuh ramping dan mungil gania lebih mudah tidak terlihat dengan berlindung di balik tubuh gagah seorang gama.
Gania mengulas senyum tipis kearah gama tentu gama dengan nakalnya memasang wajah mesumnya menatap gania membuat gania menggeleng melihat nya.
Setibanya di mobil gama membiarkan Reni duduk di depan, Reni merasa benar-benar di perhatikan oleh tunangan nya, tapi itu hanya sesaat setelah nya memasang wajah kesalnya ternyata Vicky yang yang menyetir mobil nya dan gama bersama wanitanya duduk di jok belakang.
"sayang aku yang di belakang dan suruh dia pindah ke depan " sungut Reni dengan wajah judesnya.
"Tidak usah protes dia itu asisten ku sama jasa dengan Vicky, aku tidak punya banyak waktu dan cepat kita berangkat sekarang Vicky" ujar gama dengan wajah penuh kemenangan melirik gania yang sedang menahan tawanya beralih melihat Reni sedang menatap tajam kearah gania.
Vicky mengatupkan kedua bibirnya menahan tawa melihat akal bulus atasannya yang handal mengelabuhi seorang reni, dengan perlahan melajukan setir kemudi dan mobil mereka keluar dari area kantor gama menuju ke sebuah tempat.
Dengan wajah sinis reni mencari cara bagaimana mengatasi asisten calon tunangan nya itu agar tidak menghalanginya untuk berdekatan dengan gama.
Gama dengan leluasa memperlakukan gania dengan mesra di jok belakang karena sebelumnya Vicky di tugaskan untuk menyabotase spion kemudi depan agar tidak bisa melihat kegiatan di jok penumpang. dengan lembut mencium tangan mungil wanitanya dan menatap nakal kearah gania membuat wanita itu merona malu dan mencubit pinggang gama sangat keras agar pria itu tidak kelewat possesif nya di sembarang tempat.
__ADS_1