Cool But Love

Cool But Love
bab 91


__ADS_3

di gedung hotel.


Keadaan di dalam ballroom semakin mencekam dan tegang para tamu undangan yang hadir mulai membicarakan reza yang tak kunjung memulai acaranya. wajah reza tampak cemas dengan gama yang belum juga datang di hotel hingga saat ini.


" selamat pak reza sebentar lagi anda akan mempunyai menantu sekaya tuan gama" seru Andre tiba-tiba muncul di hadapan keluarga reza. kehadiran andre mengejutkan ketiga orang di depannya tersebut.


Wajah reza langsung pucat melihat hadir di ballroom hotel. pria yang pernah mempermalukan harga dirinya di hadapan banyak orang dan mengancamnya.


" ada urusan apa anda datang kemari tuan andre? anda tidak terdaftar dalam tamu undangan di acara putri saya mohon silahkan keluar dari sini" usir reza dengan beraninya. ia tak peduli lagi tentang pria muda itu. yang terpenting saat ini hanya kelangsungan pertunangan reni dan gama.


" ayah dia itu sahabat nya ga-" Reni hendak memberi tahu ayahnya siapa andre namun perkataannya di potong oleh Reza.


" diam lah reni. ayah tau andre itu pengusaha sombong dan penipu. bukan begitu tuan andre yang terhormat" ucap reza dengan tubuh bergetar.


Reni menggeleng pelan memegang lengan ayahnya erat begitu pula Rani ibunya ikut mengusap punggung suaminya. entah mau di taruh di mana muka mereka jika sampai acara ini gagal. tatapan julid dan sinis para tamu yang hadir tertuju kepada keluarga reza.


" tidak anak tidak ayah ternyata sebelas dua belas saingan ternyata. seharusnya anda bisa berpikir dulu sebelum bicara tuan reza" sinis andre menjauh dari hadapan reza. andre segera menuju ke ruang belakang menemui anak buah gama yang bertugas di bagian pelayan minuman.


" hallo aldo bagaimana keadaan di luar apa gama belum juga terlihat datang" tanya Reza pada anak buahnya yang berjaga di depan pintu masuk ballroom melalui earpond di telinganya.


" belum tuan" jawab Aldo.


" ya sudah terus awasi keadaan di luar"


" siap tuan"


Reza kembali duduk di sofa bersama anak dan istrinya berharap gama secepatnya datang. Nasi sudah menjadi bubur jadi mau tidak mau reza harus menerima perkataan para tamu yang nyelekit terhadap keluarga nya saat ini.


Di tengah-tengah ketegangan yang sedang berlangsung. di luar gedung tepat nya di dalam mobil Ferrari mewah terparkir di samping gedung sehingga penjaga tidak ada yang melihat nya tampak seorang pria tampan tengah tersenyum puas menatap layar laptop nya yang memperlihatkan Vidio kondisi ketegangan di dalam ballroom.


" lakukan sekarang " perintah gama kepada anak buahnya yang bertugas di tempat nya masing-masing melalui alat earpiece di telinganya. senyum devil terbit di bibir gama.


" siap bos" jawab ketiga anak buahnya di tempat persembunyian nya.


" kau melupakan ku bro" sahut andre yang ikut nimbrung ia kesal tidak di sapa oleh sahabat tercinta nya itu.


" hahaha sorry pria bucin " sindir gama. " makasih ndre sudah berbaik hati membantu ku nanti gua kasih tips biar cepet nikah sama Vivi" goda gama lagi.

__ADS_1


" CK, menyebalkan dan kau harus ingat aku akan menagih nya setelah ini." decak Andre kesal. ia berada di salah satu ruangan rahasia di dalam hotel.


" bos sebaiknya kita mulai sekarang " sela Vicky yang berada semobil bersama gama.


" kalian bersiap dan berjaga-jaga. lakukan dengan benar dan jangan sampai ada kesalahan sedikit pun. aku akan masuk sebentar lagi " sarkas gama dengan tegas.


" siap "


Satu persatu anak buah reza yang berada di tempat persembunyian nya pun mulai di lumpuhkan oleh anak buah gama. sedangkan gama masuk dengan mengendap-endap. di balik dinding tembok gama bersembunyi sambil membidik senjatanya yang diisi peluru subsonic kearah pria berseragam hitam yang tengah berjalan keluar masuk pintu ballroom dan menarik pelatuknya.


class...


aarrghh


peluru subsonic perdaman suara menembus bahu pria itu dan tubuh pria itu merosot ke lantai. berapa detik berikutnya Vicky datang langsung menyeret pria tersebut. gama menajamkan netranya memastikan keadaan sekitar aman setelah nya ia segera masuk kedalam ballroom yang sedang ricuh, mencekam dan gelap.


Di dalam ballroom tiba-tiba semua lampu mati dan di belakang panggung layar besar menyala dan beberapa video siur, poto tidak etis dan rekaman percakapan rahasia reza di putar jelas dilayar monitor raksasa tersebut.


Semua orang yang berada didalam ruangan ballroom saling bertabrakan berhamburan keluar dari ruangan, ada juga yang sibuk mencaci dan mencibir keluarga reza. berapa kolega bisnis reza pun ada yang langsung membatalkan kontrak kerja sama dengan nya. karena merasa kecewa dan di bohongi.


Kedua tangan terkepal kuat reza mengetatkan rahangnya. Wajah yang merah padam karena emosi dan malu. Keringat dingin membasahi tubuh nya. malu, sedih, dan marah menjadi satu di wajah reni begitu juga sang ibunya yang gemetaran karena sangat malu.


" tega sekali mereka merencanakan pembunuhan"


" apalagi itu putrinya sungguh memalukan"


para tamu undangan yang masih berada di ruangan melontarkan kata-kata cibiran monohok kepada keluarga reza tentu itu membuat reza semakin geram.


berapa detik berikutnya tiba-tiba hening di dalam ruangan. Kesempatan ini di gunakan reza untuk segera keluar dari ballroom.


" ayo sebaiknya kita segera pergi dari sini reni. mamah cepat" kata Rena menarik lengan Reni putrinya yang ambruk ke lantai. Disaat Reza sedang mencoba memberi pengertian kepada reni dan istrinya tiba tiba-tiba lampu kembali menyala.


" ayo cepat kita tidak punya banyak waktu " ujar reza.


pyaar


prok prok prok

__ADS_1


cahaya lampu menerangi seisi ruangan ballroom dan puluhan pria berbadan besar memakai seragam bercorak hijau memegang senjata api di tangan nya mengelilingi reza. bersamaan suara tepuk tangan dari seorang berjalan keluar dari balik tubuh pria berseragam tersebut. begitu pula andre dan vicky berada di sini.


deg


Detak jantung reza berdebar kencang, dahinya bercucuran keringat. wajah nya pusat pasih. gemetar itu jelas sekali menandakan pria itu tertangkap basah. Reni terisak menangis sementara ibunya mencekram kuat jas suaminya.


" tuan ga-ma" reza tergagap bola matanya berkeliaran ke segala arah seakan tidak percaya dengan yang di lihat nya. ia berusaha berkomunikasi dengan anak buahnya namun tidak mendapat jawaban.


" bawa dia dan jangan beri keringanan " sarkas gama mendekati ketika orang di depannya yang nampak syok akan kehadiran nya.


" siap bos" jawab pria berseragam hijau serempak. mereka adalah kelompok Intelijen negara yang di minta gama meringkus reza di hotel ini.


" saya mohon tuan gama ampuni saya. kasihan putri ku dan istriku. saya mohon maafkan kekhilafan saya di masa lalu " pinta reza. Reza berlutut dan memegangi kaki gama memohon agar pria itu mau mengampuni nya.


"Cih, setelah yang kau lakukan pada ibuku dan membuatku menderita di masa kecilku. tidak akan cukup dengan kata maaf anda tuan reza." jawab gama dengan sengitnya. menarik kakinya dari rangkulan reza.


" bawa pria ini " tegas gama dengan dingin nya.


" siap tuan" jawab anggota Intel serempak dan langsung menyeret reza.


"tidak.tidak aku terpaksa melakukan itu. ayahmu sudah merebut proyek besar ku. salah kan ayahmu itu bocah bodoh" bela reza melakukan pemberontakan.


Reni dan Rani semakin menangis menjadi-jadi. mengikuti Reza yang di bawa oleh anggota Intel.


" kau jahat gama. jahat ingat kau akan menyesal " murka reni berteriak memukuli gama dengan kuat sebelum berlalu dari hadapan gama. setelah puas reni mengejar ayahnya.


" itu balasan yang setimpal buat orang yang keji seperti kalian" seru gama dengan datar.


" bye bye wanita ja-lang" ejek andre tertawa renyah.


" tapi rasanya enak kan " ujar gama.


bugh


Gama memberi pukulan kuat di bahu andre kemudian berlalu keluar dari ballroom.


" aw aw. sakit bro. kau itu harus berterima kasih padaku bukan nya memukul hei" Andre berlari mengejar langkah gama.

__ADS_1


Vicky tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan kedua pria bersahabat itu.


" tunggu bos" Vicky segera ikut berlari.


__ADS_2