Cool But Love

Cool But Love
bab 19 possesif


__ADS_3

Gania bangun lebih awal, saat melihat gama masih terlelap Gania dengan cepat melesat pergi dari kamar gama, kemudian membersihkan diri di kamarnya. usai mandi Gania menuju kedapur untuk membuat sarapan. saat Gania sedang berkutat dengan bahan masakannya beberapa menit tiba-tiba.


Ting..tong...Ting...tong....


"Siapa sih pagi begini bertamu!" seloroh gania, lalu mencuci tangannya ke wastafel. kemudian membawa hasil masakan nya ke meja makan karena sudah selesai. lalu berjalan kedepan untuk membuka pintu apartemen.


ceklek.


"hah! tuan Vicky! pagi pagi sekali sudah disini?" ucap Gania sedikit kaget melihat Vicky yang sudah tiba di apartemen nya.


Ha!


Vicky mematung melihat gadis di hadapanya, mulutnya melongo matanya melebar. ah sungguh cantik sekali kau nona.! saat Vicky mematung tiba-tiba suara lantang mengejutkan mereka.


"Tutup matamu Vicky..!!!". teriak Gama dari ruang tengah, saat dirinya bangun tidur melihat Gania sudah tak ada di sampingnya, gama pun langsung membersihkan dirinya kemudian mencari Gania keluar saat ingin kedapur, matanya menangkap sosok wanita nya di tatap haus oleh asisten nya Vicky.


"em...it..u.. tu..an maaf saya hanya ingin menjemput anda.!" Vicky gugup mendapat tatapan tajam oleh gama.


Siapa yang tidak terpesona jika melihat Gania memakai t-shirt putih kebesaran, rambutnya di geray kepang kecil bagian poninya, terlihat sangat cantik menggemaskan.


"CK, mau ku potong bonusmu!!!" gama melangkah mendekati mereka.


"Jangan tuan! bagaimana dengan nasip saya!" Vicky langsung membuang muka agar tak menatap wajah Gania.


Gama tak menjawab ucapan Vicky, merangkulnya possesif Gania membawanya ke ruang makan. " sayang, kenapa kau membukakan pintu untuknya Hem!" gama menarik tubuh Gania kepangkuanya saat sudah duduk di kursi.


Vicky menggeleng kan kepalanya melihat bosnya kerasukan jin possesif, berjalan mengikutinya ikut duduk bersama di meja makan.


" aku tidak tau jika yang bertamu pagi pagi tuan Vicky kak, turunkan aku, Tidak enak dilihat sama tuan Vicky!!" jawab Gania lalu meminta turun dari pangkuan gama merasa malu terhadap perlakuan gama padanya.

__ADS_1


"Ck, biarkan saja, kali ini aku percaya padamu baby! dan kau..! siapa suruh duduk disini ha!" gama menerima alasan Gania memang tak tau jika tiba-tiba Vicky datang menjemputnya pagi sekali. lalu menatap tajam ke arah Vicky.


"ah. tuan aku harus duduk dimana?" Vicky menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, bingung melihat kemesraan bosnya di depan matanya dan melarang dia duduk di sana.


"kak, biarkan Vicky ikut makan bersama, dia datang kemari berniat baik menjemputmu bukan!" Gania membisik di telinga gama, sembari mengusap rahang tegas mulus Gama.


Gama merasakan sentuhan lembut tangan mungil gadisnya, hatinya meleleh kemudian menatap lembut wajah imut gadis nya." baiklah, dia boleh Makan di sini, tapi kau harus menyuapiku baby, dan tetap di pangkuan ku!" .


Gania akhirnya menurut, dari pada nanti berbuntut panjang."iya kak, sini aku suapi !" Gania mulai menyuapi gama, Vicky pun ikut sarapan bersama pura pura tak melihat kemesraan di depan matanya. setelah mereka selesai sesi sarapan nya. kini gama hendak berangkat ke kantor, Gania menemani hingga sampai ke mobilnya.


"Baby aku berangkat dulu, apa kau serius tidak ingin ikut ke kantor?" gama menanyakan ulang saat tadi Gania menolak ikut bersamanya kekantor karena ingin bertemu sahabatnya.


"Tidak kak! tadi Vivi kirim pesan ingin bertemu dengan ku, bolehkan, tidak perlu dikawal kak, aku bisa menjaga diriku sendiri?" ucap Gania meminta izin pada gama dan tidak mau di beri pengawalan karena menurutnya tidak perlu.


"Baiklah, tapi janji setelah itu tidak boleh mampir ke tempat lain! langsung pulang"Cup". ucap gama mengacak ngacak rambut Gadis nya lalu mengecup sekilas bibir Gania.


"iya kak, kau itu nakal sekali!" ucap Gania sambil mencubit pinggang gama Karena mencium bibirnya seenaknya saat ada Vicky bersama mereka. "aku tidak melihatnya nona!" sahut Vicky di kursi kemudinya. memejamkan matanya.


"jahat sekali kau tuan!" lirih Vicky tentunya tidak di dengar oleh gama. Tak menyangka bosnya itu menganggap dirinya hantu."shitt, Umpatnya dalam hati. kemudian melajukan mobilnya menuju kantor.


Gania memandangi mobil gama yang mulai menjauh segera masuk ke apartemen membersihkan meja makan lalu bersiap siap untuk berangkat bertemu dengan Vivi di tempat yang sudah mereka sepakati.


*


*


di perusahaan WJ Crop.


Setibanya mobil gama di depan kantor, mereka turun dari mobil berjalan memasuki loby kantor. saat Vicky berjalan beriringan di koridor kantor menuju lift.

__ADS_1


"Tuan ada sedikit masalah di perusahaan kita!" Vicky membuka pembicaraan.


"masalah?" jawab gama tetap menatap lurus kedepan tiba-tiba mereka tiba di depan lift kemudian mereka melangkah memasuki lift tersebut. pintu lift pun tertutup Vicky langsung menekan deretan number di dinding lift.


"Iya tuan, masalah di bagian keuangan yang di suntikan ke perusahan pak Reza" balas Vicky menjelaskan.


Ting.


pintu lift terbuka mereka melangkah keluar lift berjalan menuju ruangan Gama. Vicky pun mengikuti langkah gama memasuki ruangan bosnya.


" kau bawa padaku berkasnya sekarang!" ucap Gama setelah masuk keruangan dan duduk di kursi kerjanya.


" Baik tuan! " Vicky keluar mengambil berkas yang di minta gama di ruang kerja Vicky.


berapa menit kemudian Vicky memasuki ruangan gama membawa berkas tersebut."permisi tuan, ini berkasnya" Vicky memberikan berkas tersebut, lalu berdiri di samping bosnya.


"Hem" gama membuka map tersebut lalu membaca detail berkas tersebut dengan teliti kemudian ada beberapa poin yang mencurigakan.


"sepertinya ada yang ingin bermain main dengan ku!". ucap Gama lalu meletakkan map itu di mejanya.


"Lalu " tanya Vicky menatap bosnya itu.


"Saat ini kau selidiki data itu dan orang orang yang bermain di belakang kita, kumpulkan semua buktinya, jangan lupa perketat pengamanan akses pengiriman dana keuangan kita!" ucap Gama dengan tenang namun tatapan matanya yang membunuh.


"Baik tuan!" ucap Vicky bersemangat dan dirinya harus ekstra hati-hati dan pasti lembur untuk melakukan tugas ini.


"Hem, kau boleh keluar!" ucap Gama menyenderkan tubuhnya kebelakang.


"Baik tuan!"Vicky pun membukuk permisi keluar dari ruangan bosnya.

__ADS_1


Gama hanya mengibaskan tangannya mengiyakan ucapan Vicky, kemudian membuka ponselnya tiba-tiba teringat pada gadisnya menjadi candunya. membayangkan ciuman panas mereka, dan kegiatan di ranjang saat lalu, rasanya gama ingin segera pulang.


jangan lupa like komen ya love πŸ₯°πŸ™πŸ™πŸŒ·πŸŒ·πŸŒ·


__ADS_2