Cool But Love

Cool But Love
bab 49 gagal total


__ADS_3

Gama tersenyum miring menatap kearah Gania sungguh tak terduga dengan berani Gania mengatakan dirinya pria impoten membuat gama tak sabar menunjukkan sesuatu pada wanita nya.


"kenapa menatap ku begitu? turun kan aku kak, itu.." wajah Gania berubah pias seketika, saat di tatap gama dengan tatapan penuh arti. Gania langsung bergidik ngeri.


Ting....


Dengan langkah kakinya yang lebar membuat gama dengan cepat tiba di depan pintu.


"kau itu sangat berisik sayang diamlah" ujar gama menurunkan Gania, dengan cepat merengkuh pinggang Gania setelah nya membuka pintu apartemennya.


" aku berisik, dasar sok menang sendiri bukan nya dia yang cerewet dan possesif" beo Gania menggerutu, tengah berusaha melepas rengkuhan gama darinya.


"kau tadi bilang aku impoten, sekarang aku buktikan aku impoten atau bukan?" ucap gama dengan menarik sudut bibirnya menatap Gania yang sedang gelagapan karena nya. menarik Gania duduk di sofa.


"Eh, sorry tadi aku hanya keceplosan kak, kau tidak impoten sungguh" Gania terkaget ketika gama menarik Nya ke sofa, dengan polosnya tersenyum manis kearah pria di sampingnya itu sedang mengeluarkan sesuatu dari dompetnya.


"mana foto tadi, lihat ini?" ucap gama menyerah kan dua foto lama dan meraih foto di tangan Gania lalu ia sejajar kan di atas meja.


"Oh ya tuhan ini..!" seru Gania terkejut seketika terbelalak mata nya melebar membekap mulutnya menggeleng kan kepalanya tidak percaya dengan yang di lihatnya saat ini.


" kau itu gadis cantik yang cengeng dan jorok mengelap ingus dengan bajumu hahaha" ujar gama dengan tertawa terbahak bahak menggelegar di ruangan tersebut. membayangkan pertemuan nya dengan gadis kecil nya yang sangat menggemaskan untuknya.


Sontak Gania melotot kearah gama pipinya langsung merona Semerah tomat sangat malu merasa geli dan jorok teringat masa kecilnya dulu bertemu dengan gama. memalingkan wajahnya seketika.


"Iya aku memang jorok dan ingusan, maka dari itu jangan dekat-dekat dengan ku " lirih nya sendu meraih foto di atas meja. tentu membuat gama menahan tangannya di atas meja dengan cepat gama menggenggam tangan Gania.


"kau milikku sejak dulu dan nanti, kenapa kau harus malu justru dari waktu itu aku mencintaimu gadis cantikku yang ingusan"


Gama mencium punggung tangan Gania dengan lembut, menarik wanitanya kedalam pelukannya, mengelus dengan lembut pucuk kepala Gania dan mengecup kening wanitanya sangat dalam hingga berapa menit mencurahkan kasih sayang nya pada calon istri itu.


"kak..."


"Hem."

__ADS_1


"kau tidak malu dengan ku yang dulu?" tanya Gania dengan ragu ragu.


"apa kau tidak ingat dengan ibuku dan ayah dulu menertawakan kepolosan mu " ujar gama menatap dalam Gania.


"hehehe tidak, aku hanya ingat saat menangis di taman karena teman teman ku yang julid padaku" balas Gania terkekeh kecil.


"Aku tidak peduli tentang mu yang aku inginkan kau harus bersama ku sampai akhir nanti" ucap Gama dengan menangkup pipi chubby wanitanya dengan gemas, entah mengapa semakin kesini Gania terlihat berisi terlihat sangat cantik dan seksi.


"dan cepat beri aku kepastian agar junior kita tidak sedih" ujar Gania dengan bibir yang mengerucut. tanpa di sadari ulahnya membuat gama terbakar gairah.


"Cup"


Gama mencium bibir Gania dengan rakus menahan Tengkuk wanitanya menyesap nya dengan dalam memperdalam ciumannya, lidahnya menyapu seluruh langit langit mulut Gania dengan indah.


"Eemmmpphh"


Gania membola sempurna tak bisa menghindar dari ciuman gama. Gania terbuai dengan sentuhan gama yang membara dengan mengalungkan tangannya di leher prianya saling mengecap berbelit lidah sehingga suaranya terdengar memenuhi ruangan itu.


" dasar me..sum.." ujar gania terputus putus dengan cepat gama membungkam mulutnya dengan mencium nya kembali.


dengan menyesapnya perlahan lidahnya menelusuri leher putih mulus wanita nya menyesap dengan rakus membuat Gania kegelian mendorong kepala nya agar menjauh dari lehernya.


"kak... geli.." lirihnya menggigit bibir bawahnya menahan gejolak di dalam tubuhnya.


"kau sangat seksi, kau menyukai nya bukan" bisik gama menggigit cuping telinga nya.


"kak..." Gania mengeratkan genggaman di leher gama, tentu gama langsung tersenyum penuh kemenangan.


Dengan cepat gama membungkam bibir gania dengan ciuman tangan nya tak tinggal diam perlahan membuka resleting dress milik Gania, sontak dress tersebut terjatuh kebawah lalu melepaskan pengait bra nya, lidahnya menelusuri lehernya menyesapnya dengan lembut, tangannya memainkan ****** buah dada nya dengan lincah Secara bergantian.


Gania memejamkan matanya meremat rambut gama dengan kuat merasakan perasaan yang berbeda dari sebelumnya.


Tidak tahan dengan hasratnya sudah memuncak, dengan cepat tangan nya meraba di bagian titik sensitif wanita nya, dengan lembut bermain di sana, bibirnya menyesap buah dada kesukaan nya dengan rakus.

__ADS_1


"Ngh.." Gania menekan kepala gama suara indah pun keluar dari bibir mungil nya, terdengar indah di telinga gama. dan menyambar bibir itu dengan rakus, sembari melepaskan pakaian miliknya hanya menyisakan bokser saja di tubuhnya.


"kita kemar Hem" bisik gama dengan suara parau nya, Gania hanya mampu mengangguk pasrah, tanpa melepas ciumannya membawa wanitanya kedalam kamar dan membaringkan di ranjang king size itu. dengan cepat melepas bokser nya dan membuat Gania terkejut .


"ah,, apa itu cacing" ucap Gania dengan polosnya menutup kedua matanya dengan tangan nya. dia sangat malu saat melihat tubuhnya polos dan melihat pusaka besar itu terlihat mengerikan. Gama terkekeh geli dengan cepat menindihi nya dan meraih tangan Gania.


"Itu cacing liar yang ingin mencari rumahnya" bisik gama dengan suara beratnya menahan gairah, menyambar bibir wanitanya. Gania memejamkan mata ketika sentuhan gama membuat nya lupa diri lagi.


Gama sangat pandai membuat wanita merasa terbuai oleh sentuhan nya. membuat Gania lemas dan mengeluarkan sesuatu di bawah sana. di rasa Gania sudah siap dengan kembali menyambar bibir wanitanya.


"aku akan perlahan " bisik nya dengan mencium dengan rakus dan mulai memasuki rumah impian nya , Gania hanya bisa mengangguk merasa terkulai lemas dan kembali terbuai, saat sedang merasa kenikmatan itu kembali tiba-tiba sesuatu keras menerobos masuk di bawah sana membuat Gania menggigit bibir gama.


"aaahh!"


"masih sakit sayang" ucap gama dengan menghentikan kegiatan nya di bawah sana yang belum sepenuhnya masuk, karena tak tega melihat rintihan Gania, dengan menciumi seluruh wajah wanitanya, meremas buah dadanya dengan lembut. mengalihkan rasa sakit di bawah sana.


"aku mulai sekarang sayang" ujar gama dengan mencium bibir nya, hendak mulai namun harus berhenti ketika mendengar suara yang keluar dari bibir wanitanya.


" kak, aku ingin makan sate Padang Sekarang hiks hiks.." ucap Gania dengan tersedu-sedu.


"What...! sayang nanggung ini"


Gama tercengang mendengar ucapan Gania, kepalanya berdenyut nyeri ketika hasratnya tak tersalurkan dan langsung membuat nya rapuh di bawah sana, tapi juga tidak tega dengan wanita nya menangis, sungguh sangat aneh perubahan sikap Gania. dengan cepat mengenakan pakaiannya kembali dan wanita nya.


"baby kau benar benar ingin makan sate?" ujar gama dengan menghela nafas panjang, kini mereka sedang duduk di sofa ruang tengah.


"heum kak, apa aku terlihat berbohong" balas Gania dengan raut cute face nya membuat gama meleleh melihat nya.


"Baiklah ayo kita beli di luar, tunggu pakai ini biar tidak kedinginan nanti"


Gama memakaikan baju hangat di tubuh Gania. Gania hanya menurut dan tersenyum simpul mendapat perlakuan hangat dari gama, dan mereka pun pergi keluar apartemen untuk mencari sate keinginan Gania. dengan mengendarai mobil mewah nya mereka berkeliling di sekitar apartemen untuk mencari penjual sate yang di inginkan oleh Gania.


....tinggalkan jejak kalian πŸ™πŸ₯°β˜ΊοΈ dukung terus guys πŸ™......

__ADS_1


__ADS_2