
Sementara di mansion Reza pria paruh baya itu tampak sedang uring-uringan menunggu kepulangan putrinya nya yang tak kunjung datang.
"Lama sekali mereka, awas saja sampai dia gagal melakukan tugas nya" ancam Reza menahan emosinya yang sedang menggebu gebu.
"Sabar mas, mungkin mereka masih di jalan" Rani berusaha menenangkan suaminya yang terbakar emosi.
Reza membuang napas nya kasar " aku tau, tapi ini sudah jam berapa mereka belum kembali mah"
tin..tin...
Mobil mewah berwarna hitam dengan tiga penumpang di dalam nya itu memasuki halaman mansion.
"itu mereka datang mas " sahut Rani dengan cepat saat mendengar klakson mobil di luar mansion nya.
Reza menatap pintu masuk mansion nya sangat tajam. " anak itu harus di beri pengertian agar tahu aturan " ancam Reza seraya mendekati pintu masuk dan di ikuti oleh Rani istrinya.
"yang tenang mas Jangan emosi ingat kesehatan mu" Rani mengingat kan suaminya itu.
Tiga orang keluar dari dalam mobil mewah itu, Susan memapah Reni berjalan masuk kedalam mansion di bantu oleh pria kepercayaan Reza juga.
"Maaf om Tante kita pulang telat" ucap susan dengan ragu setelah sampai di dalam mansion.
"ya ampun reni kenapa sampai begini sayang" Rani terkejut melihat putrinya lemas tak berdaya karena mabuk berat.
Reza menatap Reni dan Susan bergantian dengan tatapan mengintimidasi. "Dasar ceroboh, tidak bisa menjaga diri sendiri dengan baik, katakan yang sebenarnya?" ucap Reza meminta penjelasan melirik tajam kearah anak buahnya itu yang berdiri terdiam di sana.
"em om..."
__ADS_1
"Tuan semua baik-baik saja tidak ada yang patut di khawatir kan saya sudah mengontrolnya dengan detail" jelas pria bertubuh tinggi itu. membantu kegugupan Susan akan pertanyaan bosnya itu.
"Kau yakin sudah seratus persen sudah kau periksa" tegas reza memastikan kebenaran nya.
"Saya sangat yakin tuan" balas pria itu dengan mantap.
"Ya sudah kau antar Susan pulang" titah Reza pada anak buahnya itu.
"Siap tuan"
"Mah bawa Reni kedalam" ujar Reza menyuruh istrinya membawa putrinya masuk kedalam kamar.
"iya mas, ayo sayang, nak Susan makasih ya sudah menemani reni" Rani mengangguk patuh pada suaminya itu dan menatap sejenak kearah susan.
"Iya Tante, om saya permisi pulang dulu Reni aku pulang dulu" pamit Susan sopan kepada keluarga reza.
"Hem, pergi lah hati hati di jalan" jawab Reza mengangguk. Rani tersenyum membalas nya dan menuntun putrinya masuk ke dalam kamar.
Reza menatap kepergian dua orang dari mansion nya itu, dia memilih kembali masuk keruang kerja nya, dengan duduk di kursi kerjanya reza tampak menghubungi seseorang di seberang sana ingin memastikan apakah benar, tidak ada jejak sama sekali di tempat itu.
"saya akan membayar berapa pun asal kau beritahu apa yang sudah terjadi" paksa Reza terhadap seorang di seberang sana.
"jika anda tidak percaya, silahkan langsung datang kemari pak, kami tidak menutupi akses apapun di tempat ini " jawab seorang pekerja dengan tegas.
Reza menghela napas panjang " oke terimakasih atas kerja samanya, maaf sudah menggangu waktu anda" ujar reza.
"Tidak masalah pak, kami hanya berusaha memberi pelayanan terbaik kami sebisa mungkin" sahut pegawai itu.
__ADS_1
"Sekali lagi terimakasih" ucap Reza menutup panggilan telepon nya. menaruh ponselnya kasar di atas meja.
Reza kembali menghela napas berat, berusaha untuk tidak tergoyahkan tetap optimis akan rencana nya itu, dia sangat yakin bahwa dirinya pasti bisa melakukan dengan lancar tanpa ada kerikil kecil yang menghancurkan usaha nya selama ini.
Di dalam kamar Reni tampak ibunya dengan telaten mengurus dirinya yang mabuk berat itu, membaringkan putrinya di ranjang dan mengganti pakaian nya dengan baju piyama.
"Kau selalu melakukan hal yang tidak di sukai ayah mu sayang" ujar ibunya Rani menarik selimut untuk putrinya.
" mam maafin reni ya, makasih mama selalu belain reni, aku sangat lelah ingin tidur mam" balas reni dengan lirih memohon pada ibunya dia ingin segera tidur.
"Baiklah mama keluar, istirahat lah, ingat sayang tidak boleh hal ini terulang lagi mama takut kau akan di hukum oleh ayah mu" tegur Rani pada putrinya itu agar tidak mengulangi kesalahannya.
Reni mengangguk seraya tersenyum tipis pada ibunya, jari telunjuk nya membentuk huruf o mengisyaratkan setuju dengan ibunya dan tak berselang lama matanya terpejam. Rani ibunya pun keluar dari kamarnya setelah memastikan putrinya reni tertidur.
*
*
Keesokan harinya
Pagi hari di apartemen gama.
Gania bangun lebih awal sebelum gama terbangun wanita tengah hamil muda itu sudah membersihkan tubuhnya dahulu, setelah nya pergi kedapur memasak membuat sarapan untuk pria possesif nya itu yang masih terlelap bermimpi indah di ranjang empuknya.
"Aku akan buatkan nasi goreng spesial saja untuk nya, pasti kak gama suka " gumam gania yang bingung berdiri di depan kulkas, di bukanya pintu kulkas itu lalu mengambil bumbu dapur dan sayuran untuk membuat nasi goreng spesial.
Sementara di dalam kamar pria tampan dengan baju piyama yang melekat di tubuh berotot nya terbangun, gama perlahan membuka ke-dua matanya menyapu pandangan di ruangan kamar nya tapi tidak menemukan gania di dalam sana. perlahan kakinya turun dari ranjang berjalan masuk kedalam bathroom untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
__ADS_1
"hmm, dia mulai berani bertindak nakal ternyata sekarang? " monolog gama yang merasa kesal ketika terbangun gania tidak ada di samping nya, kemudian melanjutkan ritual mandinya di bawah guyuran shower.
...tinggalkan jejak guys π maksih π₯° sehat selalu...