Cool But Love

Cool But Love
bab 104


__ADS_3

" Dimana dia?" Tanya Gama dengan suara dinginnya sembari membuka kaca mata hitam nya yang dikenakannya dan bisa ia lihat didepannya nampak sebuah rumah tak layak huni dan sangat kotor tidak terawat.


" Ada di dalam tuan," Jawab Dody dengan hormat lalu dibukanya pintu rumah itu kemudian mereka bertiga masuk kedalam menuju ruangan dimana pria yang disekap berada.


...


" Brengsek!!" berontak seorang pria dengan luka lebam di pipinya, ia menatap sengit kearah Gama yang sedang mencekik lehernya.


" Cepat katakan! siapa yang menyuruh mu!" Bentak Gama dengan tatapan tajam ia sudah tidak sabar ingin tahu siapa yang sudah berani mencelakai istrinya.


" Really," Batinnya Vicky dengan segera ia mengambil senjata yang dimaksud tuanya lalu memberikannya pada Gama. Setelah tuanya itu memberi kode pada dirinya." Tuan, jangan bilang anda ingin melenyapkan pria ini?"


" Oh sial, aku tidak bisa bernapas" Umpat penculik itu namun hanya dalam hati mana berani ia ucapkan terang-terangan sementara nyawanya kini berada diujung tanduk, lebih tepatnya di tangan pria yang bernama Gama. " Le-lepas-kan ku mohon," pintanya pria yang kini di bawah kendali Gama, terlihat dengan jelas wajahnya yang terlihat pucat pasih, keringat dingin berkucuran ditubuhnya.


" Katakan..!!" Bentaknya lagi, Gama menatap nyalang pria itu dengan tidak melepas tangan nya dari lehernya. " 1,2 ..."


"O-oke... saya di suruh Reni dan pak Beni." Akhirnya pria itu dengan terpaksa berkata jujur, daripada nyawanya melayang lebih baik dia mengatakan yang sebenarnya. Masalah Reni itu urusan belakangan. Siapa yang tidak takut saat dikepalanya pistol siap menembus otaknya.


Ditariknya tangannya dari leher penculik itu lalu menjauh, Gama tertawa iblis dengan keras.


Membuat Vicky dan Dody yang melihat dan mendengar tawa tuan Gama merasa bergidik bulu kuduk nya langsung berdiri. Dimenit berikutnya Gama membalikkan badannya dengan elegan kemudian menekan pelatuknya.


" Crazy!!" Gumam Vicky.

__ADS_1


Dor


dor


dor


Tiga peluru melesat menembus tepat di kepala, dada dan perut pria itu yang beberapa bulan lalu menculik Gania istri tuan Gama.


" Arghk... !" Penculik itu tumbang di atas lantai sambil memegangi dadanya yang mengeluarkan darah, dalam hitungan menit pun jantung nya tak berdetak lagi, darah segar pun mengalir di lantai yang berdebu itu.


" Bereskan!" Dengan aura dinginnya Gama meniup senjatanya." Dasar wanita jallang, aku tidak akan melepaskan mu begitu saja!" Geram Gama menggertakan giginya sembari melangkah pergi dari tempat tersebut. Setelah melempar pistolnya kearah Vicky dan dengan sigap Vicky menangkap nya.


" Welcome to the game!." Vicky berbicara dalam hati, ia segera mengikuti langkah tuan Gama sambil mengisyaratkan kepada Dody agar membersihkan tempat tersebut.


.


.


.


.


Di perusahaan WJ Crop.

__ADS_1


" Vicky coba kau lacak keberadaan wanita itu dan cari tahu berita Reza di bui,dan satu lagi Bereskan Beni dan Susan ." Perintah Gama sembari meminum minumannya yang di belikan Vicky tadi.


"Siap tuan, kalau begitu saya permisi " Pamit Vicky segera beranjak dari ruang kerja tuan Gama sambil menghubungi anak buahnya untuk mencari informasi tentang Reni.


" Hem...." Setelah Vicky pergi Gama beranjak dari kursi kerja nya berjalan ke sudut ruangan melihat pemandangan kota di luar kantornya. Ia mengambil ponselnya dan " Sebenarnya apa yang dia rencakan? "


Tok tok tok


Suara ketukan pintu terdengar keras membuat Gama tersadar dari lamunannya.


" Masuk ...." ia kembali ke meja kerjanya.


Gama cukup terkejut saat melihat sosok wanita yang begitu dicintainya memasuki ruangannya dan tersenyum manis kearah nya.


" Sayang ... " Gania mencium pipi suaminya sembari menelisik tubuh suaminya memastikan jika tidak ada luka sedikitpun. ia merasa khawatir pada Gama saat tahu gama pergi menemui pria yang telah menculik dirinya. hingga ia memutuskan untuk datang kekantor suaminya langsung dan menunda niatnya untuk belanja keperluan bayi." Aku sangat cemas sayang," katanya dengan air mata yang mulai menetes dikedua pipinya.


" Gania, hey.." Gama yang melihat istrinya menangis mengangkat wanitanya keatas pangkuannya, kemudian ia mencium bibir Gania dengan lembut agar istrinya berhenti menangis. Meskipun ia sedikit kesulitan karena berat badan Gania yang semenjak hamil kian bertambah. " Aku baik-baik saja ," Gama memeluk erat tubuh gemukan istrinya.


.....


Note: maafkeun outhor kk jarang update ide nya buntu banget 😪 butuh semngat dari like dan komen dukungan dari kalian ☘️☘️☘️


Mampir juga di karya bund qaya 🥰🥰🥳

__ADS_1



__ADS_2