
" Maaf tuan saya sudah menyuruhnya untuk menunggu di bawah, tapi nona ini memaksa ingin masuk kedalam ruangan anda" satpam kantor yang datang berlari dengan nafas tersengal sengal menjelaskan pada gama.
"keluarlah " ucap gama datar tanpa ekspresi. Gama mengurungkan niat nya untuk pergi ke kantor Andre. Ia kembali duduk ke kursinya. Begitupun satpam kantor segera pergi dari ruangan.
"kau semakin tampan sayang! bagaimana kabar mu ?" Sapa Reni dengan suara genitnya perlahan melangkah mendekati gama.
" Duduk lah di sofa nona" ucap Vicky cepat ketika memahami niat nona Reni mendekat kearah bosnya, sebelum tuanya marah Vicky segera menggagalkan usaha Reni.
"Ya.. aku tau, dasar menyebalkan!" sebal Reni menggerutu kesal pada Vicky, karena menghalangi rencana nya untuk mendekati calon tunangan nya.
" katakan tujuanmu kemari!" tegas gama tanpa berminat menatap lawan bicaranya. apalagi menjawab pertanyaan yang menjijikan baginya.
"Tentu saja untuk mengajakmu membeli cincin pertunangan kita sayang, ayah mertua menyuruhmu untuk menemaniku" tukas Reni dengan senyum termanisnya dengan pose duduknya yang menonjolkan paha mulusnya tentu hal itu tak membuat seorang gama terpengaruh.
"bukan ayahku tapi kau yang memaksanya, dasar perempuan murahan" jawab gama dengan sinis.
"Tuan saya permisi keluar sebentar" ucap Vicky meminta izin untuk mengangkat panggilan telepon dari anak buahnya. Gama Hanya menjawab dengan anggukan kepala.
" kenapa kau tidak percaya sayang" jawab Reni dengan suara genitnya. sial beraninya pria es itu menghinaku murahan liat saja akan aku buktikan seberapa kuat dia sok cool padaku. gerutu Reni sangat kesal dirinya tak di hargai oleh gama.
"Ck, cepat keluar dari sini, kau hanya membuang waktu berharga ku" balas gama tanpa ekspresi dan sinis. dirinya merasa emosi kedatangan wanita itu menghambat dirinya untuk mencari wanitanya.
"bukan maksud ku menggangu waktumu sayang, ayah ku menitipkan ini katanya kau harus tanda tangan disini, untuk melancarkan usaha kerja sama nya" ucap Reni berjalan cepat mendekati gama, lalu meletakan berkas tersebut ke meja.
Gama membuka berkas tersebut tanpa ingin menatap Reni sedikitpun." aku akan tanda tangani nanti, untuk mengecek lebih valid data ini" ucap Gama tegas meletakkan berkas tersebut kembali, di luar dugaan nya tiba tiba Reni duduk ke pangkuannya saat dirinya lengah.
"Tidak masalah sayang, bagaimana jika kita pergi kencan untuk saling mengenal" ujar Reni sensual mengedipkan sebelah matanya, saat duduk di pangkuan gama, mengalungkan kedua tangan nya dileher gama.
__ADS_1
"Kau...!! bentak gama. Turun sekarang jika tidak aku akan mematahkan kaki mu!" bisik gama menyeringai tajam penuh penekanan.
Sial pria ini psikopat kali ya " aa itu aku em " ucap Reni dengan gemetar melamun mendengar bisikan yang menyeramkan.
"Tua n......" Vicky membelalak mata nya terkejut melihat pemandangan di hadapan nya.
Bugh!
"Aw, kenapa kau menjatuhkan ku" kesal Reni mengusap pantat nya mencium lantai marmer. gama yang tiba tiba berdiri dari duduknya saat Vicky masuk ke ruangan nya. Tentu gerakan itu membuat Reni terjungkal ke belakang.
"Kau bawa wanita ini keluar dari sini sekarang!" titah gama menatap tajam Vicky. lalu dirinya kembali duduk dan membersihkan jas nya, merasa kotor karena wanita ****** itu bersentuhan dengan nya.
"Baik tuan, mari nona saya antar" jawab Vicky lalu mengajak Reni untuk keluar dari ruangan tersebut dengan sopan, walaupun sebenarnya kesal tapi juga kasian pada Reni.
"Tidak perlu aku bisa keluar sendiri" jawab Reni ketus sambil merapikan dress nya yang sedikit berantakan. lalu berjalan dengan cepat keluar.
"Di loket tidak di temukan jejak nona Gania naik bis manapun tuan!, tapi ada informasi masi lain yang..." terang Vicky menjelaskan namun sudah di potong oleh Gama.
"Cepat katakan tidak perlu berbelit". sahut Gama tegas dengan ekspresi wajah tidak sabaran.
Huff, Vicky menghela nafas berat. "Ada satu taksi yang mengantarkan nona Gania pergi, anggota kepercayaan kita yang berhasil melacaknya" terang Vicky dengan kesal karena bosnya itu seenaknya memotong ucapan nya.
Gama terdiam detik berikutnya menggulum senyum di sudut bibir nya." suruh tim kita menemukan taksi itu untuk menunjukkan lokasi wanita ku" balas gama menatap Vicky lalu menepuk bahu nya.
"Siap tuan, lalu bagai mana dengan tuan Andre?" Vicky mengangguk setuju dengan ucapan gama, kemudian mengingat kan niat gama untuk pergi ke kantor Andre.
"Oh ya Kenapa aku lupa" selorohnya tertawa kecil menepuk jidatnya, lalu teringat sesuatu. "kau bereskan berkas ini setelah itu lakukan dengan rapi, ayo berangkat sekarang". gama memberikan map tersebut kepada Vicky.
__ADS_1
"wow ini sangat menyenangkan" sahut Vicky dengan semangat menerima map tersebut lalu gama dan Vicky mereka meninggalkan kantor.
******
"Kenapa wajahmu cemberut sayang" seloroh Andre melirik ke wanita di samping kemudinya.
"aku kesal karena dirimu terlalu lama menjemput ku" jawab wanita berparas seksi dan menggoda.
" Jadi kau merajuk Hem" balas Andre dengan mengelus paha putih wanita itu dengan gemas.
" tidak tapi aku merindukan mu sayang" balas Reni dengan manja bersandar di bahu Andre dengan manja.
"Ayo turun" mobil Andre yang sudah tiba di hotel lalu mereka keluar dari mobil, Andre merangkul Reni memasuki kamar hotel bersama.
"Sayang kau sangat agresif " ucap Andre setelah melepas ciuman mereka lalu kembali ******* bibir Reni lebih dalam dan menuntut. begitupun Reni bersemangat mendesah di bawah Kungkungan Andre.
"Sayang aku mau melakukanya tapi dengan landasan ikatan pernikahan di antara kita" ujar Reni di sela kegiatan panas nya dengan Andre.
Andre langsung melepas pagutanya setelah mendengar ucapan Reni lalu bangkit dari tubuh reni dan kembali mengambil baju. "maaf sayang jika kau ingin aku menikah mu, aku tidak bisa, karena aku bukan pria yang berhubungan dengan ikatan" jawab Andre dengan tegas pasal nya dirinya yang kasanova berganti pasangan tak percaya pada ikatan pernikahan. dan melakukan hubungan hanya dengan sama sama suka.
Reni mematung mendengar ucapan Andre namun dirinya tidak mungkin melepas kan pria ini. karena gama tidak menyukainya." sayang maafkan aku, aku tidak masalah jika kau belum mau menikah sekarang" Reni dengan cepat memeluk Andre dari belakang saat pria itu hendak keluar dari kamar.
"jadi ? " Andre mematung saat tiba-tiba tubuhnya di peluk erat oleh Reni, detik berikutnya bibir nya tersenyum miring.
"mari kita lanjutkan yang tadi " jawab Reni cepat kemudian Andre berbalik, dan kembali ******* bibir Reni dengan rakus merobek dress Reni membuangnya asal.
Andre menindihi tubuh reni, *******, menyesap bibir wanitanya reni pun membalas nya dengan agresif, Andre semakin bersemangat melakukan memberi servis terbaiknya sehingga membuat Reni tak berhenti mendesah. mereka pun menikmati manisnya surga dunia di kamar hotel.
__ADS_1
...jangan lupa like komen favorit hadiah π₯°ππͺππ· bantu naikin rate novel pertama aku ya kk bunda semua love kalian...