Cool But Love

Cool But Love
bab 50 keinginan aneh gania


__ADS_3

"Sayang kita sudah berkeliling sejak tadi, tapi kau belum menemukan tempat yang kau inginkan" ucap gama dengan suara beratnya menahan emosinya karena wanitanya itu selalu menolak turun ketika tidak cocok dengan tempat penjual sate nya.


"kau marah padaku kak" ujar gania dengan wajah sedihnya.


"Eh tidak, bukan begitu maksudnya, ya sudah kita cari tempat lain " balas gama mengusap pipi Gania lembut, dan melajukan mobilnya kembali.


"Maaf kak, membuat mu susah" memandangi gama dengan wajah memelas.


"tentu saja tidak sayang, katakan jika kau sudah menemukan tempat yang kau inginkan"


"Berhenti kak!" teriak Gania dengan suara keras membuat gama menginjak rem mendadak.


"sayang apa yang kau lakukan, lihat apa ada yang luka" dengan cekatan tangan gama menahan kening Gania agar tidak terbentur kedepan dengan mobil mereka berhenti mendadak.


"sorry, aku tidak apa apa" ujar gania dengan suara pelan merasa bersalah sudah mengejutkan pria di sampingnya dan terjadi insiden kecil.


"jangan di ulangi lagi, dan pelan kan suara mu jika ingin berbicara, agar aku tidak terkejut , kenapa kau meminta berhenti? " gama menghela nafas berat.


"em itu kak, kita makan di sana saja seperti nya sangat enak" Gania melihat kearah warung sate pinggir jalan dengan mata berbinar binar.


Gama mengikuti arah pandang wanitanya detik berikutnya mengernyit.


"kau yakin, kita bisa cari tempat lain jika kau mau" ujar gama karena menurut gama tempatnya tidak higienis tidak baik untuk kesehatan wanita nya.


"tidak, aku ingin di situ saja, itu bersih kok lihatlah penjual nya juga rajin dan bersih" mohon gania dengan wajah memelas.


"tapi sayang"


"kak ku mohon" dengan wajah sedihnya menatap kearah gama, tentu gama pun tidak tega melihatnya.


"oke, ya sudah ayo turun, tunggu berikan aku upah" gama mencekal lengan Gania yang hendak keluar dengan mendekatkan pipinya kearah Gania.


"kau itu perhitungan sekali, dasar" Gania mencium pipi gama dengan cepat dan memalingkan wajahnya karena malu. daripada harus berdebat lebih baik mengalah.

__ADS_1


"makasih sayang" gama tersenyum lebar kearah wanitanya.


"sudahlah aku sangat lapar" gania keluar dari mobil begitupun gama, tak lupa menepikan Mobilnya terlebih dahulu, mereka berjalan bersama menuju warung sate.


Terlihat di warung sate tersebut sedikit ramai pengunjung gama menuntun Gania duduk di meja paling ujung, kebanyakan para pria yang mampir disana membuat gama sangat possesif dengan wanitanya takut di lirik pria di sana.


"kak aku minta dua porsi ya"


"tidak kebanyakan sayang, aku tidak lapar pesan satu saja ya" ujar gama dengan merangkul wanitanya mesra dan menatap tajam kearah pria lain yang sedang melihat kearah wanitanya.


"tapi aku mau dua porsi pokoknya" ujar Gania menggeleng melihat sikap gama yang cemburu dengan pengunjung di tempat itu.


"Baiklah, pak sate dua porsi" panggil gama kearah bapak penjual sate.


Dengan cekatan bapak itu membuatkan sate untuk mereka, setelah berapa menit pesanan mereka datang.


"Ini tuan satenya" penjual sate membungkuk sopan dengan para pengunjungnya.


"makasih pak" ucap Gania tersenyum.


"astaga kak, jangan gitu deh lagian siapa yang mau dengan ku, sudah ayo makan" Gania menggeleng kan kepalanya. gama hanya tersenyum melihat wanitanya.


Gania memakan satenya dengan lahap membuat gama melongo melihat nya, pikirnya sebegitu nya keinginan aneh wanitanya di tengah memadu kasih tiba tiba menginginkan sate.


Gania sangat menikmati makanan satenya seketika berhenti dan meminta gama menghabiskan makanan nya. tentu membuat gama berdebat kecil. tidak mau membuat wanitanya menangis akhirnya gama mengalah memakan satenya.


"apa kau senang" ujar gama dengan terpaksa memakan satenya.


"sangat kak, apa boleh nambah lagi ya kelihatan nya kak gama suk..." dengan raut wajah berbinar binar.


"jangan! eh maksud aku sudah ini saja aku kekenyangan sayang" sahut gama cepat dengan wajah memelas nya mengunyah makanan di mulutnya.


"Baiklah ini saja cukup, karena kau sudah terlihat sangat tampan saat sedang makan tidak usah nambah lagi" ucap Gania bertumpu dagu dengan tersenyum lebar kearah gama yang sedang menatap nya kesal.

__ADS_1


"wah itu pasti sayang , kan aku Daddy tertampan di kota ini" ujar gama dengan wajah cool nya tentu membuat Gania tertawa terbahak bahak.


"Haha... dasar sok kegantengan " Gania menggeleng melihat nya.


"kau tidak percaya, apa perlu bukti jika aku sangat tampan dan kau mengakui nya" ucap gama dengan menaik turunkan alisnya menatap penuh arti kearah Gania.


Gania langsung terdiam dan merasa merinding ketika mengingat kejadian beberapa jam lalu, dengan tatapan gama sekarang ini kearah nya.


"Hehe ya ya aku percaya kau sangat tampan kak" tersenyum lebar kearah gama.


" apa yang kau pikirkan sayang, tadi sangat berani kenapa sekarang berubah" ujar gama menautkan kedua alisnya. seketika tertawa menyadari wanitanya sedang menutupi ketakutan nya dengan kejadian di kamar apartemen.


"Pfffff, kau takut aku meminta lagi yang tadi " tersenyum jahil.


"tidak, siapa bilang dan jangan macam-macam" ucap Gania dengan wajah curiga nya.


"oke oke, ya sudah kita pulang sekarang, aku bayar dulu"


" Baiklah begitu kan enak" ujar Gania.


Setelah gama memberikan uang kepada bapak penjual sate, mereka meninggalkan tempat itu berjalan bersama menuju mobil mereka.


Gama mengendari mobilnya kembali pulang ke apartemen, tidak ingin wanitanya sakit karena angin malam yang sangat dingin mengganggu kesehatan ibu hamil. Selain itu juga ingin mengajak wanitanya ke sesuatu tempat untuk menemaninya besok.


"cepat tidurlah sekarang, karena besok kau harus ikut dengan ku" setibanya di apartemennya gama membawa Gania kedalam kamar.


"memangnya mau kemana kak?" ujar Gania dengan cepat.


"besok juga tau, sudah cepat tidur atau aku ikut tidur disini" ucap Gama dengan suara sedikit mengancam, dengan menarik selimut ke tubuh wanitanya.


"Ck, menyebalkan sudah sana pergi" decak Gania dengan wajah cemberut meraih selimut dari genggaman tangan gama.


"cepat tidurlah, good night sayang" dengan mengecup kening wanitanya, dan Gania melihat kearah nya dengan tatapan mata kekesalan. namun juga sangat bahagia dalam hatinya dengan perlakuan hangat gama.

__ADS_1


Gama pun pergi dari ruangan itu dan kembali ke kamar pribadinya.


...jangan lupa like πŸ₯° tinggalkan jejak kalian guys πŸ™πŸ˜...


__ADS_2