
Di mansion
" Sayang kau duduklah dulu di sini sebentar aku mau menyiapkan air hangatnya dulu setelah itu kita mandi bersama " ucap gama mengerling nakal sambil mendudukkan gania di tepian tempat tidur.
Sesampainya di mansion gama langsung membawa istrinya kedalam kamar nya dan membersihkan dirinya. Sedangkan ayah wijaya juga masuk kekamar nya sendiri karena kelelahan seharian full dia menjaga menantunya di rumah sakit.
" Ish dasar genit " ujar gania tersipu malu.
plak
Gania menepuk bahu suaminya dengan kesal, karena sikap mesum suaminya itu kian menjadi dan tidak ada obatnya membuat dirinya harus waspada.
" Awh, sakit sayang " gama pura-pura mengaduh kesakitan. Pria itu menjauh dari ranjang dia melempar jasnya di sofa, meletakkan jam tangan rolex nya di atas nakas, kemudian melepaskan dasinya lalu membuka satu persatu kancing kemejanya.
"Kak aku ini bisa mandi sendiri, lebih baik kau dulu yang pergi mandi kak, kakak pasti sangat lelah sudah bekerja seharian di kantor tadi siang " tolak gania secara halus. mata gania tak berkedip melihat dada bidang yang atletis dan perut sixpack suaminya di hadapannya.
Seringai mesum muncul di wajah gama menyadari istrinya sedang terpesona pada tubuh nya yang setengah telanjang saat ini terlebih rayuan istrinya yang menolak untuk mandi bersama.
__ADS_1
" Aku tahu istri ku ini bisa mandi sendiri, tapi, kau itu baru sembuh baby, tidak boleh kecapekan dan banyak gerak, maka dari itu suamimu ini dengan senang hati akan merawat istri ku yang paling cantik ini termasuk memandikan mu baby" ujar gama mengedipkan mata genitnya melangkah pelan memasuki kamar mandi dengan bertelanjang dada.
" hahaha kau pasti tidak bisa menolak pesona ketampanan suamimu ini sayang " ucap gama dalam hati, sejuta pikiran mesum bertraveling liar di kepala nya sambil mengisi air hangat kedalam bathtub.
" Tapi kak! aku ini sudah sembuh " teriak gania melayangkan protes. " Astaga kenapa suamiku sekarang menjadi sangat mesum dan nakal yak " Gumamnya memejamkan matanya, lain di hati lain dibibir, jika dalam hatinya gania begitu tergoda melihat tubuh atletis suaminya tapi bibirnya berkata lain.
Gama berjalan keluar dari kamar mandi mendekati ranjang." Aku tahu baby, sudah ayo sekarang kita mandi " gama tanpa aba-aba mengangkat tubuh mungil istrinya yang sedikit gemukan karena sedang mengandung buah benihnya.
Wanita yang sedang hamil tersebut terkejut tubuhnya tiba-tiba melayang keudara refleks gania mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh gama karena takut terjatuh.
" Akh, kenapa kau itu sangat pemaksa sekali kak " pekiknya tertahan saat gama mendudukkan dirinya di walk in closed sembari menanggalkan dress nya dari tubuhnya. Begitupun dengan gama yang hanya mengenakan celana boksernya menutupi aset milik nya.
" ssh" desis gania terkekeh geli saat merasakan tubuhnya bergejolak." ish apa di dalam pikiran mu itu hanya ada begituan sih kak menggelikan- eugh " ujar gania melenguh sambil menggigit bibir bawahnya saat gama meremas kedua aset kembarnya.
" Tentu sayang, karena dirimu adalah candu bagiku, aku merindukan mu baby" gama menyentuh wajah gania kemudian menyatukan kening mereka melepas rindunya yang terpendam beberapa hari lalu.
Hingga hembusan napas hangat gama menyatu dengan napas istrinya dan menyeruak masuk kedalam tubuh keduanya.
__ADS_1
" Aku juga sangat merindukan mu kak " Lirih gania menitihkan air matanya, menatap lekat wajah yang ia rindukannya berhari-hari ini dan membuat nya tersiksa.
" hey hey sayang istri ku yang gemoy dan seksih nanti cantik nya luntur kalau menangis, sudah jangan buang sia-sia air mata berlian mu ini baby, aku tidak akan meninggalkan mu lagi hm " kelakar gama menghapus sisa air mata di pipi gania dengan ibu jari nya. ia menghibur istrinya yang tengah menangis tersedu-sedu.
" iiihh kakak menyebalkan " ucap gania mengerucutkan bibirnya sebal, di cubit nya perut suaminya kesal lantaran pria itu menghina tubuh nya yang tak lagi ramping seperti dulu.
Gama menyadari istrinya merasa insecure pada dirinya sendiri dia segera menarik tubuh istrinya kedalam tubuh kekar nya.
" Aku tidak perduli apa pun keadaan mu, bagiku kau itu adalah wanita spesial dan berharga dalam hidup ku, kau tetap terlihat cantik dan seksih di mataku baby" jelas gama dengan suara lembut.
" Sungguh, kau tidak sedang bercanda kan kak" Tanya gania dengan wajah puppy eyes nya.
" pfffff, tidak sayang sungguh demi tuhan kau adalah wanita yang paling ku cintai nomor dua setelah ibuku " kata gama menahan tawanya ia gemas dengan ekspresi memohon istrinya yang terlihat lucu baginya. Perlahan pria itu mengendurkan pelukannya.
" Hih kok nomor dua sih kak, tapi tak masalah yang terpenting tidak ada yang ketiga awas saja kalau sampai ada yang lain " ucap gania dengan nada mengancam. hal tersebut membuat gama bergidik ngeri dan mengangguk patuh.
" Janji sayang, sudah lebih kita cepat mandinya nanti dirimu masuk angin sayang" balas gama yang dengan telaten membantu menggosok punggung istrinya penuh kelembutan.
__ADS_1
Tanpa protes gania menurut seperti anak kecil yang di mandikan oleh ibunya kini mereka melanjutkan mandinya dengan candaan sesekali saling memainkan dan melempar busa kewajah mereka.