Cool But Love

Cool But Love
bab 78 melepas rindu


__ADS_3

Sementara didalam kamar yang cukup luas sepasang suami istri tengah melepas rindunya yang begitu teramat dalam. entah berapa lama mereka saling berpisah ranjang sehingga membuat sang suami menyimpan rasa rindunya begitu menumpuk di dalam hatinya.


Dengan penuh cinta nan kelembutan gama mulai menyalurkan hasratnya terhadap istri yang paling di cintai nya.


usai membaringkan istrinya, perlahan tapi pasti gama mulai melucuti pakaian istrinya begitu pula sebaliknya.


Sontak kedua tangan mungil gania langsung menutupi wajahnya karena dirinya merasa sangat malu dengan mereka yang sudah sama sama polos tanpa sehelai benang pun.


Sungguh gama sangat gemas melihat tingkah kepolosan istrinya itu. Di raihnya tangan mungil itu agar tidak menutupi wajah cantik istrinya itu.


"Eh. mau ngapain kak ?" ujar gania yang panik saat suaminya mendorong tubuhnya hingga terjerembab di ranjang.


"Tentu saja menjenguk junior sayang" bisik gama sikunya ia gunakan menopang tubuhnya agar tidak menindihi tubuh istrinya perlahan bibir nya mengecup leher mulus sang istri.


" kak.." desis gania tangan nya menahan wajah gama agar menjauh dari lehernya.


" aku sangat merindukan mu " ucap gama lalu menyambar bibir mungil istrinya dengan lembut dan menyesapnya begitu lama.


Seolah puluhan bintang bertebaran di kepalanya rasa nikmat sentuhan lembut yang di rasakan gania menjalar ke seluruh aliran darah di dalam tubuhnya hasratnya seakan timbul begitu saja mengikuti irama melodi cinta mereka.


Ah.


Suara seksi meluncur begitu saja dari bibir sang istri dan terdengar indah di telinga gama semakin membakar gejolak gairahnya." sayang aku akan perlahan" bisik nya sembari meremas lembut buah kesayangan nya.


ah.


Gania tak mampu berkata lagi tubuhnya terkulai lemas kehabisan energi hanya mengangguk kan kepalanya. gama pun tersenyum lebar melihat istrinya pasrah begitu saja di bawah Kungkungan nya.

__ADS_1


Dengan kembali menyatukan bibir mereka agar mengalihkan rasa sakit sang istri, gama mulai menerobos masuk di bawah sana dengan lembut. melakukanya dengan tempo yang sangat pelan supaya sang istri tidak terkejut saat memulai nya.


Perasaannya begitu bahagia bercampur senang rasanya tetap manis dan sempit seperti saat pertama menyentuh istrinya, dengan mencium kelopak mata sang istri kanan dan kiri bergantian.


"Bagaimana masih sakit tidak" ucap gama menatap wajah lelah gania.


Gania hanya menggelengkan kepalanya ketika rasa sakitnya berganti dengan rasa kenikmatan yang luar biasa saat gama kembali membuat nya terbuai dan lupa segalanya.


Dengan Hasratnya yang sudah di ubun-ubun hampir mencapai puncak nya gama semakin mempercepat gerakan nya di bawah sana. bulir keringat mengucur deras di sekujur tubuh mereka berdua menjadi saksi bisu penyatuan mereka. dan semua energi telah di curahkan hingga ke titik terakhir.


"Kak.." lirih gania yang hampir sampai.


"Bersama sayang" balas gama juga merasa ingin mencapai puncaknya.


ahh.


"Terimakasih Sayang" ucap gama menciumi seluruh wajah gania, lalu menarik tubuh polos sang istri kedalam pelukan.


" hm" jawab gania nyaris tak terdengar oleh gama karena tenaganya terkuras habis dan tubuhnya sangat lemas.


" Sebaiknya kita membersihkan tubuh dulu biar tidak lengket setelah itu baru kita istirahat" ujar gama beranjak dari ranjang mengangkat tubuh istrinya ala bridal style lalu membawanya kedalam bathroom.


Gania hanya mengalungkan kedua tangan nya ke leher gama dengan menurut di bawa kedalam bathroom, tubuhnya terasa remuk lunglai setelah melakukan kegiatan panasnya selama satu jam.


Perlahan gama mendudukkan gania kedalam bathtub dan mengisi air hangat untuk mereka mandi, dengan telaten penuh cinta gama menggosok punggung sang istri membatunya membersihkan tubuhnya, kemudian melanjutkan ritual mandinya tanpa embel-embel.


Tak berselang lama mereka keluar dari kamar mandi, dengan langkah lebar mendudukkan sang istri di tepi ranjang nya. memilihkan baju piyama untuk sang istri." pakek bajumu dulu baby" menaruh piyama di samping gania duduk.

__ADS_1


"makasih kak" gania tersenyum tipis hatinya sangat bahagia betapa bersyukurnya dirinya memiliki suami perhatian seperti pria di depannya itu. meskipun possesif nan mesum tak mengapa asalkan jangan dengan orang lain."Astaga kak gama!" pekik nya terkejut melihat sang suami memakai baju di depannya tanpa beban sama sekali.


"hhhh tidak usah kaget begitu sayang, tadi kau juga sudah melihat nya, atau dirimu ingin mengulanginya lagi" jawab gama dengan enteng mengenakan pakaian di depan sang istri dan menggoda istri nya yang sedang malu itu.


"Ish dasar mesum, ya ampun kenapa aku bisa mencintai pria seperti dia sih" gerutu gania melempar bantal kearah gama sembari mengelus dadanya.


bugh.


" aw sayang kau ini benar benar ingin mengulanginya lagi ya awas kau" pekik gama saat bantal melayang mengenai tubuhnya lalu memungut bantal yang jatuh ke lantai itu dan menghampiri sang istri di ranjang. membuat gania langsung menelusup masuk kedalam selimut tebalnya.


"Hohoho beraninya sembunyi keluar baby kau harus mengganti nya" seloroh gama menelusup masuk kedalam selimut sang istri dan membekap tubuh mungil istrinya.


"Ah. hahaha kak lepasin geli tau, ahkhaha ku mohon kak " gania mengeliat tak karuan memohon agar gama berhenti menggelitik tubuhnya.


"Salahmu sendiri yang sudah berani melempar bantal padaku, janji dulu mau melakukan apapun yang aku pinta" paksa gama yang belum mengakhiri kegiatannya.


"Iya Yaya, tapi lepas dulu kak " sahut gania cepat merasakan tubuhnya kaku dan kram.


Gama langsung melepas tangannya dari tubuh sang istri lalu membalikkan tubuh gania agar menghadap kearah nya." God baby. kau tau sayang aku sangat takut kehilangan mu dan kau itu sangat berarti dalam hidupku jadi jangan pernah mencoba untuk meninggalkan ku apapun masalah nya, dan kau harus ingat junior butuh kita untuk selalu bersama sama sampai kita menua nanti " ucap gama mencurahkan seluruh isi hati nya agar sang istri tahu yang di rasakan oleh nya saat ini. mencium mesra wajah sang istri.


Gania menatap dalam wajah tampan nan cool sang suami dapat di lihat semburat kebahagiaan, kegelisahan ketakutan di mata indah dan tajam gama begitu banyak beban yang di pikul sang suami. perlahan jemari mungilnya membelai lembut rahang tegas nan mulus gama." I love you pria cool ku, aku berjanji akan tetap mendampingi mu apapun kondisinya nanti kak " mencium bibir seksi gama, gania memantapkan hatinya untuk tetap di samping pria nya apapun konsekuensi nya nanti.


Tanpa terasa bulir bening meluncur begitu saja di sudut mata indah gama, haruskah bahagia atau sedih yang pasti gama tak mampu berkata lagi sangat mencintai wanitanya itu dengan tulus." I love you more baby terimakasih untuk segala nya, I Miss you my junior Daddy sehat sehat di perut mommy ya sayang" balas gama mengecup bibir istrinya sekilas sembari mengelus perut gania yang terlihat berisi.


"Tidak mau Daddy kangennya besok lagi mommy sangat lelah hari ini" jawab gania menirukan gaya anak kecil lalu menatap gama dengan tajam. iya kali suaminya itu ingin menjenguk junior nya lagi.


"Hehehe, kau mengerti maksud ku baby, maaf kan suami tampan mu ini sayang, kau selalu membuatku candu. sudah jangan ngambek ayo tidur" seloroh gama memeluk erat istrinya.

__ADS_1


Gania tak berkata apapun lagi segera menelusup kedalam dada bidang suaminya tempat paling ternyaman baginya. tubuhnya yang lelah membuat mereka terpejam menyelami mimpi indah bersama.


__ADS_2