
Setelah selesai meeting gama langsung kembali ke kantornya, gama sangat cemas saat tiba di dalam ruangan Gania tidak ada di tempat itu, saat di perjalanan pulang gama menghubungi pengawal Gania untuk segera membawa wanitanya kembali tapi sampai sekarang belum datang.
"Vicky cepat hubungi mereka!" perintah gama dengan mengusap wajah gusarnya.
"Baik tuan" belum sempat Vicky menekan tombol hijau di ponsel nya tiba-tiba pintu terbuka.
Braak.
"Maaf kak tadi aku ke minimarket dulu membeli makanan " ucap Gania dengan suara tegasnya, menatap kearah gama yang sedang duduk di kursi kerjanya.
"Astaga Gania.. apa kau tidak bisa mengetuk pintu lebih dulu jika mau masuk!" ujar Gama terkaget dengan menelisik beberapa paper bag yang di bawa oleh wanita cantik itu.
"Bukan begitu maksudnya kak, aku beli makanan ini di minimarket tadi!" ucap Gania dengan menyodorkan paper bag ke atas meja gama.
"Saya boleh mintak satu nona?" sela Vicky sedari tadi diam, dengan tatapan matanya kearah makanan di atas meja.
"Tentu saja boleh ini buat mu", Gania menyerahkan kotak makanan ke pada Vicky.
"CK, kau itu Vicky giliran makanan langsung main serobot saja" Seru gama mengerucutkan bibirnya kesal.
Gania terkekeh geli melihat tingkah gama menurutnya lucu." kak gama kau itu pelit sekali, apa kau takut jatuh miskin " selorohnya.
"Kau.. " menatap Gania sebal. "Vicky cepat keluar dari ruangan ku!" ucap gama dengan dengan wajah kesalnya. bisa bisa nya gadis kecil ini mengatai ku geramnya dalam hati.
"Baik tuan! " Vicky melihat bosnya sedang menahan amarahnya langsung melesat pergi dari tempat itu.
"Dan kau kemari.! " gama memanggil Gania dengan jari telunjuk nya, menatapnya tajam dengan menekan remote control untuk mengunci pintunya.
duh mati gue ada apa lagi nih Om Om tua.
"I...y..a kak" ucapnya terbata, berjalan mendekat kearah gama. setibanya di samping gama hanya mematung menatap pria dengan aura dinginnya.
Ssttttt, gama langsung menarik tubuh Gania duduk di paha nya dengan posisi koala.
"Aaaa.! apa yang kau lakukan kak!? " ucap Gania dengan gugup tubuhnya menegang dengan posisi mereka seperti itu.
"Kau berani mengatai ku dan pergi terlalu lama" ucap Gama dengan mendekatkan wajahnya dan mengangkat sebelah alisnya.
"apa, aku kan sudah mintak maaf kak ? " balas Gania dengan memalingkan wajahnya.
"lihat aku baby", ucap gama salah satu tangannya menyentuh pipi cuby gania agar menghadap ke arah nya.
hah! Gania menghela nafas berat. "kak.." Gania menatap wajah tampan gama di depanya. merasa tidak nyaman ketika merasakan sesuatu di bawah sana menonjol keras menurut nya aneh.
"Kenapa hem, apa kau merasakan nya!?" ujar Gama dengan mendekatkan wajahnya membuat bibir mereka sangat dekat, sehingga nafas mereka beradu. dan sedikit menekan pinggul Gania.
astaga perasaan apakah ini.kenapa tubuhku menegang rasanya aku ingin sembunyi di lubang semut saja, Gania berbicara dalam hati.
Gama melihat gadisnya melamun langsung mengecupnya. " kenapa melamun "
"ah, kak kau itu nakal sekali " ujar Gania terkejut seketika bibirnya di cium, dengan memukuli tubuh pria di hadapannya itu.
" kau itu jahat mengambil ciuman pertamaku kak, padahal aku ingin kelak suamiku yang mendapatkan ciuman pertamaku" ujar Gania dengan wajah sendunya.
"salah mu sendiri melamun", gama langsung meraih tangan Gania yang hendak memukul dadanya kembali.
__ADS_1
"karena kamu milikku baby" ucap gama dengan menelusup kan wajahnya di leher jenjang Gania dengan menghirup aroma tubuh gadis mungil itu yang membuat nya candu.astaga aku tidak bisa menahannya hah...
"Aw...! "Gania merintih karena luka lecet di sikunya tersenggol oleh gama.
"Kenapa bisa lecet begini baby?". ucap Gama melihat kearah siku Gania yang terluka.
"Tidak apa apa tadi terjatuh sudah aku beri obat merah saat di mobil, kak boleh aku turun ?" ucap Gania menatap gama penuh harap, takut ia kehilangan kendali atas dirinya.
"No, kamu lagi ku hukum baby!." gama tidak bisa menahan dirinya, dengan memeluk erat tubuh gadis nya, menciumi seluruh wajah Gania.
" kamu cukup diam jika tidak aku akan menghukum mu di tempat lain" ucap Gama.
Gama kembali mencium bibir mungil itu, dengan sangat menuntut lalu memperdalam ciuman nya. bibirnya pun menelusuri leher jenjang gania, lalu menyesapnya memberi jejak kepemilikan di sana, dengan menelusup kan wajahnya di gunung kembar dan menghirup aroma wangi tubuh Gania.
"kak!" lirih Gania menggigit bibir bawahnya merasakan tubuhnya menegang.
" kumohon jangan melakukan hal lebih, aku takut" ucapnya pelan menghirup wangi tubuh gama, sepertinya ia pernah mengalami semua yang di lakukan gama padanya tapi dimana.
"Tidak perlu takut, mulai sekarang kau milikku ingat baik baik" ucap gama mengangkat wajahnya menatap wajah Gania. lalu mengecupnya.
Gania terdiam sejenak mengingat kejadian di hotel klub, mengingat pria mabuk itu selalu mengatakan dirinya miliknya.
"Hah, apa kau pernah mabuk di klub, dan tidur bersama gadis?" tanya Gania dengan merasakan kegelian dengan kegiatan gama.
Deg
Gama langsung menghentikan kegiatan nya. aku harus gimana ini apa dia akan meninggalkan ku. ah itu tidak akan ku biarkan.
" tatap aku sayang" tangan gama menyentuh kedua pipi wanitanya.
Deg
Gania mematung mencerna ucapan pria di depannya ini.
" jadi yang mengambil ciuman pertama ku itu kak gama, dan melihat tubuhku!, kau jahat kak kau jahat, aku malu!" gania terisak tangannya memukul dada bidang gama.
"Baby maafkan aku sungguh, saat itu aku sedang mabuk " gama semakin memeluk erat tubuh Gania.
"Lepas kak lepaskan aku, kenapa tidak mencari ku waktu itu, aku sangat hancur waktu itu asal kau tau.." ucap Gania emosi meminta turun dari pangkuan gama.
"Karena itu aku tidak akan melepas mu lagi baby maafkan aku". ucap Gama menatap dalam Gania.
"Aku harus pergi kau jahat berbohong pada ku, jika aku tidak mengingatmu apa kau akan jujur tidak kan?" Gania langsung turun dan berjalan keluar, tapi belum sempat keluar tubuhnya sudah melayang.
"Aaaa apa yang kau lakukan? turunkan aku tidak!" teriak Gania berusaha memberontak di gendongan gama.
"Diam baby " gama menggendong tubuh Gania membawanya ke ruang pribadinya, Satu tangannya ia gunakan memutar handel pintu, dengan kakinya mendorong pintunya, dengan berjalan cepat kearah ranjang membaringkan gadisnya disana tak lupa mengunci pintunya.
" kau mau apa, jangan mendekat kak? " ucap Gania gugup melihat gama berjalan kearah nya.
Gama melepaskan dan membuka kancing jas kemejanya, kemudian membuang asal. merangkak ke atas ranjang bertelanjang dada.
" aku menginginkan mu " ucap Gama tersenyum miring.
" Stop kak" ujar Gania menatap tubuh atletis gama yang menggoda iman merangkak ke ranjang bersama nya.
__ADS_1
"sudah ku katakan aku tidak akan melepaskan mu, kau milikku sejak kita pertama bertemu, dan saat kita tidur bersama" ucap Gama menindihi tubuh Gania dengan cepat melu mat bibir mungil itu semakin lama semakin menuntut, gama memperdalam ciumannya. bibirnya menelusuri leher mulus Gania dan menyesapnya lembut memberi tanda cintanya di sana.
Gania merasa tubuhnya menegang, hati ingin menolak tapi tubuhnya merespon baik.
"kak, aku takut" ucap gania sembari menggigit bibirnya. tentu membuat gama semakin bergairah melihatnya.
" kenapa, aku sudah melihat semua yang ada di tubuhmu, dan hanya aku yang boleh menyentuh ini" tangan gama menyentuh gunung kembar Gania yang bulat sempurna, dengan cepat membungkam bibir manis itu dengan ciuman yang menuntut dan memabukkan, perlahan merobek dress milik Gania dan membuangnya asal.
Cup
"Eeempphh." Gania terkejut saat bibir sexsi gama mendarat di bibirnya, dengan tubuh polosnya yang tidak mengenakan pakaian lagi.
"Hah.. kak kemana bajuku?" Gania syok melihat tubuhnya sudah polos.
" kau milikku sekarang, aku tidak akan meninggalkan mu" gama menatap wajah sendu Gania dengan kembali mencium bibir mungil terlihat bengkak karena ulahnya.
"kak" desis Gania tubuhnya terasa panas, tangan gama yang sudah kemana mana, bibir mereka bertaut lembut, terbuai dengan sentuhan gama Ia pun membalas ciuman yang memabukkan itu.
Gama bersemangat ketika gadisnya membalasnya, dan memperdalam ciumannya menyesap nya dengan rakus, tangan nya mere mas gunung kembar yang bulat dan kenyal.
ah ini rasanya sungguh luar biasa sangat kenyal dan lembut. setelah puas, kembali meraba turun ke bawah sana dan menelusup masuk kedalam kain tipis itu, memberikan sentuhan di titik sensitif wanita nya dengan lembut.
" sayang..." gama membisik dengan suara beratnya menahan hasratnya.
" kak " Gania merasa tubuhnya menegang dengan tangan gama bermain nakal di bawah sana.
" aku takut kak?" lirih nya menahan suara menggelikan.
Gama melepas ciumannya menatap wajah sendu Gania menahan hasratnya.
" aku akan perlahan hem, kau percaya padaku sayang, I love you baby" dengan kembali membungkam mulut Gania dengan ciuman.
Gama meyakinkan gadisnya memberikan cintanya seutuhnya, karena hanya dengan Gania gama merasakan getaran cinta di hati nya. selama ini tidak ada seorang pun yang bisa menempati hatinya, hanya gadis mungil ini mampu mengisi hati gama.
"eemmmpphh..."
Gania hanya mengangguk pasrah ketika gama kembali mencium nya, Gania mulai membalas ciuman yang menuntut itu.
Gama tidak bisa lagi menahan hasratnya dengan cepat membuang kain tipis itu, membuang celananya asal, tangannya kembali bermain lembut di bawah sana, gama semakin mempercepat gerakan nya. Bibirnya berpindah ke gunung kembar dan menyesap ****** pink yang menggoda.
Ah..
"Kak!" gania terbuai dengan sentuhan gama dan suara merdu pun keluar dari bibir mungil nya karena merasakan sesuatu akan keluar di sana.
"keluarkan baby jangan di tahan". ucap gama dengan suara parau nya menahan hasratnya sudah memuncak, dengan mempercepat gerakannya dan akhirnya sesuatu keluar di bawah sana.
" Aku akan perlahan Hem" ucap gama dengan suara beratnya, dan sontak membuat Gania berteriak.
Sakit kak lirihnya
Gama merasakan itu yang pertama buatnya dan gadisnya, gama sangat bangga dan tersenyum manis.hah. ini benar yang pertama buatnya.
" maaf sayang, aku akan pelan pelan, terima kasih sayang aku berjanji akan selalu bersamamu selamanya" ucap Gama dengan suara parau nya. mereka pun melakukanya bersama.
...ππππ sorry semua khilaf jangan lupa dukun terus ya kak like komen ππ...
__ADS_1