
Tanpa menunggu lama Gama dan Gania berjalan masuk kedalam gedung TRANS PARK MALL salah satu pusat wahana terkenal di kota Jakarta. Seolah terbayar sudah kejenuhan kemarin berada di rumah saat ini Gania sangat bahagia bisa menikmati liburannya sembari melihat-lihat dan mencoba beberapa wahana yang sesuai dengan kondisi dirinya yang sedang mengandung.
" Hahaha, kau sangat imut sekali kak." Seru Gania tertawa senang, Gania merasa puas berhasil mengerjai Suaminya dinginnya itu. Gania pun tidak lupa mengambil foto gama saat sedang duduk di atas wahana berbentuk kuda poni berwana merah maron tersebut.
" Apa anak kita ikut senang," Tanya Gama masih berekspresi cool sembari mengenakan jasnya kembali seraya matanya menatap kearah perut istrinya yang membuncit kemudian menunduk dan mencium lama perut buncit istrinya penuh cinta.
Gania memasukkan kembali ponselnya kedalam tas kecilnya lalu tersenyum lebar pada suaminya. Tentu saja, karena kau Daddy tertampan dan ter-imut." Seloroh Gania tersenyum manis sembari membelai lembut wajah mulus milik suaminya. Suami yang posesif dan pencemburu sosial tingkat tinggi. Bila ada lelaki yang menggoda dirinya.
Gama langsung berdiri dan merangkul pinggang Gania dengan posesif.
" Ayo kita pulang." Ajak Gama berjalan beriringan.
" Hhh ayo, padahal masih banyak yang belom kita coba wahana nya," Kata Gania menyindir sembari menatap kearah depan dan matanya menangkap sosok Viviyang sedang berjalan kearahnya bersama Andre.
" Vivi... Gania...."
Kedua wanita itu saling berteriak lalu Vivi pun berlari menghampiri dan memeluk sahabatnya Gania sembari cipika-cipiki setelah itu keduanya mengobrol dengan senangnya mengabaikan kedua pria tampan yang sedang saling menatap tajam.
Untung saja Gama membawa bodyguard nya jadi dia tidak perlu bersusah payah menenteng barang belanjaan istrinya. Dan yang membawa barang belanjaan istrinya itu anak buahnya. Dan tidak dengan Andre pria itu menenteng paper bag berisi belanjaan pacarnya Vivi di kedua tangan nya yang terlihat Vivi seperti ajudannya dan Andre seperti anak buahnya.
__ADS_1
" Ehem bagaimana hubungan mu sama dia," Tanya Gama pada Andre sembari melirik kearah Vivi. karena Gama sempat mendengar berita yang beredar Andre akan segera menikah dengan teman istinya yaitu Vivi.
Ya sebulan yang lalu Gania juga menemani Vivi untuk fitting baju pengantin mereka bertepatan dengan Gama dan Gania sedang berseteru.
" Yang jelas Aku pasti menikahinya, nanti juga ku kabari kau," Jawab Andre dengan santai sambil menggoda para wanita yang lewat di depan mereka.
" Hahaha dasar kucing garong tidak pernah berubah, kau itu mau menikah tapi masih mengincar wanita lain" Ejek Gama dengan suara datar.
" Drrt...." Gama melihat dan membaca sebuah pesan masuk kedalam ponsel nya dari Vicky.
" Lagi pula tidak tiap hari gue begini, mumpung mereka lagi pergi, kita cuci mata, kau pasti ketagihan coba saja kalau kau tidak percaya," Ujar Andre merangkul pundak Gama sembari mengangkat sebelah alisnya.
Andre pun tidak ingin Vivi berpikiran negatif padanya dia dengan segera mengunakan cara keahlian nya sebagai seorang kasanova untuk meluluhkan hati Vivi yang tengah menatapnya dengan tajam dan tidak butuh waktu lama Vivi pun bisa luluh termakan oleh rayuan maut seorang Andre.
" Sayang, lebih baik kita pulang sekarang, aku ada urusan bisnis baru saja Vicky menelpon ku," Kata Gama dan di jawab anggukan kepala oleh istrinya. Lalu Gania pun pamit untuk pulang lebih awal kepada Vivi dan juga Andre setelah itu meninggalkan sahabat yang masih berada di TRANS PARK MALL tersebut.
" Da...." Vivi dan Andre melambai kan tangannya kearah Gania dan Gama yang mulai menjauh dari pandangannya.
.
__ADS_1
.
.
" Tuan anda harus segera ikut bersama ku sekarang," Panggil Vicky berjalan mendekati Gama dan Gania yang hendak memasuki mobilnya.
Gama menoleh pada vicky yang nampak serius lalu menatap istrinya Gania. " Sayang..." Gama sejujurnya tidak tega membiarkan Gania pulang bersama bodyguard tapi mau bagaimana lagi pekerjaan ini sangat penting dan tidak bisa di tunda.
" Kau pergilah, aku tidak apa-apa pulang bersama mereka," Ujar Gania melirik supir di kursi depan, ia mengerti seperti apa yang sedang suaminya pikirkan pria itu memiliki tanggung jawab besar di perusahaan nya." Cepat pulang jika sudah selesai," Lanjut Gania melambaikan tangannya kearah Gama yang tengah tersenyum pada dirinya.
Setelah melihat mobil istrinya sudah tak terlihat lagi Gama segera pergi dari tempat tersebut bersama Vicky asisten nya.
Dan setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit. Gama saat ini sudah berada di dalam ruangan yang tertutup dan di jaga oleh beberapa para bodyguard di sekitar ruangan. Bisa dilihatnya seorang pria paruh baya di hadapannya duduk dengan tenang namun terlihat raut kecemasan di wajah tuanya yang tidak lagi muda.
" Ini Tuan, Berkas yang anda minta," Vicky menaruh sebuah Amplop Berwarna coklat yang berisikan surat hak milik restoran milik pak Beni yang sekarang ini sudah berpindah tangan menjadi hak milik atas nama Tuan Gama di atas meja lalu Vicky kembali berdiri di samping tuan Gama.
Tanpa mengeluarkan suara Gama langsung mengambil amplop itu lalu membuka dan membaca surat tersebut dengan teliti dan di susul dengan sebuah senyum puas di wajah cool seorang Gama.
" Kau memang yang terbaik Vicky!" Seru Gama dengan nada memuji namun terdengar mengerikan. Apalagi saat ini tatapan matanya yang tajam tertuju pada Pak Beni di depannya.
__ADS_1
" Tuan..." Hanya itu yang bisa keluar dari mulut pak Beni dia tidak memiliki keberanian untuk menatap ataupun melawan apalagi meminta keringanan agar usaha restoran nya tidak di sabotase oleh Tuan Gama. Tapi, apa yang bisa dilakukanya Kekuasaan yang dimiliki oleh Gama tak sebanding dengan dirinya yang hanya seorang pengusaha kecil.