
...sawerannya akak bundah ku πΉπΉπΉ biar semangat author inih...
Didalam mobil mewah nampak sepasang kekasih tengah bergelut dengan keindahan surga dunia. dua insan itu begitu menikmati yang namanya making love. apalagi si wanitanya yang sama sekali tidak pernah pacaran.
Sekuat apapun vivi memberontak maka andre semakin memperkuat rematan jemarinya ke dalam rambut tebal vivi mengikuti naluri hasrat mereka yang mulai menggetarkan jiwa. entah di mulai sejak kapan ciuman keduanya yang awalnya lembut itupun berubah semakin menuntut.
Seketika bola matanya melebar sempurna saat pria di depannya menciumnya begitu rakus, sekujur tubuhnya terasa kaku, baginya ini kali pertamanya melakukan adegan panas seperti ini.
Tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam hal berciuman vivi pun tampak kaku mengikuti gerakan bibir andre yang begitu lincah. vivi menggeleng berulang kali saat dia mulai kehabisan napas, ke-dua tangan nya mencekeram kerah kemeja Andre sangat kuat.
Andre yang melihat vivi kesulitan untuk bernapas dia pun melepaskan tautan bibir mereka.
"Maaf ay aku terlalu bersemangat. kau begitu menggoda hasrat ku. maafkan aku ya" ucap andre mengusap sisa salivanya di bibir vivi yang mulai membengkak.
Bluss
Seketika kedua pipinya bersemu merah Vivi langsung mendorong dada bidang andre agar menjauh dari hadapannya.
__ADS_1
"Dasar om om gila" gumam vivi masih bisa di dengar jelas oleh Andre. lantas membuat andre langsung melotot kearah vivi.
"apa! walau gila begini tapi kau suka kan. buktinya tadi kau menikmati nya" ujar Andre mengangkat sebelah alisnya.
" hais sudahlah om jadi pulang nggak nih" ujar Vivi kesal pipinya kembali memerah.
" jadi lah, kita berangkat ke tempat kost mu dulu untuk mengepak barang barang mu setelah itu kembali ke apartemen ku" jawab andre mulai melajukan mobilnya kembali ketengah jalan bergabung dengan kendaraan lainnya.
"Apa! tidak tidak itu tidak boleh kita belum muhrim om mana bisa tinggal satu atap" pekik vivi melotot besar.
"Hahaha.. sudah jangan bawel, di sana ada tante lilia kau tidak sendirian Vi. nanti kalo ada lowongan di kantor ku kau bisa bekerja di sana" ujar Andre tertawa keras.
Andre pun menambah laju kecepatan kemudinya dan terus melintasi jalanan ibu kota. dengan tujuan mempercepat waktu agar cepat sampai di tempat kost vivi. sesekali andre melirik kearah vivi yang bungkam. kali ini tidak ada percakapan sama sekali di antara mereka di sepanjang perjalanan.
****
Akhirnya mobil gama sampai di depan kantornya. Vicky memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus yang telah di sediakan oleh pihak kantor gama. setelah keluar dari mobil, gama, gania dan Vicky berjalan bersama masuk kedalam kantor.
__ADS_1
Kalau di amati dari luar kantor nya terlihat sepi dan aman terkendali. Gama merasa lega dan senang dia mengira jika reni mungkin sudah pulang karena tidak mendengar kebisingan sama sekali. tapi, dia tidak tau betapa berisiknya di dalam perusahaan nya itu semua karyawan nya di buat pusing oleh kegilaan reni.
jangan senang dulu kau gama jaga tuh istri mu biar gak di hantam sama reni haha senyum devil author π
Baru saja berjalan dua langkah di loby kantor gama menghentikan langkah kakinya. saat suara cempreng seorang wanita menggema di salah satu ruangan di depan sana dan menyambut kedatangan mereka. Di susul lagi dengan dentuman keras barang terjatuh begitu kerasnya mengagetkan mereka.
Bruuang!
" Diam kau di sana! jangan coba-coba berani maju atau pun menyentuh ku apa kalian tidak tidak tau, aku ini calon nyoya perusahaan kalian hah!" ancam reni bersungut-sungut ke seluruh karyawan gama yang ada di ruangan tersebut.
Saat ini karyawan gama sedang berusaha menenangkan reni yang tengah mengamuk tak karuan. semua map, barang-barang yang ada di ruangan itu di hempaskan nya kelantai dengan seenaknya.
Tentu saja hal itu di lakukan reni, reni seharusnya melakukan tugas dari ayahnya itu dengan benar. tapi, sayang nya usaha nya gagal setelah mendapat informasi jika ayahnya gagal menggelapkan dana.
sedangkan dia sendiri telah di ketangkap basah oleh salah satu staf gama yang berhasil memergoki reni masuk ke dalam ruangan penting.
Staf kantor itupun melihat reni tengah berusaha mencari sesuatu di ribuan tumpukan berkas yang tertata rapih di lemari. alhasil usaha nya gagal reni melampiaskan nya dengan amarah tak terkendali. sembari mengalihkan perhatian dari staf dan Vicky.
__ADS_1
"kak. itu pasti perbuatan reni " desis gania merasa geram.
Mengacak ngacak rambut gania lembut gama menatap istrinya serius. " siapa lagi kalau bukan ****** itu, apa kau sudah siap sayang" ucapnya lagi sedikit gelisah, gama tahu gania begitu semangat ingin membantunya usai mengetahui yang sebenarnya tadi waktu di makam.