
"Aarrggh sial! kenapa semua jadi hancur begini" Umpat Reni tengah mengamuk dengan melemparkan semua barang barang yang ada di kamarnya.
Setelah Reni pulang dari hotel Bellagio dimana seharusnya reni ada disana untuk mendampingi Andre sebagai kekasihnya, reni ingin memperlihatkan kesemua orang jika dia sangat pantas menjadi pendamping Andre di hadapan ratusan rekan bisnis andre.
Semua keinginan nya itu hancur lah sirna bak di terjang ombak, bagaimana tidak reni terpaksa harus memilih kembali pulang dari pada menghancurkan rencana ayahnya, ketika calon tunangan ada di sana dan berstatus teman baik dengan andre.
Reni sangat frustasi tidak tau harus melakukan apa setelah mendapat informasi berkas data andre dari orang suruhan nya, reni di buat syok ketika mendapati ternyata Andre seorang pengusaha sukses dan bersahabat dengan gama.
"Aku tidak mau kehilangan Andre, yah benar aku harus tetap mendapatkan pria itu, tidak peduli seperti apa nanti akhirnya yang terpenting andre harus dalam genggaman ku" emosi reni dengan mencekram map di tangan nya sangat kuat.
tok tok tok
"Ren, reni... ada teman mu di bawah cepat turun kasian dia sejak tadi menunggu mu" panggil ibu Rani dari balik pintu kamar Reni agar Putri nya itu segera turun karena sudah di tunggu oleh temannya di ruang tamu.
Reni tercekat ketika mendengar suara ibunya dari luar kamar nya, reni menghela nafas panjang sebelum benar-benar membuka pintu kamar nya.
"Iya mam nanti aku turun, aku ganti baju dulu" Jawab reni hanya menyembulkan kepalanya saja yang keluar dari pintu yang terbuka sedikit, tidak ingin ibunya mengetahui keadaan kamar nya yang berantakan seperti kapal pecah.
__ADS_1
Rani mengernyit heran melihat sikap Putri nya tidak seperti biasanya, terlihat sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
"Cepatlah jangan lama-lama" ucap ibu rani melempar tatapan menyelidik kearah putrinya.
"iya iya ibu negara, ibu membuang waktu ku untuk berganti pakaian " ujar reni dengan wajah kesalnya beralasan sembari menutup pintu kamarnya.
Rani menggeleng kan kepalanya melihat tingkah putrinya dia pikir mungkin karena sedang kedatangan tamu spesial jadi putrinya itu bersikap aneh, rani segera meninggalkan kamar putrinya untuk kembali ke bawah.
Sementara di dalam kamar reni tampak sudah rapi dengan pakaian nya, sebelum nya sudah membereskan kamarnya lebih dulu, setelah itu wanita judes itupun berjalan keluar dari dalam kamar nya, dengan langkah cepat menuruni anak tangga menuju ke lantai bawah, reni hampir lupa jika ia memiliki janji untuk hangout bersama teman nya. karena sibuk dengan urusannya dengan andre.
tak tak tak
"Sorry gue kelupaan san, udah lama Lo nungguin gue" ucap reni setelah duduk di sofa ia merasa bersalah pada Susan temannya itu.
Susan adalah teman dekat Reni semasa kuliah nya dulu, kemanapun mereka pergi selalu bersama. Susan bukan lah dari kalangan atas meskipun keluarga nya tidak sekaya keluarga reni, ayahnya juga memiliki perusahaan sendiri.
"hais Lo itu kek udah nenek pikun pelupa, satu jam gue nungguin Lo" balas Susan dengan wajah kesalnya, pantatnya terasa panas terlalu lama duduk di sofa.
__ADS_1
"What Lo tega ngatain gue pikun, ya maaf deh udah buat Lo nunggu ntar gue tlaktir" pekik reni tak terima dengan sebutan pikun untuk nya. Reni pun mendengus kesal.
"kalian itu jadi pergi apa tidak, malah bertengkar seperti anak kecil saja" sahut ibu reni yang sudah berdiri sejak tadi di antara mereka.
"Oh ya jadi donk mam, tuh kan gara gara Lo sih, aku berangkat dulu mam" ucap reni beranjak dari duduknya dengan mencium pipi ibunya.
Susan hanya mencebikan bibirnya kesal karena reni menyalahkan dirinya, seharusnya bukankah temannya itu yang dia marahi, susan pun ikut pamit dan mencium pipi tante rani.
"Tante kita berangkat dulu ya" ucap susan setelah berpamitan.
" pulang nya jangan larut malam sayang" ujar rani mengingat kan kedua gadis muda di hadapan nya itu yang mulai keluar menjauh dari ruang tamu.
"iya mam, iya Tante" teriak Reni dan Susan bersamaan dengan melangkah pergi keluar dari mansion nya.
Mereka berdua pun pergi menuju tempat hangout dengan menggunakan mobil mewah milik Reni. sudah kebiasaan reni saat pikiran nya sedang stres selalu mencari hiburan malam bersenang senang bersama temannya.
Di sisi lain
__ADS_1
Vivi yang tengah bersama andre di dalam mobil mewah, gadis manis itu pun merasa was was ketika andre membawa nya pulang dengan arah jalan pulang yang berlawanan bukan menuju ke tempat kost nya. sedangkan pria setengah dewasa itu terlihat sangat bahagia melihat ekspresi wajah gadis di sampingnya itu, membuatnya gemas.
...tinggalkan jejak kalian guys π maksih π₯°...