
"Gania masakan mu sangat enak, ternyata kau jago memasak" puji Andre sembari melahap makanan di hadapannya.
"iya nona sungguh lezat" imbuh Vicky
"heem benar nona" sahut Aldi pun ikut nimbrung.
"Benarkah " ucap Gania berbinar binar dirinya sangat senang ada yang memuji hasil usaha nya tidak sia sia memasak. gama melihat sikap Gania langsung berpindah tempat.
sreeek.
menggeser kursinya mendekat di samping Gania.
"sayang kau jangan memanja kan mereka nanti makin ngelunjak Hem" ujar gama menarik Gania mendekat ke tubuhnya. tentu para tiga pria itu tertawa melihat kecemburuan gama seperti anak kecil.
"kak gama lepas malu tuh" seloroh gania menepis tangan gama merangkul pinggang nya erat namun gama semakin mengencangkan pelukannya.
"hahaha, kau itu bro seperti anak kucing takut kehilangan induknya" goda Andre menatap gama dengan tawa mengejek.
Vicky dan Aldi pun tak mau ikut komentar soal kecemburuan bos mereka cukup menghabiskan makanan mereka dan segera keluar dari sana.
"Diamlah kau, dari pada loe di tinggal mulu sama induk kucing , iya kan sayang" balas Gama menatap sinis Andre.
"kalian itu akur kenapa sekali kali" Gania menggeleng kan kepalanya pusing melihat dua pria yang seperti tom Jerry itu.
" Dia itu menyebalkan Gania, kenapa kau mau dengan pria es itu" seloroh Andre menunjuk kearah gama menggunakan dagu.
"sayang hari ini Kita kembali ke Jakarta kau bersiap lah " sahut gama tanpa membalas ucapan Andre menatap Gania lembut.
"Tapi kak..?" ucapan Gania terjeda ia memikirkan sesuatu yang mengganjal di hatinya.
"Aku akan menikah mu jangan cemas Hem, biar Vicky nanti mengurus semuanya" ucap Gama mengerti kegelisahan Gania padanya. melirik tajam ke arah Vicky.
" Siap tuan" ucap Vicky cepat mengerti tatapan gama padanya. setelah itu suana hening di antara mereka.
__ADS_1
" jadi kalian pulang hari ini" tanya Andre menyudahi makan nya lalu meneguk air minum.
"Tentu saja, iya kan sayang"Cup" sahut gama cepat mengecup pipi Gania tentu hal tersebut membuat Gania merasa malu tidak kepalang.
"kak kau itu !" seru Gania mencubit perut gama membuat gama mengeluh kesakitan.
"aw! sakit baby, kau harus membayar nya nanti di apartemen sayang" pekik gama di iringi bisikan lembut nan nakal untuk Gania.
deg
Gania diam membisu memikirkan ucapan gama padanya membuat tubuhnya bergetar memikirkan hal mengerikan soal membayar perbuatannya pada gama.
"aku tidak mau membayar hutang, aku tidak punya hutang padamu semua sudah clear kak" ucap Gania menggebu menutupi rasa takutnya.
semua yang berada di meja makan pun menatap tajam kearah gama.
"kau bilang apa pada nya?" tanya Andre menatap gama penuh selidik.
"tidak ada, sayang bukan bayar hutang maksud nya, tapi kau harus patuh semua yang aku katakan begitu" ujar gama mengalihkan kecurigaan Andre padanya, menatap lembut Gania.
"kau pria cap kadal, jangan ikut campur urusan ku dengan Gania, jika kau berani menyentuh nya habis kau" balas Gama Sangat geram dengan ucapan sahabat nya itu.
"sudah kak gama aku percaya padamu ya, dan kak Andre kau tenang saja aku pasti baik baik saja ya kan kak" Gania melerai perdebatan pria dua sahabat somplak itu dirinya merasa sangat pusing melihat nya dan melirik kearah Gama meminta pembenaran atas ucapannya itu.
"Pasti sayang "Cup" gama tersenyum penuh kemenangan menatap tajam Andre. mendapat pembelaan dari wanita nya.
"Ck" decak Andre kesal. Andre pun bangkit dari duduknya mengajak Aldi pergi dari sana tak lupa pamit pada Gania dengan lembut namun berbeda pada gama hanya melengos begitu saja.
***
Setelah gama berhasil membujuk Gania untuk kembali ke Jakarta, sekaligus mendapat izin dari Tante lilia gama merasa bahagia dan mereka pun langsung meninggalkan kediaman lilia. Andre pun ikut kembali namun harus ia tunda dua hari kedepan menunggu selesai proyeknya.
Setibanya di Jakarta gama langsung membawa Gania ke apartemen nya. saat gama membuka pintu apartemen nya, dirinya di kejutkan oleh seorang pria yang sangat di kenal oleh gama sudah duduk di sofa.
__ADS_1
"Ayah...!". seru gama melangkah masuk seraya merangkul pinggang Gania sambil menyeret koper.
Gania terdiam mematung menatap pria yang dia kenal ada di depan matanya."tuan.....!". cicit Gania pelan.
Gama menoleh menatap Gania merasa kan tubuh Gania bergetar." Sayang kau mengenal dia?" tanya gama. masih setia merangkul Gania dan Gania hanya mengangguk kan kepalanya atas pertanyaan gama.
"Ayo duduk lah, jangan takut sayang" bisik gama mengajak Gania duduk di sofa Gania pun menurut menunduk tidak berani menatap kearah pria di depannya. yang tak lain ayah gama.
" kelihatannya kau sangat mencintai nya" ucap Wijaya dengan santai menatap dua insan yang sedang kasmaran itu. tentu ia tak kaget Wijaya sudah mendapatkan informasi itu dari asisten nya.
"Tentu Ayah sudah tahu, kenapa bertanya dan ada apa ayah kemari?" jawab gama menatap ayahnya penuh selidik. tak lupa memeluk pinggang Gania possesif agar Gania tidak merasa tegang.
"kau tidak mau menyapa ku nak?" sapa Wijaya pada Gania dia tak menjawab pertanyaan gama. melihat Gania di depannya yang sedang ketakutan.
"ak..u em it..u tuan apa kabar!" cicit Gania terbata menunduk. Gania takut jika pria yang ia tolong itu melarang hubungan nya dengan gama.
"Ayah jangan berani menekan nya!" ucap gama menatap tajam ayah nya.
Wijaya menggelengkan kepalanya melihat sikap putranya itu yang mirip dirinya waktu muda, sesaat lalu tersenyum tipis.
"hahaha....! apa aku ini terlihat menyeramkan nak, kau tidak perlu takut aku justru senang kau bersama putraku, karena kau sudah menyelamatkan nyawa ku" Wijaya tertawa lepas sontak membuat gama melongo Gania pun mendongak menatap pria itu.
"bena..rkah tuan" seloroh gania tersenyum kaku menatap Wijaya terheran kenapa pria itu tidak membencinya.
deg
Gama memicing menatap penuh tanya pada ayahnya bagaimana Gania mengenal ayahnya dan menolong benaknya.
"Bisa jelaskan padaku semuanya ayah, sayang katakan padaku apa maksudnya menyelamatkan ayah?" tanya gama menatap ayahnya meminta penjelasan beralih menatap Gania penuh selidik namun dengan lembut menyentuh pipi Gania meminta penjelasan.
"Em.. itu dulu..?" ucapan Gania terpotong oleh Wijaya yang langsung menjawab nya.
"Tidak perlu kau jelaskan Gania, biar saya saja yang katakan pada nya, bisa kau buat kan kita minum aku haus menunggu kalian sejak tadi!" sahut Wijaya tidak ingin Gania mengetahui tujuan kemari, dan menjelaskan semua pada gama. memberi kode pada putranya untuk membujuk Gania.
__ADS_1
"Sayang pergilah buatkan minum untuk ayah Hem, tidak perlu khawatir kau percaya padaku kan cup" ucap Gama lembut ketika mengerti maksud ayahnya ia segera membujuk Gania agar membuat minuman. tak lupa mengecup bibir Gania sekilas agar Gania tak berpikir liar tentang nya. sontak Wijaya membola sempurna melihat kelakuan gama tak tau tempat itu.
......jangan lupa like komen favorit πβ€οΈπ· tinggalkan jejak kalian love you kalian π·......