Cool But Love

Cool But Love
bab 30 siapa mereka


__ADS_3

"mommy... mommy.... " seorang anak laki laki berusia lima tahun berlari sembari berteriak memanggil seorang wanita yang duduk di kursi taman sendirian.


" mommy ayo kita kesana" rengek anak laki-laki berparas tampan, kulit putih, pipinya gembul hidung mancung, jika di amati ia hasil keturunan bule. Bocah tersebut menarik narik tangan mungil wanita cantik tersebut.


Wanita cantik itu hanya terdiam mematung, seketika menatap bocah tampan di hadapan nya yang memanggil dengan sebutan mommy. bocah tampan itu merengek menarik narik tangan nya.


" Maaf Sayang, aku bukan mommy mu, kau salah orang, lalu di mana mommy mu?" wanita cantik itu mencubit pipi gembul nya, lalu menatap intens bocah tampan di depannya. melihat sekeliling nya mencoba mencari sosok ibu bocah tersebut. Namun nihil tidak ada seorang pun disana, hanya beberapa orang yang berada di taman tersebut.


" aku ini putla mu mommy, ayo mom antelin beli es Clim itu?" rengek nya dengan bola mata tampak berkaca-kaca hendak menangis. meminta di antar membeli es krim di seberang jalan. Apalagi mommy nya yang tidak mengingatnya bocah itupun mulai terisak.


"Aduh kenapa bocah ini menangis aku harus bagaimana? kenapa aku jadi berada disini?, perasaan tadi di kamar kenapa sekarang di taman?" benaknya wanita cantik tersebut merasa kebingungan dengan keberadaan dirinya tiba-tiba bertranformasi pindah tempat.


"ugh...cup cup sayang, hey jagoan tidak boleh menangis Hm, sungguh Tante bukan mommy mu sayang" bujuk wanita cantik tersebut agar bocah yang sedang merengek terisak padanya menghentikan tangisnya. Justru hal yang ia lakukan membuat anak ini semakin keras terisak dan marah padanya.


"mommy jahat! hu hu hu " bocah tampan itu semakin keras terisak menangis mendengar ucapan mommy yang tidak menganggap dia putranya, bocah itu langsung berlari pergi dari sana meninggalkan mommy nya.


Wanita cantik itu merasa bingung melihat bocah tampan itu marah padanya dan berlari begitu saja dari hadapannya. seketika terbelalak syok mata nya melihat adegan di hadapan, dimana bocah itu di tengah jalan dan dari arah lain mobil dengan kecepatan tinggi melaju sangat kencang.


"tunggu sayang, tidak!!!!"


"Huh huh huh!" Gania yang tengah tertidur pulas terbangun dengan nafas tersengal, Bulir bening bercucuran memenuhi dahinya, tubuhnya berkeringat bergetar hebat. dada nya berdegup kencang Gania pun memegangi dadanya yang terasa sesak. kemudian mengusap keringat di wajahnya.

__ADS_1


"Astaga aku hanya mimpi, tapi rasanya seperti nyata, bagaimana keadaan bocah tampan itu aaa! aku tak bisa membayangkan " lirih Gania menetralisir perasaanya tentang mimpi anehnya, Gania pun langsung turun dari ranjang mengambil air minum di dapur.


"minum air dingin mungkin bisa mendinginkan pikiran ku" ucap Gania setelah membuka kulkas mengambil sebotol minuman dingin berukuran mini, kemudian meneguknya hingga tak tersisa. setelah kepergian lilia Gania tertidur selama tiga puluh menit sampai dirinya bermimpi buruk soal bocah tampan yang menganggapnya mommy.


"Ya tuhan aku lupa, seharusnya aku membatu bibi lilia, tapi justru ketiduran!" seloroh gania menepuk jidatnya lalu segera bersiap dan menyusul bibinya si warung.


Setibanya di depan warung Gania melihat ruko kecil, ada empat meja tersedia untuk pengunjung yang singgah disana. ia melihat banyak pengunjung yang datang. tinggal satu meja yang terlihat kosong. Ia pun segera melangkah masuk menghampiri bibi lilia di dalam.


"maaf bibi lilia, aku tadi ketiduran " ucap Gania saat tiba di dalam. Jarak tempuh dari rumah ke warung lilia hanya lima menit jadi Gania Hanya berjalan kaki, mungkin bisa di katakan letaknya di pojok halaman rumah.


"tidak masalah sayang" balas lilia tersenyum, lilia yang sedang membuat pesanan pelanggan berhenti, lalu mengajak Gania duduk di kursi.


" lumayan sayang, kenapa tidak istirahat saja di rumah? apa kau tak merasa mual lagi?" jawab lilia memang hari ini lumayan banyak pengunjung yang datang untuk makan di warung, ia menatap lekat wajah Gania terlihat raut wajah yang sedang kelelahan. cemas jika Gania nanti kembali mual saat mencium bau makanan.


" Sudak tidak lagi, aku ingin membantu bibi supaya tidak kewalahan melayani pembeli" ucap Gania tersenyum tipis ia tak tega jika harus membiarkan lilia berjualan sendiri, selama ini lilia yang selalu menyayanginya seperti ibu kandung sendiri.


" syukurlah kalau begitu, bibi mau membuat jus untuk pelanggan, kau tunggulah di sini" titah lilia kepada Gania untuk diam di kursi dirinya hendak membuat minuman.


"baik bi, nanti biar aku yang mengantarnya" balas Gania menatap lilia sedang berkutat membuat jus.


Tidak terasa sudah lima jam Gania membantu lilia melayani pelanggan yang ramai datang dan pergi di warungnya, ia beristirahat sejenak di kursi, Gania memijat keningnya terasa berdenyut, tak sadar Gania pun terlelap di kursi karena kelelahan. lilia yang melihat Gania tertidur pun merasa kasihan, lilia membiarkan Gania tidur di kursi ia sedikit membenahi posisi Gania agar merasa nyaman.

__ADS_1


Di sisi lain


"Tuan apa anda tidak lapar?" tanya seorang asisten yang sedang menyetir kemudi pada Tuanya.


"kita cari tempat makan terdekat saja, aku juga sudah sangat lapar sejak tadi di proyek" balas pria tampan yang duduk di belakang kursi penumpang ia sembari memeriksa beberapa pekerjaan melalui ponselnya.


Selama seminggu ini dua pria itu berada di desa terpencil ini, kedua pria tersebut sedang bertugas meninjau sebuah proyek di kantor cabang yang berada di desa tersebut. Hari ini setelah mendatangi langsung ke lokasi dan mengecek perkembangan pembangunan di sana. Di tengah perjalanan menuju rumah yang mereka sewa, sang asisten meminta pada bosnya untuk mencari makan terlebih dahulu. Akhirnya mereka berhenti di sebuah warung kecil namun terlihat bersih.


"Di sini bagaimana mana? katanya di sini terkenal bersih dan sehat menu makanan walaupun tidak semahal di kota, dan juga memiliki pelayan yang cantik tuan!" ucap asisten pribadinya menunjuk ke arah warung di depan mobilnya.


"mana? " pria itu pun mendongakkan wajahnya melihat ke arah yang di tunjuk asistenya kedepan, ia melihat dengan jelas warung kecil namun bersih tapi sepi pengunjung mungkin memang sedang tidak ada pengunjung." Baiklah ayo cepat turun kita makan disi saja" imbuh pria tampan itu. Mereka pun tiru dari mobil dan berjalan masuk ke dalam warung itu.


"permisi buk...!" panggil asisten itu pada pemilik warung nasi.


"iya sebentar" sahut lilia sedang mencuci piring lalu mengelap tangan nya dan melangkah kedepan menghampiri pelanggan nya.


"ha....!" lilia menganga lebar terkejut melihat dua pria tampan yang ada di hadapannya itu bertubuh gagah mengenakan jas rapi.


"buk!! saya mau pesan makanan?" ujar pria tampan itu sedikit keras melihat ibu ibu itu terkejut melihat dirinya.


... jangan lupa like komen favorit hadiah 😍😘😘 tinggal kan jejak kalian ya guys πŸ™ love kalian...

__ADS_1


__ADS_2