
🙏 maaf buat sahabat semua update lambat sedang mode pusing beri semngat ya🤗 maafken author yang belum sempurna menulis ini hanya novel receh amtir tak jelas hhh makasih banyak yg sudah bersedia membaca🙏
Setelah melarang Vicky keluar dari ruangan. gama mengambil ponsel dan menghubungi staf kantor nya menyuruh pak beni segera masuk keruangan. Limat menit kemudian kini pak beni sudah tiba di ruangan.
Gama menatap dingin kearah pak beni dan Susan memasuki ruangan.
" Apa kabar tuan gama " sapa beni mengulurkan tangannya. Susan tercengang melihat rekan bisnis ayahnya ternyata pria yang dikaguminya saat bertemu di kafe waktu lalu.
" baik pak beni, katakan apa tujuan anda sampai datang kemari. " basa basi gama sebenarnya ia tahu tujuan pria tersebut.
" O itu, begini tuan gama saya datang kesini ingin memberikan ini pada anda silahkan di cek kembali" beni meletakkan map yang di bawanya ke atas meja sambil menyenggol lengan susan yang terbengong sejak masuk kedalam.
ssshh
Susan tersentak meringis menahan sakit karena ayah nya menginjak kakinya dengan kuat.
Diambilnya map warna hijau di atas meja. lalu membuka dan membacanya secara teliti tanpa ada yang terlewati.
" apa anda perlu bantuan saya bisa membatu untuk menjelaskan nya" ucap susan dengan menggoda berdiri di samping meja memajukan tubuhnya kearah gama.
Merasa ada yang bicara sangat dekat gama mendongak " astaga! apa yang kau lakukan jaga sikap anda kembali ke kursi mu atau keluar dari ruangan saya " ancam gama mundur kebelakang saat wanita itu bergerak mendekat. di tatapnya tajam pak beni.
Gama tidak habis pikir ternyata benar tebakan nya pak beni menggunakan anaknya sendiri sebagai umpan.
Mendapat ancaman dan ekspresi tajam dari pria yang di godanya susan langsung pucat bergidik ngeri, begitupun pak beni tidak berani berbuat apa apa takut cara liciknya di ketahui oleh rekanya itu.
Sedangkan di kamar pribadi gama, gania sudah tampak rapih dan cantik di depan cermin. namun kegelisahan tengah melanda di pikirannya setelah mendapat panggilan tak di kenalnya di ponsel tadi meskipun bukan sebuah ancaman. gania bingung harus memberi tahu suami nya atau tidak. biarlah lagi pula tidak penting juga hanya kebetulan saja. merasa terlalu lama berada di dalam gania bergegas keluar kamar.
Gama tidak menyukai cara kotor pak beni dia sangat membencinya karena memang orang seperti itu harus di beri pelajaran.
" maafkan saya tuan gama " mohon reni menunduk.
" benar tuan bukan keahlian saya melakukan hal serendah itu, jadi bagaimana kita bisa teken sekarang?" tanya beni dia mengelak dari tuduhan rekannya tersebut. hal itu pun semakin membuat gama ingin membuang kelaut calon rekan bisnisnya tersebut.
Ya, tadi gama sempat mengucapkan beberapa kalimat memojokkan beni karena memang pantas pria paruh baya itu menerimanya.
" silahkan keluar dari ruangan saya sekarang pak beni maaf mungkin anda bisa cari tempat lain untuk menjual emas " sindir gama dengan sinis dan penuh makna.
" Sial" umpat beni dalam hati." saya mohon tuan beri saya kesempatan?"
"pergi keluar" bentak gama menatap tajam kerah mereka.
Beni tak bisa berkata lagi hanya muka malu yang dia rasakan saat ini, tidak sampai disitu beni tetap tak kehabisan akal memberi kode pada putrinya mencari kesempatan meskipun itu mustahil.
"baik kalo begitu saya permisi" ucap beni mengulurkan tangannya tapi tidak di balas oleh gama.
susan pun ikut berlalu pergi berjalan mendekat kearah gama sembari memegangi kepalanya menjabat tangan gama dengan paksa berpura pura terkulai lemas dan pingsan.
__ADS_1
" Susan " akting beni terkejut.
" hei kau.. bangun" pekik gama tubuhnya limbung menahan tubuh Susan yang terjatuh di atas tubuhnya.
" tuan anda tidak pa-pa" seru Vicky terkaget mendekati bosnya.
Beni tersenyum tipis puas melihat putrinya begitu cerdik melakukan tugas nya.
Ceklek
Pintu di buka, gania tercengang membekap mulutnya melihat adegan life di depan matanya.
" kak gama! " serunya begitu sesak napas melihat suaminya tengah memeluk wanita lain. membuat gama langsung menatap istrinya.
"Semua orang di ruangan tersebut menoleh kesumber suara.
" Gania" pekik beni terkejut mantan karyawan nya berada di tempat itu.
"nona " bengong Vicky.
"sayang! " ucap gama langsung berlari menghampiri istrinya.
Bruuk...
" aw" rintih susan tubuhnya membentur lantai.
Bukankah itu pak beni? pikir gania melihat pak beni ada di ruangan suaminya.
" kau tidak berbohong kan, dia itu pak beni kan lalu kenapa ada disini?" jawab gania bingung.
" Tidak sayang, dia tamu yang datang tadi pas kita? " kata gama terhenti saat telapak tangan istrinya yang membekap mulut nya.
sayang? panggilan aneh yang di dengar beni seorang gania di panggil seistimewa itu oleh gama. susan terpaku melihat kemesraan di depan matanya. penasaran akan status ke-dua nya tersebut.
" kalo mau ngomong tuh di saring dulu, disini banyak orang tau gak " bisik gania dengan wajah kesalnya karena suaminya hampir keceplosan.
"iya maaf baby" ujar gama mengerling nakal mencubit kedua pipi istrinya gemas.
" apa hubungan anda dengan gania tuan?" tanya beni ragu. takut jika salah kata membuat pria tersebut kembali marah.
"Biar aku yang bilang" cegah gama saat istrinya hendak menjawab pertanyaan beni. gama kembali ke meja kerjanya.
" Bukan hak anda dan urusan anda pak beni ikut campur urusan pribadi saya " balas gama dengan datar.
"tapi tuan dia itu"
" Vicky antar mereka keluar" titah gama menatap Vicky tajam.
__ADS_1
" baik tuan" Lalu Vicky mempersilahkan kedua orang tersebut untuk segera meninggalkan ruangan.
Setelah sepi semua orang sudah pergi, kini hanya tinggal gania dan gama di ruangan tersebut. gama menyuruh gania mendekat kepadanya.
" kemarilah sayang" Gama menepuk ruang kosong di sebelahnya di sofa.
Gania dengan menurut mendekati suaminya.
sraak
Gama menarik pinggang istrinya hingga terjatuh di pangkuannya.
" kakak " pekik gania bibirnya mengerucut
" aku ingin menagih yang tadi sayang" bisik gama mendekatkan wajahnya membuat hidung mereka menempel.
" ya tuhan kau masih mengingatnya, tadi katanya kalo sudah pulang ini kan masih di kantor kak" ujar gania merasakan kegelian saat suaminya mendusel ke lehernya.
" itu kelamaan sayang" gama membawa istrinya kedalam kamar. sambil mengecup bibir istrinya lembut.
" Kau serius kak, kita pulang saja ya aku?" protes gania sedikit kepikiran akan panggilan tak di kenalnya tadi. ia takut gama curiga dan menerka yang tidak-tidak.
" ada apa baby, apa kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya gama menghentikan aktifitas nya menyadari kemurungan sang istri.
Melihat suaminya menatapnya penuh intimidasi membuat gania urung mengatakan yang sebenarnya." hehe serius kak aku tidak punya alasan untuk menyembunyikan apapun dari mu sayang semuanya kau tahu" tertawa kecil melihatkan rentetan gigi putihnya. entah mengapa kata itu meluncur begitu saja.
Sayang? hati gama berbunga-bunga seumur umur baru kali ini istrinya memanggilnya sayang.
" katakan lagi sayang aku mau dengar " pinta gama memeluk erat tubuh istrinya.
Kedua pipinya langsung bersemu merah gania merasa malu.
" cepat baby"
" iya iya sayang" sahut gania detak jantungnya berdegup kencang. memejamkan matanya saat suaminya mulai melucuti pakaiannya.
" mulai sekarang panggil aku sayang baby" pinta gama memilin buah anggur istrinya dengan lembut.
" hah. aahh sa-yang ah" ini lah kelemahan gania yang tidak bisa menolak saat suaminya memberi sentuhan lembut. gama menghisap buah anggur istrinya dengan rakus.
" kau sangat seksih memanggil ku seperti itu baby " ucap gama kembali meraup bibir mungil itu. dan mulai melakukan nya di bawah sana.
" dasar mesum ah-emmph aah. aah sayang ah" desah gania saat mereka menyatu.
" ough sayang " racau gama menhujam istrinya
Suara ******* pun saling bersahutan memenuhi ruangan luas kamar tersebut. bulir keringat bercucuran membasahi tubuh keduanya hingga ketitik akhir penyatuan mereka.
__ADS_1
Setelah melewati kegiatan ranjangnya, kini pasangan suami-istri itu nampak berpelukan hangat di atas ranjang king size. gama merengkuh istrinya yang terlelap dalam dekapannya karena kelelahan. setalah memastikan istrinya benar-benar sudah terlelap, gama segera turun dari ranjang lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, tidak menimbulkan kebisingan gama berjalan keluar dari ruangan.