Cool But Love

Cool But Love
bab 66 kecemasan


__ADS_3

" yuhu akhirnya selesai juga. hm wanginya harum lezat duh jadi langsung lapar. eh anak mommy juga pengen makan ya, baiklah ayo kita sarapan dulu " ucap gania senang mengusap perut rata nya dengan lembut, kemudian menuangkan nasi gorengnya kedalam wadah sambil menghirup aroma lezat masakan nya.


kemudian gania mencuci kuali kotor itu di wastafel. tak lupa mencuci tangannya setelahnya. Gania melangkah pergi dari dapur dengan membawa hasil masakan nya ke meja makan.


"morning kak, kau sudah bangun" sapa gania bersemangat melihat gama yang keluar dari dalam kamar kemudian meletakkan makanan nya di atas meja.


Dengan tubuh atletisnya gama memakai kemeja warna biru di balut jas hitam melekat di tubuhnya, menambah aura ketampanan gama semakin terpancar. Berjalan dengan gagah gama melangkahkan kakinya mendekati gania.


membuat gania yang tengah berdiri di samping meja makan memandangi ciptaan Tuhan yang sangat tampan mempesona itu di depannya dengan tatapan terpukau.


" Kenapa tidak membangunkanku dulu baby" tuduh gama dengan wajah di tekuk menduduki kursi milik nya, di tatapnya gania yang sedang melamun itu.


Gania yang tersentak akan tuduhan gama padanya pun menatap aneh gama. kemudian duduk ke kursi di sebelah gama.


"kau sangat tampan hari ini kak. kau tertidur pulas mana tega aku membangunkan mu, lagi pula aku juga harus membuatkan sarapan pagi, jadi harus bangun lebih awal kan" jelas gania menjabarkan.


Gama menatap wajah gania yang terlihat semakin cantik dan chubby itu. menggigit bibirnya ingin tersenyum lebar tapi malu karena tujuan nya saat ini sedang merajuk. yang sebenarnya gama sangat bahagia ketika mendengar ungkapan gania yang sangat memperhatikan dirinya.


Gama menyeret kursi gania agar lebih dekat dengan nya " Benarkah. tapi setidaknya bilang dulu padaku jika ingin bangun duluan, kau harus membayar nya baby" ujar gama tersenyum penuh arti.


Gania langsung bergidik di tatap seperti itu oleh gama, geleng-geleng kepala.


"eh, apa. bayar? aku kan tidak punya hutang padamu kak untuk apa membayar nya?" pekik gania mengerucutkan bibirnya kesal, sambil merogoh ponsel di saku nya yang berdering.


" karena sudah meninggalkan aku tidur sendiri. jadi..."

__ADS_1


Gama tidak meneruskan ucapannya, perhatian nya teralihkan oleh gania yang memainkan ponsel di tangan nya. Gama semakin kesal di buatnya, melihat gania lebih fokus pada ponsel nya itu.


"baby" panggil gama.


"apa kak" balas gania masih berbalas pesan tanpa melihat lawan bicaranya.


Gama memajukan kepalanya penasaran dengan siapa gania tengah berbalas pesan Saat ini.


"Siapa yang kirim pesan, atau aku hancurkan ponselmu sekarang !" seru gama dekat telinga gania.


Gania langsung mendongak di tatapnya gama yang sedang menatapnya penuh emosi kearah nya


" pffff, sudah jangan marah marah nanti cepat tua loh. bibi lilia kirim pesan katanya sebentar lagi dia akan datang ke Jakarta untuk bekerja kak" ujar gania tertawa geli, menggoda pria di depannya itu.


Menatap wajah gania sangat lama, dapat gama lihat wajah cantik itu yang penuh keteduhan sedang tidak berbohong.


" Benarkah, kerja di mana? lalu kapan akan berangkat ke sini nya? biar nanti supir yang jemput tante " tanya gama antusias.


"Ya mana aku tau kak, bibi belum bilang pastinya kapan nanti aku tanya lagi kapan dia berangkat nya" ujar gania menjelaskan, sambil mengambilkan makanan untuk gama.


"Ini makan dulu, kita sarapan. aku sangat lapar kak" imbuhnya meletakkan ponselnya di atas meja.


Gama tersenyum tipis sembari mengecup pucuk kepala Gania dengan lembut.


"Makasih, baiklah kita makan sekarang, kau juga harus makan yang banyak biar sehat " ucap gama dengan lembut, kemudian mengambil nasi goreng untuk gania.

__ADS_1


Gania langsung mengulum senyum, melihat sikap gama yang sangat oper protektif itu padanya.


"iya kak, cukup jangan kebanyakan nanti aku kekenyangan " protes gania melihat banyak nya nasi di piringnya.


"kan ada junior di sini baby, dia juga butuh nutrisi pertumbuhan yang sehat, cepat lah di makan hm" ujar gama terkekeh kecil, sembari mengelus perut gania dengan tangan kekarnya, kemudian mulai memakan makanan nya itu.


Dengan sentuhan lembut tangan gama entah mengapa rasanya hatinya menjadi hangat dan nyaman akan perlakuan gama tersebut.


Sedangkan di ruang tamu tanpa gama sadari tampak seorang pria sedang tersenyum simpul kearah nya melihat drama pagi hari di meja makan itu. perlahan pria itu berjalan mendekati mereka ke meja makan.


"Nanti jika kau jenuh boleh datang kekantor, tapi aku akan ada pertemuan penting, tunggu di dalam ruangan ku sampai aku selesai baby" ucap gama menoleh ke samping.


"lihat gimana nanti..."


"Ehem! bagaimana kabar mu Gania" ujar seorang pria lima puluh tahun itu tapi tidak mengurangi ketampanan di wajah nya itu.


"siapa kak?"


"mana aku tau baby" sahut gama mengangkat bahunya, kemudian mereka menengok kebelakang bersama ke sumber suara.


"Om"


"Ayah"


Ucap mereka bersama. Dengan wajah terkejut mereka melihat pria paruh baya itu yang sudah berdiri di belakang mereka. Gania terpaku melihat Wijaya di sana, sedang kan wajah gama langsung berubah tak bersahabat teringat ancaman ayah nya waktu lalu.

__ADS_1


__ADS_2