
Pukul 03 dini hari matahari mulai menyingsing ke barat.
Brum...Brum...
Sebuah mobil Ferrari mewah berwarna hitam itu memasuki halaman mansion yang sangat megah dan luas, mobil tersebut berhenti tepat di depan pintu masuk, di susul dengan satu mobil tak kalah mewahnya di belakang nya ikut memasuki halaman itu. Begitupun sang pemilik mobil tersebut terlihat jelas aura kegembiraan tak terkira tergambar di wajah tampan nya.
Keluarlah seorang pria bertubuh tinggi gagah dan terlihat muda dengan style yang di pakai nya. setelah mobil mereka sudah berhenti gama turun dari dalam mobil mewah nya di susul oleh Vicky yang keluar dari mobil yang sama.
"Selamat datang tuan" sapa penjaga mansion ramah pada gama.
Gama melempar senyum pada satpam itu." Hem, kembali lah bekerja" balas gama menyapu pandangan ke seluruh halaman mansion ayahnya terdapat satu mobil yang terparkir di halaman itu dan dia sangat mengenal pemilik mobil tersebut."Tunggu! siapa yang datang kemari " seru gama menghentikan langkah satpam itu yang hendak berbalik badan.
"Oh itu, em saya kurang paham tuan, setau saya tadi seorang pria dan ibu ibu keluar dari mobil itu dan masuk kedalam, tuan Wijaya juga sedang keluar sebentar katanya ada urusan mendadak" jelas satpam tersebut dengan sopan.
Gama menganggukkan kepalanya." baiklah kau boleh pergi" jawab gama datar.
Vicky segera mendekat kearah bosnya." ada yang anda khawatir kan tuan?" tanya nya yang menyadari tatapan tak bersahabat bosnya itu.
Gama menoleh ke samping menatap Vicky dengan wajah awalnya bersemangat sekarang berubah sendu." seperti yang kau lihat ada pria yang datang ke mansion ayah, sudahlah itu tidak penting aku tidak ingin membuang waktu ku" ujar gama melanjutkan langkahnya menuju kedalam mansion.
Braaaaak
Gama membuka pintu mansion dengan keras hatinya mulai berkecamuk terasa panas dingin membayangkan kecurigaan dirinya itu benar atau salah." hallo... ada orang? kenapa sepi sekali" teriak gama menggema di seluruh ruangan mansion yang nampak sepi itu.
"Mungkin bibi lagi di dapur bos" sahut Vicky dengan sedikit cemas di wajah nya.
Gama melirik sekilas Vicky lalu kembali melanjutkan langkah kakinya. pria tampan itu terus berjalan melangkah lebar dengan kaki panjang nya tanpa berniat menoleh kearah lain gama terus berjalan masuk kedalam ruangan yang luas itu. tiba-tiba gama menghentikan dan menapakkan kakinya tepat di bagian belakang mansion.
__ADS_1
Dapat di lihat dari tempat nya berdiri sebuah taman luas dan kolam renang yang sangat bening air nya. di bagian belakang mansion ayahnya itu. seorang wanita cantik tengah bersantai duduk di kursi yang ada di pinggir kolam di temani seorang pria yang sangat di kenalnya. mereka sedang bersenda gurau dengan hangatnya tentu membuat hati gama semakin terbakar api cemburu dan kemarahan yang meledak ledak di kepala nya.
"Cih, apa ini yang di lakukan oleh mu baby di belakang ku. dasar lelaki tidak tau di untung beraninya menyentuh tubuh gadisku kau !" gerutu gama tangannya terkepal kuat menatap tajam dan emosi kearah dua insan di depan matanya itu.
...
Sangat tajam dan menguras energi tidak bisa berhenti melototi ketampanan gama...
Vicky berlari mengejar langkah bosnya itu yang begitu cepat, Vicky langsung di buat syok setelah melihat kedepan pemandangan indah taman sejuk dan pemandangan membakar hati.
"Bos tung.." ucap Vicky tak berlanjut karena gama yang lebih cepat meninggalkan dirinya di sana. "Aduh bakal jadi perang dunia kedua nih, gunakan akal mu bos jangan emosimu" gumam Vicky mengusap wajah nya dengan kasar tak bisa berbuat banyak.
Dengan melangkah kan kakinya lebar gama menghampiri mereka berdua. Tatapan penuh emosi di wajah gama tertuju pada andre.
Suara derap sepatu gama yang melangkah menggema di tempat itu. tapi tidak di dengar seorang di depannya itu. "hoho kau sudah melupakan ku ternyata bro!" Sarkas gama bertepuk tangan. kemudian menarik kerah kemeja Andre dengan kasar sehingga membuat Andre berjinjit terangkat.
"What! kau tau aku disini!" ucap Andre dengan wajah terkejut saling bertatapan itu. dengan menahan tangan gama yang mencekeram kerah baju nya.
Bug bug bug
Dengan membabi buta gama memberi tiga kali pukulan tinju ke wajah tampan Andre membuat sahabat nya itu tersungkur ke lantai.
"Stop kak!" teriak gania yang langsung berdiri dari duduknya melihat gama memukuli Andre dengan membabi buta.
"Aw" Andre menyentuh sudut bibirnya yang pecah dan berdarah perlahan bangkit , dari lantai di bantu oleh gania.
__ADS_1
sreek..
Menyadari gania akan membantu andre gama langsung menarik gania dari sisi Andre dan membawanya kedalam pelukan. "Biarkan dia mendapatkan nya, itu setimpal dengan dia yang berani menyentuh kulit mu baby" bisik gama dengan suara beratnya memeluk erat tubuh yang sangat dirindukan nya akhir akhir ini.
Dengan berdiri tertatih Andre tersenyum sinis menatap gama." aku tidak menyentuh nya kau saja yang sudah gila bro, aku hanya menghiburnya saja selama kau tidak di samping nya bukan kah aku sangat pengertian sebagai sahabat" terang Andre mengejek kearah gama. tentu ucapan yang keluar dari mulutnya membuat gama langsung menatap sengit kearah nya.
"lepasin kak! seharusnya kau yang mendapat pukulan setimpal seperti tadi bukan dia, kemana saja kau selama ini kak? kau menghilang tanpa kembali lagi" lirih gania memukul dada bidang gama dengan wajah sendu nya. gama pun membiarkan wanitanya meluapkan uneg-uneg nya itu sampai puas.
Setelah puas meluapkan emosi nya gania memundurkan langkahnya kebelakang menjauhi gama. " Mungkin jika tidak ada om Wijaya aku tidak lagi bernapas seperti sekarang ini, dan seharusnya kau berterima kasih pada kak andre dia sudah memberi semangat untuk ku" gania berjalan mendekat kearah andre dan memanggil bi Inah untuk mengambilkan kotak obat.
"Kau tidak papa kak, sini ku obati dulu lukanya" ucap gania setelah mereka duduk di kursi. dan bi Inah yang sudah datang membawa kan kotak obat pada nya.
Gama terdiam mematung berdiri tak jauh dari tempat gania berada. Vicky, lilia dan Wijaya pun berlari kearah mereka dan berkumpul di taman belakang tersebut.
"aku tidak papa gania, sudah biar bibi lilia yang mengobati ku" tolak Andre.
"bisa diam gak, udah biar aku aja " sahut gania membersihkan bibir andre yang terluka."nah sudah selesai" lanjutnya membereskan kotak p3k nya.
Wijaya yang melihat putranya sedang emosi itu pun berpura-pura tidak tahu."Apa yang terjadi ndre, gania, jelaskan pada om, dan gama kau kapan datangnya" tanya nya beruntun.
"Bos anda baik baik saja" bisik Vicky yang berdiri di dekat gama.
"Berani kau berkata aku potong lidahmu" ancamnya melotot kearah Vicky. Vicky pun langsung kicep di buatnya.
Gama kembali melihat kearah orang orang di depan nya itu. bisa ia lihat Tante lilia juga berada di mansion nya begitu banyak yang tidak di ketahui oleh nya akhir akhir ini. semua orang mencemaskan kondisi gania dan Andre. satu lagi gania tidak bernapas? apa yang sudah terjadi pada wanita nya sampai sampai mengatakan hal tersebut.
""Ini semua perbuatan putra om itu" jawab gania membalas pertanyaan Wijaya sembari menunjuk kearah gama dengan tatapan melengos. tentu gama merasa di acuhkan oleh gania mendekati nya.
__ADS_1