
Belum di persilahkan oleh tuan rumah wijaya lebih dulu ikut bergabung di meja makan, wijaya memang sengaja tidak memberi kabar terlebih dahulu ketika akan mengunjungi apartemen putranya itu.
Sontak gania langsung berdiri dari duduknya. "Om mari ikut sarapan " ucapnya sopan, gania sangat gugup berada satu meja dengan calon mertua nya itu. ini adalah kali pertama buat nya makan bersama ayah gama.
Wijaya tidak merespon hanya terdiam dengan tidak melepas pandangan nya kearah gania yang tengah gugup.
"terimakasih. aku sudah sarapan, lanjutkan saja makan nya" balas Wijaya tidak melepas tatapan nya kearah gadis muda tersebut.
Gama langsung menatap ayah nya sangat tajam, ketika menyadari ayahnya tidak mengalihkan perhatian nya terhadap wanitanya. sembari memasukkan nasi goreng kemulut nya sangat banyak membuat pipinya mengembung. tentu membuat gania langsung menahan tawa melihat nya.
"Ada apa ayah datang kemari? jangan berpikir ingin membahasnya di sini, nanti saja di kantor " ujar gama melarang ayah nya berbicara macam macam di hadapan gania.
"Kak, tidak boleh bicara seperti itu dengan orang tua, tidak baik" bisik gania menasehati pria di sampingnya itu. menyadari ekspresi tidak bersahabat gama kepada ayah nya.
Gania langsung mendapat tatapan tajam dari gama. tapi tidak membuat gania marah justru menatap penuh kelembutan kearah gama.
__ADS_1
"hn, tidak bisakah kau berpikir dengan akal sehat mu, ayah hanya ingin memastikan keadaan calon menantu dan cucu ayah sehat atau tidak, siapa tahu kau tidak merawat nya dengan baik" Wijaya menarik nafas kasar, sambil menyindir putra nya dengan telak.
Seketika matanya melebar hampir melompat keluar Mendengar ejekan ayahnya. " cukup ayah itu tidak lucu, apa ayah tidak percaya dengan ku, sebaiknya kita kekantor saja" tegas gama tidak terima di anggap remeh oleh ayahnya.
Gania menahan lengan gama." kak, duduk lah dulu kasian ayah kan baru sampai, lagian tidak ada yang salah ucapan om Wijaya itu memang benar adanya bukan" ujar gania menunduk karena sampai detik ini gama belum menikahi nya.
Gama kembali duduk di kursinya hatinya seperti di cubit mendengar ungkapan kesedihan Gania." Bersabarlah baby. beri aku waktu sebentar lagi, aku janji setelah urusan ku selesai aku langsung menikahi mu jangan bersedih hmz" Gama menarik tubuh mungil gania ke pelukan sembari mengelus rambut panjang nya dan mengecupnya sangat dalam.
Hal tersebut tak lepas dari tatapan terharu wijaya terhadap pasangan kekasih di depannya itu, tidak sadar sudut bibirnya melengkung seperti bulan melihat kemesraan di hadapannya itu.
"Ehem! katanya mau kekantor, tapi apa ini" seloroh Wijaya berdehem sangat keras membuat membuat kedua insan itu mengakhiri drama romantis nya.
"em...? kak" Gania bingung harus berbuat apa dan kehabisan kata-kata untuk berbicara.
Gama mengecup pipi gania. " aku berangkat kekantor dulu bersama ayah. Tetap lah disini percaya padaku apapun yang terjadi" pamit gama sangat lembut tentu membuat gania semakin malu.
__ADS_1
Gania tersenyum tipis. " Aku selalu menunggu mu kak. Cepat selesai kan tugas mu jangan lupa untuk cepat pulang" pinta gania sangat berharap pria yang berstatus ayah dari anak di dalam kandungan nya itu menepati janjinya.
"Kau tenang saja, om akan mengawasi dia" sahut Wijaya tersenyum penuh kemenangan berlari pergi dari hadapan putranya itu.
Gama langsung melototi punggung ayah nya yang mulai keluar dari pintu apartemen nya."Dasar tua bangka, lihat saja " gerutu nya tangannya terkepal kuat.
"Kak, ingat dia itu ayah mu. nanti bisa kualat loh, berangkat lah yang semangat! " ujar gania memberi dukungan untuk gama.
Gama kembali di buat luluh akan sikap lembut gania, sungguh tidak bisa di pungkiri betapa beruntungnya dirinya memiliki seorang wanita cantik nan lemah lembut seperti wanita di hadapan nya itu."Terimakasih untuk semua nya baby, baik baik di rumah " pamit nya merangkul tubuh Gania sejenak sebelum beranjak pergi dari tempat itu.
Gania kesulitan bernapas di peluk erat oleh gama." kak, aku tidak bisa bernapas " protes gania berusaha melepaskan pelukan itu.
Gama terkekeh kecil."maaf. aku terlalu bersemangat, aku pergi dulu" ucap gama berjalan keluar dari ruangan itu meninggalkan Gania di meja makan.
Gama menoleh kebelakang dan memberi Ciuman mesranya melalui udara, tentu gania langsung geleng-geleng kepala. namun demikian tetap menerima nya dengan tangan nya lalu di masukkan ke sakunya. "Dasar posesif, cepat sana pergi" omel gania seperti emak emak memarahi putranya. menatap punggung gama yang mulai menghilang dari balik pintu apartemen itu.
__ADS_1
Gama melanjutkan langkahnya dan berjalan keluar dari apartemen nya itu.
...makasih buat kalian yang mau membaca tulisan ter jelek ini. lagi gak fit, semoga sehat selalu buat semua sahabat...